0
Thumbs Up
Thumbs Down

Menkominfo Apresiasi Respons CEO Telegram

Republika Online
Republika Online - Mon, 17 Jul 2017 21:24
Dilihat: 51
Menkominfo Apresiasi Respons CEO Telegram

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengapresiasi respons CEO Telegram Pavel Durov untuk membangun kerja sama dengan pihak Indonesia. Respons itu menyusul pemblokiran Kemenkominfo terhadap aplikasi asal Rusia tersebut dengan alasan mencegah konten terkait terorisme.

Rudiantara juga mengaku saat ini sudah meminta perusahaan Telegram membentuk tim teknis untuk berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia secara intens. "Kemenkominfo meminta Telegram menyiapkan tim teknis dan administrasi mendukung proses komunikasi dan koordinasi secara lebih intens," kata dia di Jakarta, Senin (17/7).

Menurutnya Durov telah menindaklanjuti permintaan Kemkominfo. Selain itu, ia berujar, Durov juga mengusulkan komunikasi khusus untuk proses penanganan konten negatif, seperti radikalisme dan terorisme.

"Saya mengapresiasi respons dari Pavel Durov tersebut dan Kemkominfo akan menindakanjuti secepatnya dari sisi teknis detail agar SOP bisa segera diimplementasikan," jelasnya.

Seperti dilaporkan sebelumnya Kemenkominfo pada Jumat telah meminta Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemutusan akses (pemblokiran) terhadap sebelas Domain Name System (DNS) milik situs aplikasi percakapan Telegram. Pemblokiran dilakukan karena banyak kanal yang ada di layanan tersebut dinilai bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, hingga paham kebencian yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Rudiantara mengaku sudah menerima email permintaan maaf dari CEO Instagram pascakejadian tersebut. "Saya sudah menerima e-mail mengenai permintaan maaf dari Pavel Durov, CEO Telegram, rupanya dia tidak menyadari adanya beberapa kali permintaan dari Kemkominfo sejak 2016," jelas dia kembali menambahkan.

Berita Terkait
  • Pemblokiran Telegram, 'Mudaratnya yang Dihilangkan'
  • Kemkominfo Minta Telegram Buka Perwakilan di Indonesia
  • Pengamat: Blokir Medsos Indonesia Seperti Korea Utara
Berita Lainnya
  • Usai KTT G20, PM Turnbull ke Prancis Naik Jet Pribadi Macron
  • Warga Medan Serahkan Koin Senilai Rp 700 Ribu ke Pemerintah
Berita Populer Dari Republika Online
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
gopego
Rumah
rumah123
Love Indonesia
CENTROONE
Voice of America
Hello Pet
IDGEEKS
telsetNews
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Camargus
Sehatly
ghiboo
Bayar listrik, air, telepon. Beli pulsa semua operator. Langsung dari Androidmu. Klik di sini
Bayarnet