0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kecaman atas Pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Korsel Tetap Gelar Latgab di Perairan Korea

okezone
okezone - Fri, 08 Dec 2017 07:11
Viewed: 25
Kecaman atas Pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Korsel Tetap Gelar Latgab di Perairan Korea

JAKARTA - Sebelum pendeklarasian bahwa Amerika Serikat (AS) akan mengakui Yerusalem adalah ibu kota Israel, banyak berbagai pihak yang menentang dan memperingatkan konsekuensi yang harus dihadapi. Namun sayang, peringatan tersebut hanyalah angin lalu. Pada Kamis 7 Desember, Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel dan akan memindahkan Kedutaan Besar AS yang berada di Tel Aviv ke Yerusalem.

Tindakan yang sempat memicu konflik juga kembali terjadi di Korea Selatan (Korsel). Meski telah ditentang oleh Korea Utara (Korut), nyatanya Korsel tetap melanjutkan latihan gabungan (latgab) dengan pasukan AS. Menurut seorang pejabat di Kementerian Pertahanan Seoul, latihan ini digelar karena ancaman perang nuklir Korea Utara (Korut) semakin nyata.

Amerika Serikat Resmi Umumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Pada Kamis 7 Desember Presiden AS Donald Trump lewat pidatonya menyatakan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Ia juga menekankan bahwa kesempatan tersebut adalah langkah yang sangat terlambat.

"Saya telah menetapkan bahwa sekarang saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Presiden sebelumnya telah membuat janji kampanye besar ini, mereka gagal menyampaikannya. Dan hari ini, saya melakukannya," ujar Presiden Trump.

Tak hanya menyatakan hal tersebut, presiden berusia 72 tahun tersebut juga menyatakan bahwa AS akan memindahkan Kedubes AS untuk Israel yang berada di Tel Aviv ke Yerusalem. Keputusan tersebut pastinya ditentang oleh berbagai negara di dunia.

Arab Saudi adalah salah satu negara yang menentang keputusan tersebut. Kerajaan Arab Saudi mengaku sedih dengan keputusan pemerintah AS tersebut. Riyadh mengingatkan bahwa ada konsekuensi serius atas keputusan pengakuan sekaligus pemindahan Kedutaan Besar (Kedubes) AS ke Yerusalem.

BACA JUGA: Arab Saudi Kecam Pengakuan AS soal Yerusalem Ibu Kota Israel

Keputusan pengakuan tersebut dinilai oleh Arab Saudi tidak adil serta sebuah langkah tidak bertanggung jawab. Bagi Arab Saudi, keputusan tersebut mewakili sikap bias terhadap hak-hak dasar warga Palestina.

Negeri Jiran, Malaysia, turut menyampaikan penyesalan atas pernyataan Negeri Paman Sam. Pihak Malaysia menyatakan bahwa pihaknya khawatir jika pengumuman tersebut dapat mengakhiri segala upaya untuk menyelesaikan konflik di Palestina.

BACA JUGA: Malaysia: Pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel Tidak Mencerminkan Situasi di Lapangan

Source: okezone

Kecaman atas Pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Korsel Tetap Gelar Latgab di Perairan Korea

Kecaman atas Pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Korsel Tetap Gelar Latgab di Perairan Korea

Kecaman atas Pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Korsel Tetap Gelar Latgab di Perairan Korea

Kecaman atas Pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Korsel Tetap Gelar Latgab di Perairan Korea

Kecaman atas Pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Korsel Tetap Gelar Latgab di Perairan Korea

Popular News From okezone
OUR PARTNERS
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Rumah
rumah123
Love Indonesia
CENTROONE
Voice of America
Hello Pet
IDGEEKS
telsetNews
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Camargus
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali