0
Thumbs Up
Thumbs Down

Gerindra Ingatkan Aparat Bukan Alat Politik Kekuasaan

Republika Online
Republika Online - Sat, 20 May 2017 10:45
Dilihat: 47
Gerindra Ingatkan Aparat Bukan Alat Politik Kekuasaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus Partai Gerindra Muhammad Syafi'i alias Romo menyatakan, aparat penegak hukum harus menjadi aparat penegak hukum yang sesungguhnya. Jangan sampai aparat penegak hukum justru menjadi alat politik kekuasaan.

"Kita kan dari awal sudah menyatakan, aparat penegak hukum jadilah sebagai aparat penegak hukum yang sesungguhnya. Jangan berbalik menjadi alat politik kekuasaan," kata Romo saat dihubungi Republika, Jumat (19/5).

Anggota Komisi III DPR itu kemudian mengkaitkan penegakan hukum dengan kata 'gebuk' yang diucapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, ucapa Jokowi tersebut menginstruksikan agar para penegak hukum tak ragu untuk 'menggebuk' para pelanggar pencasila, konstitusi, dan hukum.

Romo kemudian mencontohkan kasus-kasus yang semestinya 'digebuk' aparat penegak hukum, namun hingga saat ini masih dibiarkan. Seperti contoh, deklarasi Minahasa Merdeka, penolakan Fahri Hamzah di Sulawesi Utara dan pengadangan Tengku Zulkarnain di Kalimantan Barat yang menurutnya, seharusbya bisa 'digebuk' aparat penegak hukum.

"Ada yang menyatakan Minahasa Merdeka ya gebuk. Fahri Hamzah, pejabat tinggi negara datang ke Sulawesi Utara dikejar-kejar, dikepung pake senjata tajam ya gebuk, itu melanggar hukum. Tengku Zulkarnain ke Kalimantan Barat, bahkan orang bawa senjata tajam sampai ke pintu pesawat, itu ya gebuk," ucap Fahri.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menekankan konstitusi harus menjadi pegangan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. "Yang mau menyampaikan aspirasi, silakan saja. Tapi harus dalam koridor hukum yang benar. Kalau tidak sesuai konstitusi, gebuk saja," kata Presiden.

Menurutnya, menyampaikan aspirasi merupakan bagian dari demokrasi. Cuma, kata Jokowi, segala aspirasi itu harus disampaikan dengan tetap menaati aturan hukum. Istilah 'gebuk' ini disampaikan Presiden beberapa kali dalam pertemuan tersebut. "Memang saya ngomong gebuk, tulis saja gebuk. Itu yang paling pas," ujar dia.

Berita Terkait
  • Buku Gratis untuk Masa Depan Anak Indonesia
  • Gerindra tak Terima Disebut Plin-plan Soal Hak Angket KPK
  • Tak Hanya Gebuk, Presiden Ingin Tendang Ormas Penentang Pancasila
Berita Lainnya
  • Pesan-Pesan Lucu dalam Karangan Bunga untuk Ahok
  • Potensi Korupsi di Lingkungan Polri Tinggi, Ini Alasan Kapolri
Berita Populer Dari Republika Online
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
gopego
Rumah
rumah123
Love Indonesia
CENTROONE
Voice of America
Hello Pet
IDGEEKS
telsetNews
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Camargus
Sehatly
ghiboo
Bayar listrik, air, telepon. Beli pulsa semua operator. Langsung dari Androidmu. Klik di sini
Bayarnet