0
Thumbs Up
Thumbs Down

188 WNI ABK Kapal World Dream Diobservasi di Pulau Kosong

Republika Online
Republika Online - Mon, 24 Feb 2020 22:11
Dilihat: 27
188 WNI ABK Kapal World Dream Diobservasi di Pulau Kosong

JAKARTA -- 188 WNI Anak buah kapal World Dream akan diobservasi di pulau tak berpenghuni, di Pulau Sebaru Kecil. Pulau tersebut terletak di gugus Kepulauan Seribu, Jakarta.

"Lokasinya di pulau kosong, aman, pulau yang tidak berpenghuni dan memiliki fasilitas yang dibutuhkan untuk observasi," ujar Menko PMK, Muhadjir Effendy dalam siaran pers, Senin (24/2).

Ia menuturkan, evakuasi 188 ABK akan dilakukan secara transfer dari Kapal World Dream ke Kapal Rumah Sakit dr. Soeharso milik TNI. "Estimasi pemindahan boat to boat akan dilakukan pada tanggal 26 Februari jam 10.00 di Selat Durian dan akan tiba di Pulau Sebaru Kecil 28 Februari sekitar pukul 09.00 WIB," ujar Muhadjir.

Muhajir melanjutkan, observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, akan dilaksanakan selama 14 hari sejak kedatangan di pulau tersebut. Prosedur yang sama dilakukan saat observasi WNI dari Wuhan, di Pulau Natuna beberapa waktu lalu.

Tim gabungan yang sudah berpengalaman dan terlatih melakukan observasi di Natuna akan ditugaskan untuk menangani ini. Sedangkan alasan dipilihnya Pulau Sebaru Kecil, kata Muhadjir selain karena pulau tersebut tidak berpenghuni juga di sekeliling pulau juga tidak berpenghuni sehingga dianggap aman.

"Dulunya pulau ini adalah tempat rehabilitasi narkoba. Fasilitasnya lengkap, ada AC-nya juga sama seperti waktu observasi di Natuna dan kita akan pastikan mereka nyaman," jelas Muhadjir.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menambahkan bahwa pemerintah akan fokus mengevakuasi WNI di kapal pesiar World Dream terlebih dahulu karena dianggap memiliki risiko paling kecil. Menurut Terawan, 188 WNI ABK yang akan dievakuasi dari Kapal World Dream dalam keadaan sehat dan sudah mengantongi sertifikat sehat dari Hongkong dan jaminan sehat dari pihak Kapal World Dream.

"Kita konsentrasi semua untuk World Dream karena itu yang sudah paling dekat dengan kita. Arahan Presiden semua harus dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian. Beberapa skenario juga sudah kita siapkan, semoga semua bisa berjalan dengan baik," ujar Terawan.

Selain dari kapal World Dream pemerintah juga masih berupaya untuk mengevakuasi WNI dari kapal pesiar Diamond Princess di Pelabuhan Yokohama, Jepang. Saat ini, pemerintah Indonesia masih berkomunikasi dengan otoritas pemerintah Jepang terkait proses pemulangan WNI tersebut.

Terawan menjelaskan bahwa pemerintah berupaya untuk menjaga agar 264 juta jiwa penduduk Indonesia selamat dari wabah virus Covid-19, di samping tetap memberikan perhatian kepada WNI yang ada di Jepang. Menurutnya pemerintah Indonesia sangat berhati-hati dan tidak tergesa-gesa agar bisa melaksanakan evakuasi dengan baik.

"Kita hati-hati. Negara kita sangat berhati-hati dan mengikuti kaidah-kaidah apa yang sudah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan itu akan kita lakukan dengan tertib dan ketat," ujarnya.

Seperti diketahui, kapal Diamond Princess telah menjalani proses karantina usai sejumlah penumpang maupun awaknya positif terinfeksi virus Covid-19, termasuk sembilan WNI dari Indonesia. Kesembilan WNI tersebut kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit di Jepang.

Kepala BNPB Doni Monardo juga turut meninjau Kapal dr. Soeharso di Surabaya. BNPB menyatakan siap mendukung pemulangan WNI baik melalui jalur laut maupun udara.

Doni juga melihat detail seluruh bagian kelengkapan sarana dan prasarana kapal. Doni ingin memastikan seluruh fasilitas dan kelengkapan telah siap dan dapat ditugaskan sebagaimana mestinya, seperti memeriksa puluhan kasur lipat yang telah disiagakan, ruang Unit Gawat Darurat, ruang ICU, ruang post operasi (RR), ruang bedah, ruang poliklinik, ruang Penunjang Klinik dan dua ruang perawatan.


Berita Terkait
  • Kuwait dan Bahrain Konfirmasi Kasus Pertama Corona
  • Dinkes: Lima WNA Terdampar di Bengkalis Negatif Corona
  • WNI akan Dikarantina di Kepulauan Seribu, Dinkes DKI Siap
Berita Lainnya
  • Arsul Sani: Salam Pancasila tak Bisa Gantikan Salam Agama
  • Pasien Diduga Corona di RSHS Pernah Pergi ke Thailand

188 WNI ABK Kapal World Dream Diobservasi di Pulau Kosong

188 WNI ABK Kapal World Dream Diobservasi di Pulau Kosong

188 WNI ABK Kapal World Dream Diobservasi di Pulau Kosong

188 WNI ABK Kapal World Dream Diobservasi di Pulau Kosong

188 WNI ABK Kapal World Dream Diobservasi di Pulau Kosong

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya