0
Thumbs Up
Thumbs Down

Hubungan dengan Irak Menegang, Puluhan Ribu Tentara Kurdi Dikerahkan ke Kirkuk

okezone
okezone - Fri, 13 Oct 2017 17:04
Viewed: 27
Hubungan dengan Irak Menegang, Puluhan Ribu Tentara Kurdi Dikerahkan ke Kirkuk

KIRKUK -Pemerintah Kurdi dikabarkan mengerahkan puluhan ribu tentaranya ke Kota Kirkuk karena kekhawatiran Irak akan menyerang kota yang kaya sumber daya minyak tersebut. Pengerahan ini terjadi usai Kurdi mengadakan referendum yang menginginkan memerdekakan diri dari Irak.

"Puluhan ribu (pasukan-red) Peshmerga Kurdi dan pasukan keamanan sudah ditempatkan di dalam dan sekitar Kirkuk. Sedikitnya 6.000 Peshmerga tambahan dikerahkan sejak Kamis malam untuk menghadapi ancaman pasukan Irak," tutur Wakil Presiden Wilayah Kurdistan, Kosrat Rasul, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (13/10/2017).

Kabar pengerahan ini hanya berselang beberapa jam setelah status yang ditulis oleh ajudan Presiden Wilayah Kurdistan Masoud Barzani, Hemin Hawrami, menyeruak di media sosial. Pada tulisan tersebut, pasukan Peshmerga diperintahkan untuk mempertahankan Kota Kirkuk dari segala bentuk ancaman.

Al Jazeera mewartakan, pengerahan itu terjadi usai otoritas di Kurdi menuding Pemerintah Irak mengumpulkan banyak tentara agar bersiap untuk mengambil alih ladang minyak di sekitar Kirkuk.

Namun para tentara yang dikumpulkan itu bukanlah dari militer Irak. Pasalnya, mereka disinyalir berasal dari satuan paramiliter Popular Mobilisation Forces (PMF). Anggota paramiliter itu dilaporkan merupakan anggota militan yang dilatih oleh milisi Syiah asal Iran.

Pasukan PMF itu saat ini berada di wilayah yang berlokasi di selatan Kirkuk. Sumber yang tak disebutkan namanya menjelaskan kepada Al Jazeera bahwa memang ada aktivitas pasukan Irak di wilayah dua garis depan Kota Kirkuk.

Hawarami mendesak agar komunitas internasional bergerak dan meminta Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, menarik mundur PMF. "Tidak ada eskalasi dari pihak kita. Hanya mempertahankan diri dan menyerang balik jika mereka menyerang," tuturnya.


Meningkatnya ketegangan ini hanya berselang dua pekan usai mayoritas warga Kurdi mendukung referendum kemerdekaan dari Irak. Langkah ini tentu saja memicu kegeraman pemerintah pusat dan menyebut referendum itu ilegal.

Source: okezone
Popular News From okezone
OUR PARTNERS
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
gopego
Rumah
rumah123
Love Indonesia
CENTROONE
Voice of America
Hello Pet
IDGEEKS
telsetNews
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Camargus
Sehatly
Hetanews
Inikata