0
Thumbs Up
Thumbs Down

Upaya Mencetak Generasi Alquran di Negeri Jajahan Yahudi

Republika Online
Republika Online - Sat, 20 May 2017 10:50
Dilihat: 36
Upaya Mencetak Generasi Alquran di Negeri Jajahan Yahudi

REPUBLIKA.CO.ID, JALUR GAZA -- Untuk pertama kalinya, Darul Qur'an Indonesia di Jalur Gaza menggelar workshop manajemen pengelolaan lembaga. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas aspek manajerial kelembagaan, termasuk mengkaji masalah atau tantangan yang dihadapi. Workshop ini diikuti oleh para pengelola/pembina, dan segenap guru penghapal di Darul Qur'an.

Darul Qur'an yang membina dan mencetak para penghapal Qur'an ini telah beroperasi sejak tiga tahun lalu dengan dukungan dana dari rakyat Indonesia. Kehadiran Darul Qur'an di Jalur Gaza, sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril rakyat Indonesia terhadap penderitaan rakyat Palestina yang hidup dibawah pendudukan dan blokade Israel sejak belasan tahun lalu.

Ketua Cabang Darul Qurn Abdillah Onim atau yang akrab disapa dengan "Bang Onim" selaku Ketua Cabang Darul mengatakan, workshop ini diadakan dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja para pembina, dan kualitas pembelajaraan bagi para siswa, sesuai rencana yang telah disusun.

Bang Onim mengajak, semua pihak untuk meningkatkan kinerja dan tetap mematuhi aturan dan mekanisme yang sudah ditetapkan. Dia menegaskan, bahwa aktivitas di Darul-Qur'an ini semata-mata dalam rangka mencari ridha dan pahala dari Allah SWT.

Dalam pemaparannya terkait manajemen pengelolaan Daru Qur'an Ir Jum'ah El-Najjar menjelaskan, pentingya untuk menanamkan pemahaman tentang kecintaan belajar Alquran, demikian pula mengajarkannya. Dia juga menjelaskan, urgensi kerja yang bersifat sukarela dalam bidang ini. Dia menekankan, perlunya bagi semua pihak untuk belajar dari pengalaman negara-negara Islam lainnya, khususnya dalam masalah kedisiplinan, dan penerapan akhlak yang mulia.

Konsepsi dan tujuan

Salah seorang pembina puteri di Darul Qur'an, Ustazah Maryam El-Barsy mengatakan, sesungguhnya tugas mencetak generasi penghapal adalah tugas yang sangat mulia, di tengah pengaruh negatif kemajuan teknologi seperti televisi, dan situs-situs jejaring sosial. "Dan kita persembahkan jiwa raga kita ini untuk berkhidmat kepada Alquran."

El-Barsy kemudian membahas mengenai konsep pembelajaran Alquran dan jenis-jenisnya, serta meminta pihak pengelola untuk membuka kelas khusus bagi mereka yang ingin mendapatkan sanad dalam ilmu Alquran.

Dia menjelaskan, tujuan pembelajaran Alquran melalui sistem halaqah (Kelompok), untuk melahirkan generasi qur'ani yang berakhlak, memahami ilmu Alqurqan serta cara membacanya melalu ilmu qira'ah yang beragam.

Dia juga membahas syarat-syarat yang harus dimiliki oleh para guru (penghapal Quran) baik dari aspek personality, kecakapan keilmuan, dan keterampilan mengajar.

Berita Terkait
    Berita Lainnya
    • Pesan-Pesan Lucu dalam Karangan Bunga untuk Ahok
    • Potensi Korupsi di Lingkungan Polri Tinggi, Ini Alasan Kapolri
    Berita Populer Dari Republika Online
    PARTNER KAMI
    JPNN
    Republika Online
    LIPUTAN6
    okezone
    BBC
    bintang
    bola
    inilahcom
    gopego
    Rumah
    rumah123
    Love Indonesia
    CENTROONE
    Voice of America
    Hello Pet
    IDGEEKS
    telsetNews
    Jakarta Kita
    Indonesia Raya News
    RajaMobil
    Mobil123
    Otospirit
    MakeMac
    TEKNOSAINS
    MotorExpertz
    Mobil WOW
    Kpop Chart
    salamkorea
    slidegossip
    Hotabis
    INFOJAMBI
    Japanese STATION
    SeleBuzz
    MuterFilm
    Citra Indonesia
    OTORAI
    Camargus
    Sehatly
    ghiboo
    Bayar listrik, air, telepon. Beli pulsa semua operator. Langsung dari Androidmu. Klik di sini
    Bayarnet