0
Thumbs Up
Thumbs Down

Waduh, Pendaki Temukan Keganjilan Cek Kesehatan di Klinik Edelweis, Gunung Gede Pangrango

okezone
okezone - Mon, 17 Jul 2017 09:31
Dilihat: 723
Waduh, Pendaki Temukan Keganjilan Cek Kesehatan di Klinik Edelweis, Gunung Gede Pangrango

PROGRAM yang dicetuskan oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), Jawa Barat, belum lama ini mewajibkan calon pendaki yang hendak mencapai puncak gunung untuk melengkapi diri dengan surat keterangan kesehatan. Namun, aturan baru tersebut terkesan ganjil pada praktiknya.

Alasan seringnya terjadi kecelakaan dalam pendakian menjadi alasan utama dibuatnya aturan yang mulai diberlakukan pada 6 Juli 2017 itu. Adapun tempat pengecekan kesehatan yang ditunjuk secara resmi oleh BBTNGGP ialah Klinik Edelweis, sesuai dengan peraturan yang tertuang dalam surat edaran SE.860/BBTNGP/Kabidtek/Tek.P2/07.2017 yang diterbitkan 6 Juli 2017.

Bila sebelumnya para pendaki bisa mengurus surat keterangan kesehatan di klinik lain, maka pengurusan surat kesehatan yang jadi salah satu persyaratan untuk mendaki hanya boleh dilakukan di Klinik Edelweis.

Tujuan dibuatnya aturan semacam ini memang untuk menghindari kecelakaan yang kerap terjadi sepanjang jalur pendakian, dan meminimalkan angka pendaki jatuh sakit saat mencapai puncak. Namun, Okezone menemukan hal yang ganjil pada unggahan foto yang dibagikan oleh akun @mountnesia pada Senin (17/7/2017).

Dalam foto yang dibagikan, tertulis "Tanggal 14 Juli naik via Cibodas dan turun tanggal 15 Juli 2017, bukan 2012 seperti tercatat di surat kesehatan yang salah tulis oleh dokternya atau siapa itu mas dokternya yang masih muda. Pada saat tes kesehatan kok cuma dikasih pertanyaan:

1. Namanya siapa?

2. Alamatnya?

3. Punya penyakit jantung tidak?

4. Punya penyakit asma tidak?

5. Tingginya berapa?

6. Berat badannya berapa?

Terus disuruh bayar perorang 25ribu, menurut kalian ini tes kesehatan apa wawancara kesehatan?"

Aneh dan ganjil, seharusnya dalam sebuah kegiatan cek kesehatan, setidaknya seorang pasien harus dicek tekanan darahnya, detak jantungnya, pemeriksaan fisik dan penunjang lainnya berupa uji laboratorium (cek darah, hati, ginjal, lemak, gula darah) maupun radiologi(foto dada/thorax/rontgen).dan tidak hanya sekadar ditanya tanpa adanya pemeriksaan langsung dari dokter yang bersangkutan.

Apalagi kegiatan yang hendak dilakukan adalah mendaki gunung yang notabene merupakan kegiatan luar ruang yang termasuk ekstrem dan membutuhkan kondisi badan yang prima. Diakhir surat ada sebuah pernyataan SEHAT dari dokter yang bersangkutan, padahal pengecekan kesehatan hanya seputar pertanyaan dan pengecekan tekanan darah, tanpa pemeriksaan lanjut. Inikah yang seharusnya terjadi dan tujuan yang diharapkan dari aturan baru yang dibuat? Bagaimana jika pendaki memiliki riwayat penyakit asma namun tidak mengatakan jujur pada dokter?

Sumber: okezone
Berita Populer Dari okezone
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
gopego
Rumah
rumah123
Love Indonesia
CENTROONE
Voice of America
Hello Pet
IDGEEKS
telsetNews
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Citra Indonesia
OTORAI
Camargus
Sehatly
ghiboo
Bayar listrik, air, telepon. Beli pulsa semua operator. Langsung dari Androidmu. Klik di sini
Bayarnet