Skanaa http://www.skanaa.com Situs Berita Indonesia Terkini id 2017 Skanaa Mon, 24/07/2017 - 05:44:05 +0700 Skanaa http://www.skanaa.com http://www.skanaa.com/assets/images/web/logo.png Pengamat: Loyalitas Parpol Jangan Jadi Alasan Reshuffle http://www.skanaa.com/en/news/detail/pengamat-loyalitas-parpol-jangan-jadi-alasan-reshuffle

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menyayangkan apabila reshuffle yang dilakukan Presiden Joko Widodo hanya melihat loyalitas partai pendukung pemerintah. Menurutnya, reshuffle seharusnya dilihat dari kinerja para menteri.

"Kalau basis reshuffle hanya sebatas menambah kursi menteri atau mengurangi kursi menteri dari partai soal loyalitas, saya pikir sudah melenceng dan keluar trayek. Harus tetap pada khitah kinerja," ujar Pangi kepada Republika.co.id, Ahad (23/7).

Pangi mengatakan, beberapa kali reshuffle yang dilakukan oleh Jokowi tak menunjukkan korelasi dengan peningkatan hasil kinerja kementerian.

Ia pun kembali menyayangkan jika reshuffle hanya melihat, menambah, atau mengurangi kursi menteri yang dinilai dari soal loyalitas partai pendukung pemerintah.

"Jelas reshuffle berkali kali tidak punya korelasi terhadap peningkatan hasil kinerja kementerian," katanya.

Ia pun membandingkan era pemerintahan Jokowi dengan eranya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut dia, saat itu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak loyal dan seringkali tidak mendukung program kebijakan pemerintah di parlemen atau sering berseberangan dengan partai politik koalisi lainnya. Akan tetapi, lanjut Pangi, PKS tidak ditendang SBY dari kabinetnya.

Pangi menjelaskan, itu disebabkan karena berkoalisi itu tidak ada nota kesepahaman atau MoU mendukung secara membabi buta. Ia kemudian membandingkan dengan kondisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang berbeda sikap soal ambang batas pencalonan presiden 20 persen saat ini. Menurutnya, itu perbedaan sikap itu merupakan hal yang wajar.

"Sebab, menurut PAN (itu) melanggar atau inkonstitusional, menjegal calon presiden yang lain, dan lainnya. Namun soal lain, misalnya terkait program kesejahteraan yang menyentuh langsung hajat hidup orang banyak, PAN all out mendukung dan memuluskan program koalisi pemerintah," ungkap Pangi.

Berita Terkait
  • Kala Jokowi Main Sulap di Peringatan Hari Anak
  • Presiden Ajak Umat Islam Teladani Perjuangan Syaikh Nawawi
  • Jokowi Letakkan Batu Pertama Pembangunan Museum Muhammadiyah
Berita Lainnya
  • Usai KTT G20, PM Turnbull ke Prancis Naik Jet Pribadi Macron
  • Warga Medan Serahkan Koin Senilai Rp 700 Ribu ke Pemerintah
    • Mon, 24/07/2017 - 05:40:00 +0700 http://www.skanaa.com/en/news/detail/pengamat-loyalitas-parpol-jangan-jadi-alasan-reshuffle http://www.skanaa.com/en/news/detail/pengamat-loyalitas-parpol-jangan-jadi-alasan-reshuffle Bek Juventus Pilih Puji Neymar Ketimbang Dybala http://www.skanaa.com/en/news/detail/bek-juventus-pilih-puji-neymar-ketimbang-dybala

      Berstatus sebagai rekan setim ternyata tak membuat bek Juventus, Giorgio Chiellini memuji Paulo Dybala setinggi langit. Ia bahkan tak sungkan menyebut Dybala tak lebih baik dari striker Barcelona, Neymar.

      Read More...

      Mon, 24/07/2017 - 05:30:43 +0700 http://www.skanaa.com/en/news/detail/bek-juventus-pilih-puji-neymar-ketimbang-dybala http://www.skanaa.com/en/news/detail/bek-juventus-pilih-puji-neymar-ketimbang-dybala
      KPAI Sebut Program Perlindungan Anak Harus Dipahami untuk Cegah Tindak Kekerasan http://www.skanaa.com/en/news/detail/kpai-sebut-program-perlindungan-anak-harus-dipahami-untuk-cegah-tindak-kekerasan

      JAKARTA - Koordinator Divisi Sosialisasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Erlinda, menyebut program-program perlindungan anak harus dipahami dan dijalankan untuk mencegah suatu kekerasan terhadap anak di bawah umur. Sehingga, tidak menjadi pemandangan aneh jika praktik keji terhadap anak-anak masih marak terjadi.

      "Pelanggaran HAM masih sering terjadi akibat tidak pahamnya perlindungan anak. Sehingga dari program yang ada, justru tidak mengamanatkan undang-undang," ujarnya kepada Okezone, Senin (24/7/2017).

      Selain itu, kata dia, pembangunan infrastruktur ternyata tidak dibarengi pembentukan mental seorang anak. Padahal, mereka merupakan sebuah tunas bangsa yang dapat meneruskan bangsa ini menjadi dipandang oleh negara lain.

      "Banyak sekali oknum yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur, tapi tidak memperhatikan perkembangan sumber daya manusianya," imbuh dia.

      Seharusnya, lanjut Erlinda, perluasan infrastruktur harus diiringi pembangunan mental dari seeorang anak. Ia melanjutkan, pembangunan yang baik tanpa dibarengi kemajuan sumber daya manusia sama saja seperti bangunan megah tapi tak berpenghuni.

      "Untuk apa bangunan yang kukuh jika dalamnya manusia-manusia yang tidak sesuai amanah dalam undang-undang kita," pungkasnya.

      Mon, 24/07/2017 - 05:30:37 +0700 http://www.skanaa.com/en/news/detail/kpai-sebut-program-perlindungan-anak-harus-dipahami-untuk-cegah-tindak-kekerasan http://www.skanaa.com/en/news/detail/kpai-sebut-program-perlindungan-anak-harus-dipahami-untuk-cegah-tindak-kekerasan
      Lakukan Hal Ini agar Tak Merasa Lelah Saat Bekerja http://www.skanaa.com/en/news/detail/lakukan-hal-ini-agar-tak-merasa-lelah-saat-bekerja

      Laporan terbaru Harvard Business Review mengungkapkan hampir 50 persen pegawai merasa sering atau selalu kelelahan saat bekerja. Hal ini meningkat 32 persen dari 20 tahun yang lalu.

      Read More...

      Mon, 24/07/2017 - 05:30:36 +0700 http://www.skanaa.com/en/news/detail/lakukan-hal-ini-agar-tak-merasa-lelah-saat-bekerja http://www.skanaa.com/en/news/detail/lakukan-hal-ini-agar-tak-merasa-lelah-saat-bekerja
      NU: Jangan Jadikan Mantan Anggota HTI Sebagai Musuh http://www.skanaa.com/en/news/detail/nu-jangan-jadikan-mantan-anggota-hti-sebagai-musuh

      REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Lembaga Taklif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Syafiq Alielha menilai mantan aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak boleh dijadikan musuh, namun perlu dirangkul.

      "Yang dibatalkan itu konstruksi organisasi dan status hukum, kita jangan memusuhi anggota HTI-nya," jelas dia dalam diskusi "Perppu Ormas Untuk Semua" yang berlangsung di Jakarta, Ahad (23/7).

      Syafiq juga tidak membenarkan adanya diskriminasi atau munculnya tindakan persekusi terhadap simpatisan ormas yang mengusung ideologi Khilafah tersebut.

      "Pembubaran organisasi itu sudah cukup melemahkan mereka. Dengan begitu, ideologi mereka saya rasa tidak akan menjadi ancaman lagi buat NKRI," ujarnya.

      "Sekarang yang perlu dilakukan adalah mengubah dasar pemikiran mantan HTI agar mengakui Pancasila sebagai dasar negara dan merangkul mereka untuk meninggalkan ide-ide Khilafah," kata Syafiq.

      Pemerintah sebelumnya telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017, perubahan atas UU No 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

      Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 ini dinilai tidak lagi memadai dalam mencegah meluasnya ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, karena tidak adanya asas hukum "contrario actus", yang mana kementerian pemberi izin ormas (Kemenkumham), kemudian juga memiliki kewenangan untuk mencabut atau membatalkannya.

      Selain itu, dalam UU Ormas pengertian ajaran dan tindakan bertentangan Pancasila dirumuskan secara sempit dan terbatas pada atheisme, komunisme, marxisme dan Leninisme. Padahal sejarah di Indonesia membuktikan ajaran-ajaran lain juga bisa menggantikan atau bertentangan dengan Pancasila.

      Penerbitan Perppu Ormas itu kemudian diikuti dengan pencabutan status badan hukum organisasi kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh Kementerian Hukum dan HAM, pada Rabu (19/7). Pemerintah menilai HTI yang ingin mengusung pemerintahan berdasarkan Khilafah telah mengancam keutuhan NKRI, sehingga dibubarkan.

      Berita Terkait
      • HTI Sebut Dosen Eks Anggota Bisa Jadi Sasaran Perundungan
      • HTI tak akan Gelar Aksi Solidaritas Tolak Pembubaran Ormas
      • Pengamat Sindir Polres Semarang yang Melarang Demonstrasi
      Berita Lainnya
      • Usai KTT G20, PM Turnbull ke Prancis Naik Jet Pribadi Macron
      • Warga Medan Serahkan Koin Senilai Rp 700 Ribu ke Pemerintah
        • Mon, 24/07/2017 - 05:30:00 +0700 http://www.skanaa.com/en/news/detail/nu-jangan-jadikan-mantan-anggota-hti-sebagai-musuh http://www.skanaa.com/en/news/detail/nu-jangan-jadikan-mantan-anggota-hti-sebagai-musuh Airlangga Dorong Industri TPT Perluas Pasar Ekspor http://www.skanaa.com/en/news/detail/airlangga-dorong-industri-tpt-perluas-pasar-ekspor

          INILAHCOM, Jakarta - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional didorong memperluas pasar ekspor di tengah pelemahan daya beli masyarakat.

          Untuk itu, pemerintah tengah berupaya membuat perjanjian kerja sama bilateral dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa dalam mendorong pertumbuhan sektor padat karya tersebut. "Kuncinya memang kita harus negosiasi melalui bilateral agreement," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat siaran pers di Jakarta, Sabtu (22/7/2017).

          Airlangga menyampaikan, saat ini, bea masuk ekspor produk tekstil Indonesia ke Amerika Serikat (AS), dikenakan 12,5%. Sedangkan menuju Eropa mencapai 16%. Sementara ekspor Vietnam ke AS dan Eropa sudah 0%.

          Airlangga optimistis, industri TPT nasional mampu berdaya saing global, karena sektor andalan ini telah terintegrasi dari hulu sampai hilir dan produknya dikenal memiliki kualitas yang baik di pasar internasional.

          "Khusus untuk industri shoes and apparel sport, kita sudah melewati China. Bahkan. Di Brazil, kita sudah menguasai pasar di sana hingga 80 persen," ungkap kader Golkar ini.

          Kata Airlangga, penguatan daya saing industri TPT nasional perlu dilakukan pula dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. "Kami bersama kementerian terkait, telah mendorong transformasi pendidikan SMK melalui vocational training," tutur Airlangga.

          Dalam hal tersebut, Kementerian Perindustrian menginisiasi program pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dan industri.

          "Kami telah meluncurkan program ini di beberapa provinsi, yakni Jawa Timur serta Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pada pekan depan akan dilanjutkan di Jawa Barat, hingga nantinya ke Sumatera dan wilayah lainnya di Indonesia," papar Airlangga.

          Pada 2019, ditargetkan jumlah peserta yang akan terlibat dalam program tersebut mencapai satu juta orang. Upaya lain yang dilakukan Kemenperin adalah memfasilitasi peremajaan mesin dan peralatan industri TPT.

          Selain itu, Kemenperin tengah menggodok regulasi khusus untuk industri padat karya berorientasi ekspor, di mana akan mengatur tentang pemberian insentif fiskal berupa investment allowance. "Kami juga gencar mengajak masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri sebagai dukungan bagi pertumbuhan industri TPT nasional," tambah Airlangga.[ipe]

          Mon, 24/07/2017 - 05:29:00 +0700 http://www.skanaa.com/en/news/detail/airlangga-dorong-industri-tpt-perluas-pasar-ekspor http://www.skanaa.com/en/news/detail/airlangga-dorong-industri-tpt-perluas-pasar-ekspor
          POP sUGAR: Anak Sulit Makan Buah? Siasati dengan Ragam Muffin Buah Enak dan Bergizi http://www.skanaa.com/en/news/detail/pop-sugar-anak-sulit-makan-buah-siasati-dengan-ragam-muffin-buah-enak-dan-bergizi

          SELAIN enggan mengonsumsi sayuran di waktu makan utama, kebanyakan anak-anak juga cukup enggan menyantap buah-buahan sebagai pilihan jenis camilan.

          Padahal, sama halnya seperti sayuran. Asupan buah-buahan juga sangat diperlukan agar pola makan menjadi seimbang, sehingga kesehatan tubuh bisa terjaga dengan baik.

          Alih-alih memaksakan anak langsung memakan buah dengan disajikan sebagai buah potong. Sebaiknya, siasati dengan cara menyertakan buah dalam bentuk kudapan seperti muffin yang notabene disenangi oleh anak-anak. Misalnya dengan membuat muffin apel dan muffin pisang dengan yogurt, yang bisa dikonsumsi saat sarapan ataupun bekal camilan sehat ke sekolah. Penasaran seperti apa resep pembuatannya? Baca ulasannya di bawah ini, sebagaimana dikutip Amummytoo.

          Muffin apel stroberi

          Bahan-bahan;

          2 buah apel;

          3 butir telur;

          100 gram tepung (kalau bisa pilih tepung berjenis gluten-free);

          2 sendok teh kayu manis;

          2 sendok makan sirup maple;

          80-120 ml minyak zaitun atau minyak kelapa (untuk pertama kali cukup gunakan 80 ml, jika adonan muffin terlihat kering baru tambahkan lagi);

          50 gram stroberi yang sudah dikeringkan;

          Cara membuat:

          1. Panaskan oven dengan suhu 200 derajat celcius;

          2. Ambil wadah, kocok telur lalu campurkan dengan sirup maple dan minyak zaitun;

          3. Parut apel, lalu masukkan parutan apel ini ke dalam adonan kocokan telur, tambahkan potongan stroberi, aduk merata;

          4. Masukkan isian muffin ke dalam tepung, dengan menggunakan sendok;

          5. Tuang adonan muffin ke dalam kertas cetakan muffin, lalu panggang dalam oven selama kurang lebih 20 menit hingga muffin matang dan berubah warna menjadi kuning keemasan dan bagian tengah adonan masak;

          6. Tusukkan garpu atau pisau ke dalam bagian tengah, untuk memastikan apakah muffin sudah benar-benar matang atau tidak. Jika pisau atau garpu begitu dicabut terlihat bersih, tidak ada adonan muffin yang melekat maka muffin sudah benar-benar matang.

          7. Keluarkan dari oven, sajikan.

          Muffin pisang dengan yogurt

          Bahan-bahan;

          256 gram buckwheat flour (atau bisa diganti dengan tepung jenis wholemeal atau spelt flour);

          128 gram rolled oats;

          4 sendok makan madu;

          2 butir telur

          190 gram greek low fat yogurt;

          2 buah pisang matang (hancurkan hingga halus);

          50 gram buah beri beku (stroberi atau blueberi);

          1 sendok teh kayu manis bubuk;

          60 ml minyak zaitun;

          1/2 sendok teh esens vanila

          1/2 sendok teh bubuk soda bikarbonat;

          Cara membuat;

          1. Panaskan oven dalam suhu temperatur 180 derajat celcius;

          2. Ambil wadah mangkuk berukuran besar, masukkan semua bahan-bahan yang kering, aduk merata;

          3. Dalam wadah terpisah yang lebih kecil, masukkan telur, madu, minyak zaitun, vanila, dan yogurt. Aduk hingga semua bahan tercampur rata;

          3. Campurkan adonan telur tersebut ke dalam adonan kering yang ada di mangkuk besar. Aduk lagi sampai rata;

          4. Masukkan pisang yang sudah dihancurkan halu, serta potongan buah beri. Lipat adonan (jika adonan terlihat seperti menggumpal, tidak apa-apa);

          5. Olesi kertas atau cup cetakan loyang muffin dengan minyak zaitun atau butter;

          6. Masukkan adonan muffin ke dalam cetakan, panggang dalam oven selama kurang lebih 20-30 menit;

          7. Tusukkan garpu atau pisau ke dalam bagian tengah, untuk memastikan apakah muffin sudah benar-benar matang atau tidak. Jika pisau atau garpu begitu dicabut terlihat bersih, tidak ada adonan muffin yang melekat maka muffin sudah benar-benar matang;

          8. Keluarkan dari dalam oven. Demikian seperti dilansir Healthymummy.

          Mon, 24/07/2017 - 05:21:26 +0700 http://www.skanaa.com/en/news/detail/pop-sugar-anak-sulit-makan-buah-siasati-dengan-ragam-muffin-buah-enak-dan-bergizi http://www.skanaa.com/en/news/detail/pop-sugar-anak-sulit-makan-buah-siasati-dengan-ragam-muffin-buah-enak-dan-bergizi
          Im Siwan Jadi Serius dan Dingin di Drama The King In Love http://www.skanaa.com/en/news/detail/im-siwan-jadi-serius-dan-dingin-di-drama-the-king-in-love

          Yoona dipasangkan dengan Im Siwan dalam drama The King In Love. Bertema drama sejarah, Yoona berperan sebagai Eun San, putri cantik dari pria terkaya di Goryeo. Im Siwan, anggota dari grup Idol ZE:A kembali ke layar televisi dalam The King In Love sejak menjadi pemeran utama dalam drama Incomplete Life tiga tahun yang lalu.

          Read More...

          Mon, 24/07/2017 - 05:20:14 +0700 http://www.skanaa.com/en/news/detail/im-siwan-jadi-serius-dan-dingin-di-drama-the-king-in-love http://www.skanaa.com/en/news/detail/im-siwan-jadi-serius-dan-dingin-di-drama-the-king-in-love
          KPAI: Maraknya Kasus Perisakan Jadi PR Hari Anak Nasional http://www.skanaa.com/en/news/detail/kpai-maraknya-kasus-perisakan-jadi-pr-hari-anak-nasional

          REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maraknya kasus perisakan atau bullying di berbagai tingkat satuan pendidikan memerlukan langkah preventif, antisipatif, dan rehabilitatif. Ketua KPAI, Asrorun Ni'am Soleh meminta Kemendikbud melakukan langkah-langkah serius untuk mencegah dan menanggulangi perundungan di berbagai satuan pendidikan.

          "Pemerintah memiliki janji yang terhutang untuk penerbitan peraturan presiden tentang pencegahan dan penanggulangan terhadap perundungan di satuan pendidikan. Leading sector-nya adalah Kemendikbud, dan hingga kini belum selesai," kata Asrorun Ni'am Soleh, Ahad (23/7).

          Asrorun menilai keberulangan terjadinya perundungan, baik secara langsung atau tidak langsung,diakibatkan lambannya Kemendikbud menyelesaikan aturan ini. Ia menjelaskan pelaku kekerasanyang masih usia anak,harus memperoleh penanganan khusus, dengan menggunakan pendekatan pemulihan atau restoratif.

          Ia menekankan langkah yang diambil tidak boleh mengedepankan pendekatan punitif yang justru mematikan masa depan anak,menghilangkan hak dasarnya, serta semakin mendorong anak untuk terus melakukan tindakan yang salah tanpa upaya pemulihan. Menurutnya, kebijakan yang ditempuh tidak boleh emosionalseperti memecat atau mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP).

          Ketua KPAI ini meminta pemerintah dan pemerintah daerah agar serius melakukan langkah-langkah radikal untuk mencegah dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran anak.

          Apalagi dalam Undang-Undang Pemerintahan Daerah, menurut Asrorun, perlindungan anak merupakan kewenangan wajib pemerintah daerah. KPAI meminta semua pihak untuk membangun budaya ramah anak sejak usia dini.

          "Pola pengasuhan positif perlu dikembangkan sebagai langkah prefentif. Selain itu, masyarakat agar tidak abai atas potensi pelanggaran anak di lingkungannya, karena kapanpun dan dimanapun kekerasan dapat terjadi," ujar Asrorun.

          Berita Terkait
          • Jokowi: Anak di Bawah 13 Tahun tidak Boleh Bermain Facebook
          • KPAI: Penanganan Perisakan Jangan Emosional
          • 'Kunci Perlindungan Anak Berasal dari Orang Tua'
          Berita Lainnya
          • Usai KTT G20, PM Turnbull ke Prancis Naik Jet Pribadi Macron
          • Warga Medan Serahkan Koin Senilai Rp 700 Ribu ke Pemerintah
            • Mon, 24/07/2017 - 05:20:08 +0700 http://www.skanaa.com/en/news/detail/kpai-maraknya-kasus-perisakan-jadi-pr-hari-anak-nasional http://www.skanaa.com/en/news/detail/kpai-maraknya-kasus-perisakan-jadi-pr-hari-anak-nasional Tahap Awal BIJB Akan Beroperasi dengan Satu Runway http://www.skanaa.com/en/news/detail/tahap-awal-bijb-akan-beroperasi-dengan-satu-runway JPNN.com, BANDUNG - PT Angkasa Pura (AP) II akan menjadi operator atau pengelola Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), yang terletak di Kertajati, sekitar 68 km dari Bandung.

              Read More...

              Mon, 24/07/2017 - 05:16:00 +0700 http://www.skanaa.com/en/news/detail/tahap-awal-bijb-akan-beroperasi-dengan-satu-runway http://www.skanaa.com/en/news/detail/tahap-awal-bijb-akan-beroperasi-dengan-satu-runway