0
Thumbs Up
Thumbs Down

50% Petani Madiun Sudah Ikut Asuransi Pertanian

inilahcom
inilahcom - Tue, 22 Oct 2019 00:16
Dilihat: 40
50% Petani Madiun Sudah Ikut Asuransi Pertanian

Jakarta - Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) makin mendapat sambutan positif, termasuk di Madiun, Jawa Timur. Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun mencatat, hingga saat ini realisasi pelaksanaan Program AUTP di wilayah setempat mencapai 16.000 hektare atau sekitar 50 persen dari luas lahan pertanian yang ada.

"Adapun kuota pelaksanaan program AUTP di Kabupaten Madiun mencapai 32.000 hektare untuk 2019. Dari jumlah tersebut sudah terserap sekitar 16.000 hektare atau 50 persennya," ujar Koordinator Penyuluh, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun Paryoto di Madiun, Sabtu (19/10).

Paryoto menyatakan siap meningkatkan realisasi program AUTP di Kabupaten Madiun lebih maksimal lagi. Salah satunya dengan menggencarkan sosialisasi kepada petani.

"Tingkat kesadaran petani akan manfaat dari AUTP saat masih rendah. Para petani merasa belum membutuhkan program tersebut. Kita akan terus meyakinkan mereka betapa pentingnya ikut asuransi ini," katanya.

Ditegaskannya, program tersebut sangat bermanfaat. Sehingga, imbasnya ketika bencana kekeringan seperti yang terjadi kali ini, petani tidak bisa melakukan tanam kembali karena kehabisan modal akibat gagal panen.

Sebaliknya, jika petani sudah mendaftar asuransi, masalah kehabisan modal tanam akibat gagal panen bisa diantisipasi dengan mengajukan klaim.

"Sebab, petani belum tahu perhitungan berapa lama petani sudah membayar premi. Padahal, asalkan sudah terdaftar, bisa mengajukan klaim," ungkapnya.

Dia mengakui, ketidaktertarikan petani pada AUTP karena mekanisme klaim asuransi pertaniannya yang baru bisa dikeluarkan apabila terjadi gagal panen minimal 75 persen. Jika kegagalan di bawah 50 persen, klaim tidak bisa dikeluarkan.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy menegaskan, program AUTP bagi petani ini untuk membantu jika gagal panen. Melalui program tersebut, petani hanya diwajibkan membayar premi sebesar Rp 36.000 per hektare per musim tanam.

"Sementara sisanya atau sebesar Rp 144.000 ditanggung atau disubsidi oleh pemerintah. Ini murah sekali, bayarnya hanya sekali sebelum menanam," kata Sarwo Edhy.

Melalui AUTP, bila terjadi gagal panen akibat serangan hama, bencana kekeringan, dan banjir, maka petani bisa mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 6 juta per hektare.

"Kita harus belajar dari kejadian-kejadian sebelumnya. Banyak petani mengalami kerugian saat lahannya terkena banjir atau kekeringan. Ironisnya mereka tidak punya modal lagi untuk menanam kembali," ujar Sarwo Edhy.

Selain itu, lanjut Sarwo Edhy, pihaknya juga akan meningkatkan sosialisasi aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP). Sebab sistem pendaftaran online akan mempermudah petani mengikuti program asuransi pertanian, baik AUTP.

"Mengenai asuransi, sekarang online. Kita akan melihat lagi seperti apa aplikasinya. Selain ada asuransi, nanti akan ada kegiatan lainnya di online untuk kesejahteraan petani, ini sedang kta rancang," pungkasnya. [rok]

Sumber: inilahcom

50% Petani Madiun Sudah Ikut Asuransi Pertanian

50% Petani Madiun Sudah Ikut Asuransi Pertanian

50% Petani Madiun Sudah Ikut Asuransi Pertanian

50% Petani Madiun Sudah Ikut Asuransi Pertanian

50% Petani Madiun Sudah Ikut Asuransi Pertanian

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya