0
Thumbs Up
Thumbs Down

Yerusalem Diakui Ibu Kota Israel, Hamas Serukan Pemberontakan 8 Desember

okezone
okezone - Thu, 07 Dec 2017 17:15
Dilihat: 45
Yerusalem Diakui Ibu Kota Israel, Hamas Serukan Pemberontakan 8 Desember

GAZA - Salah satu partai terkuat di Palestina, Hamas, mengimbau agar masyarakat kembali memberontak terhadap Israel. Imbauan itu dikeluarkan untuk merespons pengumuman Amerika Serikat (AS) yang mengakui bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel.

"Kita harus memanggil dan bekerja untuk meluncurkan intifada di hadapan musuh zionis," ujar Ketua Partai Hamas, Ismail Haniyeh, dalam pidatonya di Gaza, mengutip dari Reuters, Kamis (7/12/2017).

Ia lantas menyerukan agar warga Palestina, umat Islam, dan suku Arab, untuk melakukan unjuk rasa terhadap keputusan AS tersebut pada Jumat 8 Desember. Haniyeh menyebut 'pemberontakan' tersebut sebagai 'Hari Kemarahan'.

BACA JUGA: Pemerintah AS Resmi Umumkan Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

BACA JUGA: Dubes Palestina Terpilih: Tidak Ada yang Bisa Menerima Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

"Jadikan 8 Desember sebagai hari pertama intifada melawan penjajah," tukas Ismail Haniyeh yang terpilih sebagai Ketua Partai Hamas pada Mei lalu.

Haniyeh mengaku pihaknya sudah memberi tahu semua anggota Hamas dan sayap-sayapnya guna bersiap atas perintah atau instruksi baru yang mungkin diberikan demi menghadapi bahaya strategis yang mengancam Yerusalem dan Palestina.

"Yerusalem Bersatu adalah Arab dan Muslim, dan itu adalah Ibu Kota Palestina, dari semua wilayah Palestina," ujar Ismail Haniyeh. Ia merujuk pada wilayah-wilayah lain Palestina yang masih diduduki oleh Israel, termasuk Jalur Gaza yang dikuasai Hamas serta Tepi Barat yang dikelola partai Fatah.

BACA JUGA: Mahmoud Abbas: Yerusalem Ibu Kota Abadi Palestina

BACA JUGA: Arab Saudi Kecam Pengakuan AS soal Yerusalem Ibu Kota Israel

Ismail Haniyeh mendesak Presiden Otoritas Palestina (PLO), Mahmoud Abbas, agar menarik diri dari proses perdamaian dengan Israel. Ia juga mendorong Abbas agar berani memboikot pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump.


"Harus diumumkan bahwa kesepakatan perdamaian itu sudah dikubur dalam-dalam, sekali untuk selamanya, dan tidak akan ada yang disebut mitra bagi perdamaian di Palestina," tutup Ismail Haniyeh.

Sumber: okezone

Yerusalem Diakui Ibu Kota Israel, Hamas Serukan Pemberontakan 8 Desember

Yerusalem Diakui Ibu Kota Israel, Hamas Serukan Pemberontakan 8 Desember

Yerusalem Diakui Ibu Kota Israel, Hamas Serukan Pemberontakan 8 Desember

Yerusalem Diakui Ibu Kota Israel, Hamas Serukan Pemberontakan 8 Desember

Yerusalem Diakui Ibu Kota Israel, Hamas Serukan Pemberontakan 8 Desember

Berita Populer Dari okezone
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Rumah
rumah123
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
idnation
inipasti