0
Thumbs Up
Thumbs Down

Faisal: Cicilan Utang Bikin APBN Berdarah-darah

inilahcom
inilahcom - Sat, 17 Mar 2018 16:09
Dilihat: 655
Faisal: Cicilan Utang Bikin APBN Berdarah-darah

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom senior UI, Faisal Basri menilai, pemerintah mampu membayar utangnya yang mencapai Rp4.034,8 triliun. Hanya saja, APBN bisa bleeding alias berdarah-darah.

Faisal bilang, bunga atau imbal hasil (return) dari surat utang negara yang ditawarkan kepada investor, tergolong lumayan tinggi. Walhasil, beban bunga yang harus ditanggung pemerintah juga besar. "Kita masih mampu bayar ga? Masih mampu tapi persentase APBN yang dialokasikan untuk bayar utang makin naik karena kita semakin banyak berutang, menawarkan lebih banyak (surat utang), orang akan ambil surat utang kita, kalau bunga tinggi kan maka beban pembayaran bunga dari waktu ke waktu naik," kata Faisal saat berbincang dengan INILAHCOM di Jakarta, Sabtu (17/3/2018).

Faisal lantas membandingkan utang Indonesia dengan Jepang dan Amerika Serikat (AS). Memang, kata Faisal, jika patokannya rasio utang terhadap PDB (Produk Domestik Bruto), Indonesia tergolong rendah. Yakni berada di kisaran 28%-29%.

Namun, lanjut Faisal, baik Jepang maupun AS memiliki beban bunga yang relatif rendah ketimbang Indonesia. Apalagi jika nilai tukar rupiah terhadap US$ terus merosot, semakin berat beban keuangan negara.

"Indonesia utangnya itu net PDB rasio masih 30% beda sama Jepang yang sudah 200% tapi beban bunga di Jepang utangnya secara persentase jauh lebih rendah dari kita. AS juga 100% tapi beban utangnya lebih rendah dari kita," kata Faisal.

Jika beban bunga utang terus meningkat ini, lanjut Faisal, tentunya berdampak kepada APBN. Ibarat tubuh, APBn bisa mengalam i bleeding atau berdarah-darah. Lantaran harus membayar cicilan dan bunga utang yang besar."Jadi betul pemerintah masih punya keleluasaan untuk bayar cicilan dan bunga, tapi memang makin membebani (APBN)," katanya.

Akibatnya porsi anggaran dalam APBN bisa saja makin lama makin kecil, semisal porsi anggaran kesehatan bisa dipotong lantaran untuk membayar cicilan dan bunga utang yang sudah jatuh tempo,, apalagi dengan saat ini kondisi anggaran APBN yang boleh dibilang terbatas.

"Kalau cicilan dan bunga itu naik maka uang anggaran untuk kesehatan makin turun, pendidikan juga makin turun, kesehatan dan pendidikan bisa diundur, cicilan dan bunga utang harus dibayar tepat waktu. maka utang akan semakin membebani," Faisal mengakhiri. [ipe]

Sumber: inilahcom

Faisal: Cicilan Utang Bikin APBN Berdarah-darah

Faisal: Cicilan Utang Bikin APBN Berdarah-darah

Faisal: Cicilan Utang Bikin APBN Berdarah-darah

Faisal: Cicilan Utang Bikin APBN Berdarah-darah

Faisal: Cicilan Utang Bikin APBN Berdarah-darah

Berita Populer Dari inilahcom
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
Rumah
rumah123
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
idnation
inipasti
teknorush