0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ringankan Jen Tang, Guru Besar Unhas Makassar Jadi Saksi

Inikata
Inikata - Mon, 20 Nov 2017 15:40
Dilihat: 43
Ringankan Jen Tang, Guru Besar Unhas Makassar Jadi Saksi

MAKASSAR, INIKATA.com - Prof Said Karim, salah satu guru besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang juga sekaligus pakar hukum hadir sebagai saksi ahli sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Senin (20/11/2017)

Kehadiran Prof Said Karim, terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap tersangka Soedirjo Aliman alias Jen Tang. Said Karim juga dikenal sebagai pembicara dalam kegiatan-kegiatan anti korupsi di Kota Makassar.

Diberitakan sebelumnya, Soedirjo Aliman alias Jentang selaku tersangka TPPU mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar karena menilai penetapan dirinya sebagai tersangka dugaan TPPU oleh penyidik Kejati Sulselbar tidak sesuai prosedur, Kamis 16 November 2017.

Dalam gugatannya, Jen Tang melalui Penasehat Hukumnya, Zamzam menilai penyidik salah secara prosedural dengan alasan tidak memeriksa saksi-saksi dan alat bukti sesuai ketentuan putusan Mahkamah Konstitusi No.21/12/2014.

Selain itu, ia juga menilai penyidik keliru karena menetapkan Jen Tang selaku tersangka dengan menggunakan sprindik yang telah digunakan dalam kasus dugaan korupsi yang telah menetapkan tiga orang terdakwa yakni Sabri, Rusdin dan Jayanti.

"Alat buktinya kita pertanyakan, terlebih sprindik yang dijadikan dasar adalah sprindik terdakwa Rusdin, Jayanti dan Sabri yang pada dasarnya belum terbukti bersalah secara hukum dan belum ada keputusan yang mengikat," ujar Zamzam.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Salahuddin mengaku apa yang telah dilakukan penyidik pada dasarnya sudah melalui prosedur dengan tepat.

"Intinya kita merasa tidak ada yang salah, alat bukti sudah mencukupi," singkatnya.

Wakil Direktur Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Kadir Wokanubun mengatakan tugas utama seorang akademisi adalah mendidik. Menjadi ahli dalam menemukan kebenaran suatu kasus kata dia, sah sah saja.

Namun seorang pendidik terang dia, harus menjaga nilai nilai integritasnya, nilai-nilai yang sangat dijunjung tinggi di dunia akademik yang sangat terhormat.

"Seorang pendidik jangan sampai terjebak dalam kepentingan para terduga korupsi hanya karena dibayar mahal untuk menjadi ahli dengan dalih profesionalisme," tuturnya.

Kadir menambahkan, sudah saatnya seorang akademisi harus dapat membedakan antara kepentingan mengungkap kebenaran dalam sebuah kasus. Bukan justru sebaliknya yang terkesan mencari pembenaran seorang terdakwa korupsi.

"Karena bagi saya akademisi adalah profesi yang sangat terhormat sehingga harus dapat memilah siapa, bagaimana posisi kasus yang akan dia nilai dalam kapasitas keilmuannya," ujarnya.

Lebih lanjut kata Kadir, seorang akademisi tentunya mengetahui spirit pemberantasan korupsi yang dapat dimaknai sebagai pengabdian pada masyarakat.

"Ini yang menjadi spirit tridarma perguruan tinggi. Sebagai akademisi tentunya mempunyai tanggung-jawab moral dalam hal pemberantasan korupsi bukan sebaliknya justru melakukan pembelaan terhadap tersangka korupsi atau ikut andil ambil bagian dari prilaku koruptor," tutup Kadir.(**)

Sumber: Inikata

Ringankan Jen Tang, Guru Besar Unhas Makassar Jadi Saksi

Ringankan Jen Tang, Guru Besar Unhas Makassar Jadi Saksi

Ringankan Jen Tang, Guru Besar Unhas Makassar Jadi Saksi

Ringankan Jen Tang, Guru Besar Unhas Makassar Jadi Saksi

Ringankan Jen Tang, Guru Besar Unhas Makassar Jadi Saksi

Berita Populer Dari Inikata
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Rumah
rumah123
Love Indonesia
CENTROONE
Voice of America
Hello Pet
IDGEEKS
telsetNews
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Camargus
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali