0
Thumbs Up
Thumbs Down

Teknologi AI Digunakan untuk Deteksi Efek Samping Obat

Teqnoforia
Teqnoforia - Tue, 17 Jul 2018 22:07
Dilihat: 62

Kemajuan yang sangat signifikan pada teknologi Artificial Intelligence (AI) saat ini sudah dapat membantu para peneliti untuk memprediksi efek samping obat-obatan.

Dengan adanya informasi ini, pasien akan sangat terbantu dalam meningkatkan keselamatan dirinya dari dampak yang ditimbulkan sebuah obat.

Yang sudah diketahui sebelumnya banyak dari pasien yang diharuskan meminum lebih dari lima obat per hari. Akan tetapi, terkadang mereka tidak memahami apa yang akan mereka rasakan setelah meminumnya.

Berdasarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, persentase orang yang setidaknya memakai satu obat yang sudah diresepkan dalam 30 hari terakhir adalah 48,9 persen.

Sedangkan, persentase orang yang memakai tiga atau lebih obat resep dalam 30 hari terakhir sejumlah 11,9 persen. Data di AS ini menggambarkan banyak negara lainnya yang berpenghasilan tinggi.

Mulai dari penggunaan aspirin hingga resep obat paling ampuh di pasar, semuanya memiliki efek samping tertentu baik kecil maupun serius. Seperti, obat apapun yang efektif dapat menimbulkan efek mual dan sakit perut.

Selain itu, beberapa orang dapat mengalami alergi seperti ruam atau bahkan mulut kering. Dalam skala yang serius efek samping obat dapat menyebabkan pendarahan internal.

Meski efek samping obat tertentu umumnya diketahui, dilema bagi petugas medis adalah rumitnya mengetahui efek samping obat-obatan dalam hubungan satu sama lain. Pasalnya kombinasi multi obat tidaklah praktis.

Sebagai gambaran, setidaknya ada sekitar 5.000 obat berlisensi dengan 1.000 efek samping yang diketahui. Artinya ada 125 miliar kemungkinan efek samping setelah obat yang berbeda dipakai.

Kabar baiknya, ilmuwan komputer dari Standford University sudah meneliti bagaimana memprediksi efek samping dari kombinasi obat-obatan dengan menggunakan teknologi AI.

Sistem baru yang disebut Decagon ini dibuat untuk membantu para dokter membuat keputusan yang lebih tepat mengenai obat yang diresepkan.

Platform ini juga dapat memiliki potensi untuk menawarkan jalur peneliti guna menemukan kombinasi obat-obatan baru dalam mengobati penyakit kompleks.

Decagon dilatih menggunakan deep learning untuk menguji platform pada kombinasi obat yang diketahui.

Dilansir dari Digital Journal, saat ini teknologi AI hanya dapat menilai kombinasi obat. Tujuannya di masa mendatang adalah menggunakan sistem untuk tiga atau lebih obat yang dikombinasikan. Penelitian ini disampaikan kepada International Society for Computational Biology di Chicago bulan ini. (RH)

The post Teknologi AI Digunakan untuk Deteksi Efek Samping Obat appeared first on Teqnoforia - Berita Terbaru mengenai Perkembangan Teknologi, Gadget Terbaru.

Sumber: Teqnoforia

Teknologi AI Digunakan untuk Deteksi Efek Samping Obat

Teknologi AI Digunakan untuk Deteksi Efek Samping Obat

Teknologi AI Digunakan untuk Deteksi Efek Samping Obat

Teknologi AI Digunakan untuk Deteksi Efek Samping Obat

Teknologi AI Digunakan untuk Deteksi Efek Samping Obat

Berita Populer Dari Teqnoforia
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
Rumah
rumah123
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush