0
Thumbs Up
Thumbs Down

Muktiono di "Zaman Now" Tinggalkan Polda Sulsel Dengan "Luka"

Inikata
Inikata - Sun, 19 Nov 2017 21:04
Dilihat: 70
Muktiono di "Zaman Now" Tinggalkan Polda Sulsel Dengan "Luka"

MAKASSAR,INIKATA.com- Kepala Kepolisian (Kapolda) Sulsel, Irjen Pol Muktiono secara resmi menjabat Koorsahli Kapolri setelah Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengeluarkan Surat Telegram (TR) Nomor ST/2750/XI/2017 Tanggal 16 November 2017 lalu.

Jenderal bintang dua tersebut menjabat selaku Kapolda Sulsel sejak 12 Desember 2016 lalu atau selama 11 bulan lamanya. Akan tetapi, kepindahannya ke Markas Besar (Mabes) Polri meninggalkan "Luka Berbekas" atau kata lain masih banyaknya kasus yang tak berhasil diselesaikan di Polda Sulsel.

Bahkan kasus itu sempat santer di masyarakat, Sulawesi Selatan yakni tersangka, Alexander alias Alex bos gudang ribuan butir obat terlarang. Tersangka tertangkap di Jalan Mallengkeri, Kecamatan Tamalate, Makassar beberapa waktu lalu.

Tersangka Alex pun dilepas oleh dua oknum anggota Polisi jajaran Polda Sulsel itu sendiri. Dimana oknum tersebut bertugas di Satuan Direktorat Reserse Narkoba yakni AKBP Darwis selaku Kasubdit II Ditresnarkoba Polda, beserta Kanitnya.

Hingga bergulirnya kasus itu, oknum polisi yang terlibat malah ditempatkan pada posisi bidang Analisis Kebijakan Muda Bintibluh Ditbinmas Polda Sulsel, AKBP Darwis pun belum menjalani sidang disiplin dan sidang kode etik yang semestinya dilakukan.

Selain itu, sepanjang tahun 2017 sederet kasus juga belum terselesaikan seperti halnya 9 oknum polisi terlibat peredaran narkotika jenis sabu-sabu belum jelas.

Sedangkan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor), putra kelahiran 19 Agustus 1963, Surabaya, Jawa Timur ini juga telah dianggap gagal memimpin Polda Sulsel karena belum juga menyelesaikan belasan kasus Tipikor yang ditangani.

Bukan hanya itu, kasus-kasus lainnya tak mampu diselaikan oleh Irjen Pol Muktiono seperti korupsi pemasangan pipa PVC fiktif Dirjen Cipta Karya di 10 kabupaten dan kota, Kasus Pipa Fiktif Palopo, Kasus Kandang Ayam Palopo, Kasus Dana hibah Masjid Agung Palopo, Kasus Bimtek Enrekang, Kasus RS Enrekang.

Kemudian, beberapa kasus lama yang sampai hari ini diduga mandek dan hanya jalan di tempat tanpa ada titik terang diantaranya, kasus Bandara Mangkendek, Kasus dugaan korupsi CPI, Kasus DID Luwu Utara dan beberapa kasus Tipikor lainnya.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengklaim pihak Polda Sulsel sendiri telah berhasil menyelamatkan uang yang merupakan hasil penanganan kasus korupsi sepanjang tahun 2017.

"Kerugian negara yang berhasil diselamatkan Reskrimsus mencapai Rp5.472.972.349," rinci Dicky, Senin (30/10/2017) lalu di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Dicky merinci lagi, Rp5.065.276.749 diselamatkan oleh Subdit III Tindak Pidana Korupsi Tipikor Polda. Sementara itu Rp407.695.600 yang diselamatkan oleh Polres jajaran Polda Sulsel.

Adapun jumlah kasus yang ditangani dalam pengembalian kerugian negara tersebut sebanyak 50. "Jumlah LP 50 dan kasus yang dinyatakan lengkap (P21) sebanyak 37 kasus," tambahnya lagi.

Sementara dari catatan Anti Corruption Commuter (ACC) Sulawesi sejumlah kasus yang ditinggalkan Irjen Pol Muktiono rata rata tidak tuntas dan belum sampai ke persidangan.

Wadir ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun mengatakan, Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono memang produktif dalam menangani kasus tapi dalam penuntasan kasus Muktiono nol, hanya satu kasus yang hampir tahap 2.

"Ini kesannya cuci tangan, apalagi kita tahu Kapolda Muktiono selama 11 bulan ini kita lihat produktif dalam jumlah kasus, tapi dalam penuntasan kasus dia nol, baru 1 yang hampir tahap II," sebutnya, Minggu (19/11/2017).

Kadir mengaku, mutasi jabatan biasanya menjadi salah satu upaya membuat kasus lama terkubur, padahal secara prosedural, setiap kasus yang teregister tidak bisa tidak, harus disikapi pimpinan baru.

"Sebut saja, setiap kali diminta komitmennya, tidak jarang jawaban yang didapatkan malah mengecewakan, bahkan seolah olah kasus lama itu bukan merupakan tanggung jawab pimpinan baru," katanya.

Menurut Kadir, Kapolda baru saat ini diharapkan dapat berkomitmen, dan menuntaskan kasus kasus lama dan memberi motivasi pada bidang tipikor agar tidak main main dalam kasus kasus korupsi.

"Kita harap, kritikan ini dapat membangun, sebab kita sangat prihatin melihat kasus kasus yang tiap kapolda berganti tidak digubris, padahal kasus kasus lama yang ditangani polda ini sangat berpengaruh pada keuangan negara, pada masyarakat Sulsel pada khususnya," harapnya. (**)

Sumber: Inikata

Muktiono di "Zaman Now" Tinggalkan Polda Sulsel Dengan "Luka"

Muktiono di "Zaman Now" Tinggalkan Polda Sulsel Dengan "Luka"

Muktiono di "Zaman Now" Tinggalkan Polda Sulsel Dengan "Luka"

Muktiono di "Zaman Now" Tinggalkan Polda Sulsel Dengan "Luka"

Muktiono di "Zaman Now" Tinggalkan Polda Sulsel Dengan "Luka"

Berita Populer Dari Inikata
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Rumah
rumah123
Love Indonesia
CENTROONE
Voice of America
Hello Pet
IDGEEKS
telsetNews
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Camargus
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali