0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tak Kunjung Dapat SHM, Penghuni Apartemen Gardenia Boulevard akan Gugat Pengembang

Republika Online
Republika Online - Sat, 18 Feb 2017 00:22
Dilihat: 25
Tak Kunjung Dapat SHM, Penghuni Apartemen Gardenia Boulevard akan Gugat Pengembang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para pemilik unit apartemen Gardenia Boulevard berencana menggugat pihak pengembang ke Pengadilan Negeri Jakata Selatan. Pasalnya, mereka tak kunjung dapat sertifikat hak milik (SHM) dari unit yang telah dibeli sejak tahun 2009 silam.

Puluhan penghuni pun menggelar unjuk rasa di depan apartemen tersebut di Jalan Warung Jati 12, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Jumat (17/2) siang. Berdasarkan pantauan Republika di lokasi, mereka terus berteriak agar pengembang mengeluarkan sertifikat tersebut.

Salah seorang penghuni apartemen yang kesal karena tak dapat sertifikat adalah Mirawati. Ia bersama puluhan penghuni lainnya meminta agar pihak pengembang memberikan sertifikat tersebut. "Sertifikat tidak ada. Berkali-kali kami meminta penjelasan, mereka malah menyalahkan Pemda DKI," ujar Mirawati kepada wartawan di lokasi, Jumat (17/2).

Selain itu, mereka juga memprotes pihak pengelola yang selama ini tidak transparan dalam pengelolaan iuran bulanan. Ketua Forum Warga Gardenia Boulevard, Reza Fahmi, mengatakan berdasarkan UU Nomor 20 tahun 2011 tentang rumah susun, seharusnya PT Surya Sentosa sebagai pengembang juga memfasilitasi dibentuknya Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) agar penghuni juga dapat terlibat dalam pengelolaan iuran.

Reza mengungkapkan sampai sekarang pembentukan PPPSRS dengan penghuni sebagai pengurusnya itu belum difasilitasi oleh PT. Surya Sentosa. Pengembang berdalih UU Nomor 21 tahun 2011 tersebut tidak dapat diterapkan di apartemen Gardenia Boulevard karena rumah susun tersebut dianggap sebagai hunian komersial. "Badan pengelola masih dipegang PT Surya Sentosa, sementara itu banyak fasilitas umum yang rusak dan tidak terpelihara," kata Reza.

Di samping dua hal tersebut, Reza mengatakan para penghuni juga menolak rencana pengelola yang berencana membangun hotel di area apartemen. Pasalnya, tamu-tamu hotel tersebut dikhawatirkan bakal menganggu privasi penghuni apartemen. " Rencana pembangunan hotel itu juga tidak dibicarakan terlebih dahulu dengan pemilik atau penghuni," jelas Fahmi.

Berita Terkait
    Berita Lainnya
    • Interior Minister awaits recommendation from Supreme Court related to Ahok status
    • Polisi Tangkap Pemeras Bermodus Juru Parkir
    Berita Populer Dari Republika Online
    PARTNER KAMI
    JPNN
    Republika Online
    LIPUTAN6
    okezone
    BBC
    bintang
    bola
    inilahcom
    gopego
    Rumah
    rumah123
    Love Indonesia
    CENTROONE
    Voice of America
    Hello Pet
    IDGEEKS
    telsetNews
    Jakarta Kita
    Indonesia Raya News
    IOTOMOTIF
    RajaMobil
    Mobil123
    Otospirit
    MakeMac
    TEKNOSAINS
    MotorExpertz
    Mobil WOW
    Kpop Chart
    salamkorea
    Perempuan
    slidegossip
    Hotabis
    INFOJAMBI
    Japanese STATION
    SeleBuzz
    MuterFilm
    Citra Indonesia
    OTORAI
    Camargus
    Sehatly
    ESENSI
    ghiboo
    CAKRA FM
    Bayar listrik, air, telepon. Beli pulsa semua operator. Langsung dari Androidmu. Klik di sini
    Bayarnet