0
Thumbs Up
Thumbs Down

Rentetan Upaya Setnov Rampungkan Praperadilan agar "Tak Layu Sebelum Berkembang"

okezone
okezone - Thu, 07 Dec 2017 19:57
Viewed: 46
Rentetan Upaya Setnov Rampungkan Praperadilan agar "Tak Layu Sebelum Berkembang"

JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memutuskan untuk tetap melanjutkan sidang praperadilan yang diajukan Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) atas status tersangkanya dalam kasus korupsi e-KTP.

Namun, dalam sidang praperadilan hari ini, Kamis (7/12/2017) tercatat terdapat sejumlah upaya penasihat hukum Setnov agar sidang praperadilan diselesaikan sebelum sidang pokok perkara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Upaya itu muncul saat hakim tunggal praperadilan, Kusno menyebut gugatan praperadilan akan gugur ketika proses persidangan di Pengadilan Tipikor dimulai. Kusno sendiri mengacu pada Pasal 82 Ayat (1) Huruf d KUHAP, dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 102/PUU-XIII/2015.

Setidaknya Okezone mencatat beberapa kali proses upaya pihak Setnov agar hakim mau memutus praperadilan sebelum sidang dakwaan, sehingga langkah hukum tersebut tidak layu sebelum berkembang.

(Baca Juga: Praperadilan Setya Novanto, KPK: Mereka Punya Dalil Segunung, Kami Dua Gunung)

Pertama, ketika salah satu tim penasihat hukum Setnov, penasihat hukum Setnov, Ketut Mulya Arsana ingin menyerahkan bukti tertulis ke hakim pada hari ini. Namun, Kusno mengimbau agar berkas tersebut diserahkan pada esok hari Jumat 8 Desember 2017.

"Kami sudah siap dengan bukti tertulis hari ini kami bawa di pengadilan. Jika diperkenan untuk menyingkat waktu,mohon diperkenankan kami ajukan bukti tertulis," ujar Ketut di Ruang Sidang PN Jakarta Selatan.

Upaya selanjutnya, saat penasihat hukum Setnov meminta untuk menentukan agenda sidang hari per harinya. Pada sidang esok hari, mereka meminta jadwal tambahan selain mendengar jawaban dari pihak KPK dan penyerahan bukti tertulis.

Pihak Setnov menyebut untuk menambah agenda sidang esok dengan mendengarkan saksi atau ahli. Akhirnya, upaya tersebut dikabulkan. Hakim pun mempersilakan pemohon untuk menghadirkan saksi, namun hanya dibatasi dua orang.

"Tadi kan yang mulia hanya beri informasi jika besok jawaban dan bukti tertulis ditambah saksi kalau ada. Jumat itu hari pendek tapi kami pastikan hadirkan saksi itu," ucapnya.

Keterangan saksi dan ahli, menurut kuasa hukum Setnov cukup dilaksanakan dua hari, yaitu Senin dan Selasa. Menurutnya, hal itu bukan untuk upaya mempercepat putusan sidang praperadilan.

(Baca Juga: Pengacara Setnov Tuding Penyidik KPK Ambarita Damanik Menyalahgunakan Wewenang)

Pihak Setnov berdalih, mereka juga belum mengetahui kapan sidang perdana kasus perkara e-KTP digelar di Pengadilan Tipikor. Sebab itu, mereka meminta beberapa hal untuk proses praperadilan ini.

"Toh, kami juga belum tahu kapan proses pembukaan sidang atau membacakan pokok perkara dibacakan. Tidak ada indikasi kami untuk dipercepat atau mempercepat," dalihnya.

Dengan dua hari mendengarkan keterangan saksi, pihak Setnov mengharapkan untuk hakim bisa memutus perkara tersebut pada Selasa atau Rabu pekan depan.

"Senin, ahli semuanya dari pihak kami pun dari pihak KPK. Sehingga Selasa kalau ada kesimpulan. Selasa bisa langsung diputus atau Rabu bisa diputus," harapnya.

Disisi lain, Kusno menekankan, bahwa gugatan sidang ini bisa diputus pada pekan depan Kamis 14 Desember 2017. Setelah semua proses persidangan berjalan, mulai dari penyerahan barang bukti sampai pengajuan saksi dari pemohon dan termohon.

"Karena dibatasi waktu ini kan hari Kamis hari Jumat, Senin, Selasa, Rabu, Kamis. Kamis sore biasanya saya itu putus (gugatan praperadilan). Ini kan selambatnya 7 hari. Jadi, biasanya 6 hari saya putus," papar Kusno.

Pada Senin 11 Desember sidang akan mendengarkan keterangan saksi dari pihak pemohon. Sedangkan Selasa 12 Desember 2017 akan mendengarkan keterangan saksi dari termohon atau KPK. Lalu, Rabu 13 Desember 2017 akan dilanjutkan dengan pengajuan bukti dari termohon.

"Kamis kesimpulan pagi jam 09.00 WIB. Kalau memungknkan saya putus jam 15.00 WIB sore," kata Kusno.

Setelah mendengar pemaparan hakim, pihak Setnov dan KPK pun akhirnya menyepakati pertimbangan hakim tunggal tersebut. "Sidang kita lanjutkan esok," ucap Kusno sembari mengetuk palu sidang.

Jika ditarik garis dengan permintaan pihak Setnov yang meminta sidang praperadilan ini diputus pada Selasa atau Rabu, menjadi pertanyaan apakah permohonan itu dilakukan lantaran terbitnya sidang perdana Setnov di Pengadilan Tipikor.

Pasalnya, pihak Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat telah merilis jadwal sidang tersangka Setnov pada Rabu 13 Desember 2017.

Bahkan, sidang perkara korupsi megaproyek Rp5,9 triliun ini akan langsung dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Yanto. Adapun anggota Majelis Hakim, Franky Tambuwun, Emilia Djajasubagja, Anwar, dan Ansyori Syaifudin.

Hakim tunggal praperadilan Kusno sendiri sebelumnya menyatakan, bahwa sidang praperadilan akan gugur sesuai dengan Pasal 82 Ayat (1) Huruf d KUHAP, dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 102/PUU-XIII/2015.

Kini, praperadilan jilid II Setnov agar lepas dari jeratan hukum hampir kandas. Karena, bunyi Pasal 82 Ayat (1) Huruf d KUHAP, adalah 'dalam hal suatu perkara sudah mulai diperiksa ‎oleh pengadilan negeri sedangkan pemeriksaan mengenai permintaan kepada praperadilan belum selesai maka permintaan tersebut gugur.

Sementara itu, putusan MK Nomor 102/PUU-XIII/2015 menyatakan, permintaan praperadilan dinyatakan gugur ketika sidang perdana pokok perkara terdakwa digelar di pengadilan. Pengadilan Tipikor sendiri diketahui sudah membuat jadwal sidang kasus korupsi e-KTP pada Rabu 13 November, atau sehari sebelum jadwal sidang putusan praperadilan.

Source: okezone

Rentetan Upaya Setnov Rampungkan Praperadilan agar "Tak Layu Sebelum Berkembang"

Rentetan Upaya Setnov Rampungkan Praperadilan agar "Tak Layu Sebelum Berkembang"

Rentetan Upaya Setnov Rampungkan Praperadilan agar "Tak Layu Sebelum Berkembang"

Rentetan Upaya Setnov Rampungkan Praperadilan agar "Tak Layu Sebelum Berkembang"

Rentetan Upaya Setnov Rampungkan Praperadilan agar "Tak Layu Sebelum Berkembang"

Popular News From okezone
OUR PARTNERS
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Rumah
rumah123
Love Indonesia
CENTROONE
Voice of America
Hello Pet
IDGEEKS
telsetNews
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Camargus
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali