0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pemprov Sumbar Ancam Tenggelamkan Kapal Pembom Ikan

Republika Online
Republika Online - Sun, 13 Aug 2017 16:53
Dilihat: 31
Pemprov Sumbar Ancam Tenggelamkan Kapal Pembom Ikan

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Pemerintah Provinsi Sumatra Barat nampaknya ikut geram dengan praktik penangkapan ikan secara ilegal, termasuk dengan menggunakan bom ikan. Bahkan, Pemprov menyatakan keinginannya untuk mengikuti jejak Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk menenggelamkan kapal pelaku illegal fishing.

Hal ini setelah Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit mendengar curhatan langsung dari nelayan yang biasa melaut di perairan Tiku-Agam. Nelayan kerap menemukan bekas ledakan bom yang merusak terumbu karang.

Arman, nelayan yang ditemui rombongan Pemprov Sumbar, mengungkapkan, besar kemungkinna pelaku pengemboman ikan bukan berasal dari Sumbar. Menurutnya, nelayan di Sumbar tidak pernah melakukan penangkapan ikan dengan bom.

Nasrul menegaskan, untuk menindaklanjuti temuan di lapangan ini, maka Pemprov dan Pemkab perlu duduk bersama untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam upaya mengembalikan potensi laut Sumatra Barat. Meski pengelolaan potensi kelautan dan perikanan sudah dialihkan ke provinsi sepenuhnya, Nasrul meminta agar pemerintah kabupaten dan kota tetap aktif melakukan sosialisasi penangkapan ikan dengan cara-cara legal.

"Kejahatan illegal fishing tidak ada ampunnya. Tangkap dan proses, jika perlu kapalnya ditenggelamkan, agar jera dan menjadi perhatian bagi nelayan yang masuk ke wilayah perairan Sumatra Barat," jelas Nasrul saat melakukan kunjungan lapangan ke Perairan Tiku-Agam, Ahad (13/8).

Menurut pengakuan para nelayan, ikan hasil tangkapan bisa bernilai Rp 1,5 juta dalam sekali melaut. Nilai tangkapan bahkan semakin meningkat setelah ada bantuan alat pendeteksi ikan sumbangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar.


"Namun, kondisi saat ini badai dan hujan, menjelang hari raya Idul Adha ini cuaca amat cepat berubah dan tak menentu walau hitungan tanggalnya tidak demikian di bulan biasa," ujar Arman.

Berita Terkait
  • Australia Deportasi Nelayan NTT
  • DiCaprio Luncurkan Teknologi Pemantau Illegal Fishing
  • Indonesia Dukung Deklarasi Perangi IUU Fishing
Berita Lainnya
  • Usai KTT G20, PM Turnbull ke Prancis Naik Jet Pribadi Macron
  • Warga Medan Serahkan Koin Senilai Rp 700 Ribu ke Pemerintah
Berita Populer Dari Republika Online
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
gopego
Rumah
rumah123
Love Indonesia
CENTROONE
Voice of America
Hello Pet
IDGEEKS
telsetNews
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Camargus
Sehatly
Hetanews
Inikata