0
Thumbs Up
Thumbs Down

Alat Parkir Meter Kerek Pendapatan Pemprov DKI

inilahcom
inilahcom - Thu, 07 Dec 2017 19:44
Dilihat: 83
Alat Parkir Meter Kerek Pendapatan Pemprov DKI
INILAHCOM, Jakarta - Pihak PT Mata Biru menyebut alat parkir meter di tiga lokasi Terminal Parkir Elektronik (TPE) yang menjadi percontohan sejak 2015, efektif menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemprov DKI Jakarta.
Selain itu, penggunakan alat parkir meter meminimalisir terjadinya kebocoran pendapatan daerah sektor perparkiran. Hal itu disampaikan PT Mata Biru menanggapi adanya pemberitaan di media yang menyatakan kebocoran pendapatan parkir dari alat parkir meter, sehinga Pemprov DKI Jakarta menghentikan operasi tiga TPE yang menjadi percontohan sejak 2015 di tiga lokasi, yakni di Jalan Sabang, Jalan Falatehan dan di Jalan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
"Dengan meningkatnya pendapatan parkir untuk Pemprov DKI dari Rp 500 ribu per hari ke Rp 12 juta per hari artinya tingkat kebocoran sudah diminimalisir dan pendapatan Pemprov DKI dari perparkiran cukup besar dibandingkan menggunakan cara konvensional/karcis," kata Vice CEO PT Mata Biru, Kemas Ilham Akbar kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/12/2017).
Kemas mengatakan, pihaknya sudah menjalankan tugasnya sesuai prosedur sebagai pihak ketiga yang dipercaya Pemprov DKI Jakarta untuk mengelola jasa perparkiran di DKI Jakarta. "Kami sudah sangat tegas menjalankan SOP, kalau ada yang melanggar atau curang kami tindak tegas pula. Mulai dari teguran sampai pemecatan dan itu semua sudah kami lakukan," tegasnya.
Ia menjelaskan, PT Mata Biru merupakan pelopor penerapan parkir tepi jalan on street dengan menggunakan TPE, sudah cukup efektif menekan kebocoran pendapatan parkir dan meningkatkan PAD Pemprov DKI Jakarta. "Contoh yang di Jalan Sabang, dulu dapat Rp 500 ribu per hari, sekarang dapat Rp 12 juta per hari, dan daerah lainya sama seperti itu," ujarnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI melalui Dinas Perhubungan DKI Jakarta memutus kontrak PT Mata Biru sebagai pihak ketiga pengelola jasa perparkiran di DKI Jakarta untuk di tiga lokasi yakni di Jalan Sabang, Jalan Falatehan dan di Jalan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Kontrak tersebut diputus lantaran hasil evaluasi internal auditor terkait bagi hasil pendapatan, kegiatan pengelolaan, utamanya dari sisi pelayanan kepada jasa parkirnya yang tidak memenuhi Key Performance Indicators (KPI), baik sisi biaya maupun pendapatanya.
Terkait pemutusan kontak tersebut, Kemas mengatakan, saat ini, sedang dilakukan perpanjangan kontrak. "Sekarang kami sedang berupaya untuk menindak lanjuti kontrak kerja kami, melalui mekanisme yang ada," jelasnya.
Soal adanya wacana untuk kembali menggunakan karcis parkir sebagai mekanisme pembayaran lahan parkir, pihaknya menilai langkah itu sebuah kemunduran bagi pelayanan parkir khususnya di DKI Jakarta.
"Sayang sekali kalau apa yang sudah baik ini lalu kemudian menjadi mundur. Masa semua sudah pakai uang elektornik (e-Money) untuk cegah kebocoran, koq kembali ke zaman batu, harusnya kita semakin maju dong," papar Kemas. [tar]
Sumber: inilahcom

Alat Parkir Meter Kerek Pendapatan Pemprov DKI

Alat Parkir Meter Kerek Pendapatan Pemprov DKI

Alat Parkir Meter Kerek Pendapatan Pemprov DKI

Alat Parkir Meter Kerek Pendapatan Pemprov DKI

Alat Parkir Meter Kerek Pendapatan Pemprov DKI

Berita Populer Dari inilahcom
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
Rumah
rumah123
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush