0
Thumbs Up
Thumbs Down

Dalam Setahun Kemenkominfo Tutup 800-an Situs

Republika Online
Republika Online - Fri, 21 Apr 2017 18:54
Dilihat: 51
Dalam Setahun Kemenkominfo Tutup 800-an Situs

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR - Pemerintah tidak berkompromi dengan situ-situs yang berkonten negatif. Karena itu kata Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Rosarita Niken Widiastuti, pihaknya sudah menutup lebih dari 800-an situs-situs negatif itu.

"Sejak setahun lalu, kami sudah menertibkan mereka. Jumlahnya lebih dari 800-an," kata Niken di Denpasar, Bali.
Hal itu dikemukakan Niken, Jumat (21/4), dalam presentasinya di acara Editor Forum yang digelar Kemenkominfo bagi para pemimpin redaksi dan pengelola media di Bali. Selain Niken, sejumlah pengamat pers dan media sosial ikut menyampaikan uraiannya.

Niken mengatakan, kendati sudah banyak situs-situs yang ditutup, namun situs baru yang muncul, jumlahnya lebih banyak lagi. Karena itu pemerintah menganggap sangat penting memberi pemahaman kepada masyarakat tentang berita-berita bermuata negatif.

"Masyarakat harus mengetahui, mana berita hoak, mana berita porno, berita yang mengadu domba. Mereka harus tahu untuk menghindari dampak-dampak negatif dari media sosial," kata Niken.

Dikatakannya, saat ini sebanyak 132 juta masyarakat Indonesia yang menggunakan internet dan mereka bermain internet sudah dimulai sejak baru bangun tidur, sampai hendak menjelang tidur. Kalau mereka tidak dibentengi dengan pengetahun tentag mana berita yang baik dan negatif, maka akibatnya akan sangat cepat menyebar di tengah masyarakat.

Pengamat media, Anton Muhajir mengatakan, kesalahan yang ditimbulkan oleh media, tidak bisa ditumpukan sepenuhnya kepada media sosial. Media mainstream juga bisa melakukan kekeliruan, dengan bersama-sama menganggap seuatu yang keliru sebagai sesuatu yang benar.

Sementara peserta diskusi, Edi Yakub dari Kantor Berita Antara mengatakan, media mainstream berbeda dengan media sosial. Dia menyebut media mainstream masih bisa dikendalikan karena adanya verifikasi setiap berita, termasuk adanya redaktur yang memeriksa kembali berita-berita yang akan diturunkan. "Kalau media sosial kan beda. Asal ada berita langsung dishare, langsung disebar. Ini yang berbahaya," katanya.


Berita Terkait
  • Politik Uang, 'Berhentilah Merendahkan Kedaulatan Rakyat'
  • Menhub Dorong Industri Maritim Bersosialisasi Secara Internasional
  • Kartini Buktikan Peran Perempuan tak Hanya Urusan Dapur-Sumur-Kasur
Berita Lainnya
  • Interior Minister awaits recommendation from Supreme Court related to Ahok status
  • Polisi Tangkap Pemeras Bermodus Juru Parkir

Dalam Setahun Kemenkominfo Tutup 800-an Situs

Dalam Setahun Kemenkominfo Tutup 800-an Situs

Dalam Setahun Kemenkominfo Tutup 800-an Situs

Dalam Setahun Kemenkominfo Tutup 800-an Situs

Dalam Setahun Kemenkominfo Tutup 800-an Situs

Berita Populer Dari Republika Online
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
gopego
Rumah
rumah123
Love Indonesia
CENTROONE
Voice of America
Hello Pet
IDGEEKS
telsetNews
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Camargus
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali