0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ada Dilema pada Mandatori B30?

wartaekonomi
wartaekonomi - Thu, 22 Oct 2020 14:36
Dilihat: 35
Jakarta

Sejak diimplementasikan pada 1 Januari 2020 lalu, perjalanan B30 tidak semulus yang diharapkan. Berbagai pro dan kontra yang dilakukan oleh sejumlah pihak masih menghiasi penggunaan bahan bakar solar dengan 30 persen minyak sawit tersebut.

Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), Paulus Tjakrawan mengatakan, implementasi mandatori B30 diperkirakan akan menyerap 9,6 juta kiloliter atau setara 60 juta barel atau 77 hari hasil minyak fosil. Tidak hanya itu, penggunaan B30 ini juga akan mengurangi emisi karbon ekuivalen 25 juta Ton CO2 eq.

Namun demikian, target mandatori B30 di 2020 saat ini menghadapi kendala akibat adanya pandemi Covid-19 yang telah menurunkan aktivitas masyarakat dan memperlambat serapan biodiesel sawit.

Baca Juga: Setahun Menjabat, Begini Tapak Jokowi-Ma'ruf Amin untuk Kelapa Sawit

Dari catatan Aprobi, produksi biodiesel pada April tercatat menurun menjadi 841 ribu kiloliter atau menurun sekitar 8 persen pada m-o-m yang mencapai 910 ribu kiloliter. Demikian juga serapan biodiesel sawit untuk domestik, tercatat menurun menjadi 643 ribu kiloliter atau melemah sekitar 22 persen pada m-o-m yang mencapai 784 ribu kiloliter.

Berdasarkan pengamatannya, Paulus mengatakan, penerapan program biodiesel sawit selama ini dianggap mampu menjaga harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) tidak merosot lebih dalam. Alasannya, dilihat dari pergerakannya, harga CPO global yang pada akhir 2019 lalu cenderung meningkat.

Berbanding terbalik dengan hal tersebut, Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Mansuetus Darto menilai, terdapat kesalahan anggapan apabila program mandatori mampu menyelamatkan harga TBS sawit ditingkat petani lantaran selama ini harga TBS sawit berpatokan pada harga CPO global yang tetap berfluktuatif.

Lebih lanjut Darto menganggap, masalah penurunan harga CPO tersebut terletak dari produksi CPO yang terus melonjak setiap tahunnya. Apabila pemerintah Indonesia tidak mampu menjaga produksi, maka stok CPO akan terus menggunung. Sementara pasar ekspor mengalami pertumbuhan yang lamban.

"Penerapan mandatori B30 akan bisa menstabilkan harga CPO, hanya saja dengan catatan tidak ada over supply produksi CPO di Indonesia," katanya.

Penulis: Ellisa Agri Elfadina

Editor: Rosmayanti


Foto: Aprillio Akbar

Sumber: wartaekonomi

Ada Dilema pada Mandatori B30?

Ada Dilema pada Mandatori B30?

Ada Dilema pada Mandatori B30?

Ada Dilema pada Mandatori B30?

Ada Dilema pada Mandatori B30?

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
harian pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya