0
Thumbs Up
Thumbs Down

41% Perempuan Tewas Dibunuh, Polisi Prancis Gagal Lindungi Perempuan dari Pasangan

wartaekonomi
wartaekonomi - Mon, 18 Nov 2019 20:33
Dilihat: 29
Paris

Kementerian Kehakiman Prancis merilis laporan yang menyebutkan polisi Prancis gagal menyelamatkan 41 persen perempuan yang dibunuh oleh pasangan atau mantan pasangan mereka. Nyawa para perempuan ini bisa selamat andai polisi bisa lebih pro-aktif.

Statistik ini muncul berdasarkan penyelidikan 88 kasus pembunuhan dan percobaan pembunuhan dari tahun 2015 dan 2016. Semua kasusnya sudah diputuskan pengadilan. Menteri Kehakiman Prancis Nicole Belloubet mengatakan perempuan akan melapor ke polisi bila mereka merasa dalam bahaya. Tapi sangat sedikit atau sama sekali tidak ada tindakan yang diambil.

"Sistem peradilan pidana tidak memuaskan, laporan ini menunjukkan kesulitan dan kegagalan fungsinya," kata Belloubet, seperti dilansir dari Telegraph, Minggu (17/11).

Baca Juga: Polisi: Tak Ditemukan Tanda Kekerasan dan Pembunuhan dari Jenazah Sulli

Belloubet sendiri yang meminta laporan tersebut dibuat. Dalam laporan itu disebutkan lebih banyak perempuan Prancis yang dibunuh oleh pasangan atau mantan pasangannya setelah melapor ke polisi dibandingkan perempuan Inggris. Seperlima perempuan Inggris yang dibunuh pasangannya telah melapor ke polisi 12 bulan sebelumnya. Jika kekerasan domestik dan pembunuhan disatukan, angka kegagalan polisi Prancis dalam menyelamatkan perempuan bertambah menjadi 65 persen.

Tingginya pembunuhan perempuan yang dilakukan pasangan menjadi masalah sosial yang besar di Prancis. Belloubet meminta polisi dan penegak hukum untuk dilatih lebih baik lagi dalam menangani kekerasan domestik. Angka pembunuhan perempuan yang dilakukan pasangan atau mantan pasangan di Prancis dan Jerman lebih tinggi dibandingkan negara-negara Eropa lainnya. Di Prancis tahun ini setidaknya sudah ada 124 perempuan yang tewas dibunuh pasangan atau mantan pasangannya.

Lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 121. Belloubet meminta undang-undang di Prancis diubah. Ini agar dokter yang melihat tanda-tanda kekerasan domestik dapat melapor ke polisi.

"Ini jauh dibutuhkan dari pada kerahasiaan medis. Jika dokter melihat perempuan dipukuli, saya akan terkejut jika dokter tidak bisa mengungkapkannya," kata Belloubet.

Penulis: Redaksi

Editor: Shelma Rachmahyanti


Foto: Unsplash/Banjo Emerson Mathew

Sumber: wartaekonomi

41% Perempuan Tewas Dibunuh, Polisi Prancis Gagal Lindungi Perempuan dari Pasangan

41% Perempuan Tewas Dibunuh, Polisi Prancis Gagal Lindungi Perempuan dari Pasangan

41% Perempuan Tewas Dibunuh, Polisi Prancis Gagal Lindungi Perempuan dari Pasangan

41% Perempuan Tewas Dibunuh, Polisi Prancis Gagal Lindungi Perempuan dari Pasangan

41% Perempuan Tewas Dibunuh, Polisi Prancis Gagal Lindungi Perempuan dari Pasangan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya