0
Thumbs Up
Thumbs Down

3,7 Juta Pekerja Formal Terkena PHK Akibat Pandemi Corona

Republika Online
Republika Online - Fri, 05 Jun 2020 12:16
Dilihat: 41
3,7 Juta Pekerja Formal Terkena PHK Akibat Pandemi Corona

JAKARTA -- Pandemi virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) menimbulkan dampak ekonomi pekerja di Tanah Air. Sedikitnya 3,7 juta pekerja formal kehilangan pekerjaan akibat virus tersebut.

"Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) saat ini menunjukkan bahwa Covid-19 telah mengakibatkan sekitar 3,7 juta pekerja formal kehilangan pekerjaan. Ini belum termasuk mereka yang kehilangan pekerjaan di sektor informal," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo saat konferensi pers virtual di akun youtube saluran Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jumat (5/6).

Padahal, dia melanjutkan, kehilangan pekerjaan akan berdampak mengurangi daya beli masyarakat. Sehingga, mereka tidak mampu mendapatkan asupan makanan yang bergizi dan dapat menurunkan imunitas tubuh sehingga berisiko terpapar Covid-19.

Karena itu, ia menegaskan pemerintah harus melindungi jutaan masyarakat yang kehilangan pekerjaan tersebut. Apalagi, ia menyebutkan pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dengan jelas mengamanatkan pemerintah Negara Indonesia untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Kemudian di pasal 27 ayat 2 UUD 1945 juga menyebutkan tiap-tiap warga Indonesia berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Untuk menindaklanjuti amanat konstitusi tersebut, dia melanjutkan, maka pemerintah dalam menentukan tahapan pembukaan sektor ekonomi mempertimbangkan beberapa hal. Antara lain, dampak kesehatan, sosial ekonomi, dan tenaga kerja.

Ia menyebutkan Presiden Joko Widodo telah menugaskan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk menyampaikan pembukaan kembali sektor yang memiliki dampak positif terhadap hajat hidup orang banyak. Selanjutnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melakukan diskusi dengan pimpinan kementerian/lembaga terkait. Pakar epidemiologi kesehatan masyarakat, ekonomi kerakyatan, sosial budaya, dan keamanan juga dilibatkan dalam forum tersebut.

"Pembukaan sektor ekonomi dilakukan dengan mempertimbangkan risiko penularan yang menggunakan indikator kesehatan masyarakat berbasis data yakni epidemiologi surveillans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan," ujarnya.

Ia menambahkan, penilaian dampak ekonomi dilaksanakan dengan indikator indeks dampak ekonomi dari tiga aspek, yaitu aspek ketenagakerjaan, proporsi produk domestik regional bruto sektoral, dan indeks keterkaitan sektor.


Berita Terkait
  • Masjid Cut Meutia Hanya Gelar Sholat Jumat Satu Gelombang
  • Masjid Cut Meutia Gelar Sholat Jumat Sesuai Protokol
  • Jokowi Minta Rapid Tes Dioptimalkan Sesuai Standar WHO
Berita Lainnya
  • Masjid Islamic Center Mataram Kembali Dibuka
  • 3,7 Juta Pekerja Formal Terkena PHK Akibat Pandemi Corona

3,7 Juta Pekerja Formal Terkena PHK Akibat Pandemi Corona

3,7 Juta Pekerja Formal Terkena PHK Akibat Pandemi Corona

3,7 Juta Pekerja Formal Terkena PHK Akibat Pandemi Corona

3,7 Juta Pekerja Formal Terkena PHK Akibat Pandemi Corona

3,7 Juta Pekerja Formal Terkena PHK Akibat Pandemi Corona

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya