0
Thumbs Up
Thumbs Down

Keberadaan Posko DVI Kapal Karam di Makassar Diperpanjang

Republika Online
Republika Online - Thu, 14 Jun 2018 00:17
Dilihat: 26
Keberadaan Posko DVI Kapal Karam di Makassar Diperpanjang

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Keberadaan Posko DVI terdiri atas pos pemeriksaan antemortem dan postmortem untuk penanganan korban kapal nelayan tenggelam di perairan Makassar, Selat Gusung akan diperpanjang sampai menemukan delapan korban yang masih hilang tersebut. 13 penumpang dilaporkan tewas dalam kecelakaan kapal jenis Jolloro, pada Rabu (13/6).

"Posko masih tetap diperpanjang sampai seluruh korban yang masih hilang itu ditemukan tim penyelamat untuk diidentifikasi," kata Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Sulsel, Kombes Polisi dr Raden Harjuno saat memberikan keterangan pers di Rumah Sakit Jalla Ammari TNI Angkatan Laut, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu.

Ketua DVI Regional Timur Indonesia ini mengatakan, setelah mengetahui adanya kejadian kapal nelayan tenggelam, pihaknya langsung memerintahkanpejabat Subbid Dokpol untuk membuka Posko DVI dengam menurunkan tim ke Lokasi penanganan. Posko DVI ini, kata Kombes Raden Harjuno terdiri atas post pemeriksaan antemortem dan post mortem.

Penanganan dilakukan Biddokkes yakni pengumpulan data antemortem dari pihak keluarga serta pengumpulan data postmortem dari jenazah. Selanjutnya, dilakukan rekonsiliasi yaitu pencocokan data antemortem dan postmortem. Setelah semua jenazah teridentifikasi maka dilakukan rilis kepada wartawan di rumah sakit setempat

"Seluruh korban yang meninggal dunia yang berada di Rumah Sakit Jalla Ammari TNI Angakatan Laut dari hasil diindentifikasi serta pencocokan maka semua dinyatakan lengkap. Keluarga bisa membawa pulang korban untuk dimakamkan," kata Raden.

Korban meninggal dunia sebanyak 13 orang, terdiri atas 11 wanita dan dua pria telah teridentifikasi semua. Selanjutnya, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikuburkan.

Kapal Jolloro tenggelam di perairan Paotere, Makassar, pada Rabu (13/6). Kapal nahas tersebut jenis longboat atau kapal penumpang digunakan sebagai transportasi antarpulau yang berisi 43 penumpang berangkat dari Pelabuhan Paotere menuju Pulau Baranglompo, Rabu pagi. Namun, di tengah perjalanan kapal oleng hingga terbalik ke laut.


Berita Terkait
  • Diduga Kelebihan Muatan, Nahkoda KM Arista Diamankan
  • Daftar 13 Korban Meninggal Kapal Karam di Makassar
  • Korban Tewas Kapal Karam di Selat Makassar 13 Orang
Berita Lainnya
  • Tim F1 akan Dapat Panduan Baru Aerodinamika Mobil 2019
  • Tim Ganjal Siap Bantu Pemudik Lalui Jalur Gentong

Keberadaan Posko DVI Kapal Karam di Makassar Diperpanjang

Keberadaan Posko DVI Kapal Karam di Makassar Diperpanjang

Keberadaan Posko DVI Kapal Karam di Makassar Diperpanjang

Keberadaan Posko DVI Kapal Karam di Makassar Diperpanjang

Keberadaan Posko DVI Kapal Karam di Makassar Diperpanjang

Berita Populer Dari Republika Online
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Rumah
rumah123
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
idnation