0
Thumbs Up
Thumbs Down

Adu Lempar Molotov dan Gas Air Mata, Bentrokan Polisi-Demonstran Hong Kong Kembali Pecah

wartaekonomi
wartaekonomi - Mon, 12 Aug 2019 11:27
Dilihat: 35
Hong Kong

Bentrokan kembali pecah antara kepolisian Hong Kong dengan para pengunjuk rasa pro-demokrasi dalam "aksi kucing-kucingan" di sejumlah lokasi. Ketika polisi menembakkan gas air mata secara bertubi-tubi, para demonstran membalasnya dengan melempar bom molotov ke arah polisi itu. Alhasil sejumlah orang, termasuk polisi terluka dalam bentrokan yang terjadi di Distrik Wan Chai itu.

Mengutip dari BBC News Indonesia, Senin (12/8/2019), polisi juga terekam menembakkan peluru karet dalam jarak dekat di stasiun kereta bawah tanah, sementara aparat lain terlihat memukuli demonstran dengan pegangan eskalator.

Demonstrasi berkepanjangan yang dipicu RUU Ekstradisi yang kontroversial itu tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Kedua belah pihak mengukuhkan sikapnya.

Meskipun pemerintah sekarang telah menangguhkan RUU tersebut, yang akan memungkinkan ekstradisi ke daratan China, para demonstran ingin sepenuhnya ditarik.

Tuntutan mereka meluas, termasuk seruan untuk penyelidikan independen terhadap dugaan kebrutalan polisi, dan agar pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengundurkan diri.

Apa yang Baru Saja Terjadi?

Diawali sebuah unjuk rasa damai di Victoria Park pada Minggu (11/8/2019) sore memicu bentrokan ketika demonstran pindah dari lokasi tersebut dan berbaring di sepanjang ruas jalan meskipun ada larangan polisi.

Ada konfrontasi di beberapa lokasi dan polisi menggunakan peluru karet dalam upaya untuk membubarkan para demonstran.

Gas air mata ditembakkan di distrik perbelanjaan Tsim Sha Tsui yang sibuk serta di Wan Chai di Pulau Hong Kong.

Satu gambar yang dibagikan secara luas di media sosial menunjukkan seorang perempuan, yang dilaporkan terkena proyektil polisi, mengeluarkan banyak darah dari matanya.

Seorang wartawan BBC, Stephen McDonell, yang meliput peristiwa itu melaporkan kelompok demonstran mengadopsi taktik baru dengan cara beraksi dalam jumlah kecil di banyak tempat. Mereka kemudian lari ketika polisi datang. Sementara polisi buru-buru menangkapi mereka.

Gas air mata juga ditembakkan ke stasiun metro di Kwai Fong. Media setempat melaporkan bahwa ini adalah pertama kalinya polisi menembakkan gas air mata ke stasiun metro untuk membubarkan orang.

Video lain yang muncul di media sosial menunjukkan polisi berduyun-duyun datang ke stasiun kereta bawah tanah dan menembaki demonstran pada jarak dekat. Beberapa petugas juga terekam sedang mengejar dan memukuli orang-orang dengan pegangan eskalator.

Media lokal melaporkan bahwa terduga petugas polisi yang menyamar sebagai pengunjuk rasa melakukan penangkapan tiba-tiba pada Minggu malam.

Di tempat lain, dua bom molotov dilemparkan ke polisi dan setidaknya satu petugas menderita luka bakar.

Di Bandara Hong Kong terjadi pula demonstrasi yang diikuti oleh ratusan orang. Mereka menggelar aksi duduk secara tertib.

Demonstrasi menentang pemerintah telah memasuki pekan kesepuluh di wilayah semi-otonomi tersebut. China menuding adanya penghasut dan campur tangan asing.

Mengapa Ada Unjuk Rasa di Hong Kong?

Demonstrasi dimulai dua bulan lalu sebagai perlawanan terhadap RUU Ekstradisi yang diusulkan, yang akan memungkinkan tersangka penjahat dikirim ke Cina daratan untuk diadili.

Para kritikus mengatakan itu akan merusak kebebasan hukum Hong Kong, dan dapat digunakan untuk membungkam para pengkritik pemerintah.

Polisi kemudian dituduh menggunakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa.

Meskipun pihak berwenang Hong Kong setuju untuk menunda RUU tersebut, demonstrasi berlanjut, dengan seruan agar RUU itu ditarik sepenuhnya.

Hong Kong sendiri adalah bagian dari China, tetapi warganya memiliki otonomi lebih banyak daripada di daratan.

Wilayah semi-otonomi ini memiliki kebebasan pers dan independensi peradilan di bawah apa yang disebut pendekatan "satu negara, dua sistem", kebebasan yang dikhawatirkan oleh para aktivis semakin terkikis.

Mereka juga menyerukan penyelidikan independen terhadap dugaan kebrutalan polisi selama unjuk rasa dan pengunduran diri pemimpin Hong Kong Carrie Lam.

Penulis: Redaksi

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Issei Kato

Sumber: wartaekonomi

Adu Lempar Molotov dan Gas Air Mata, Bentrokan Polisi-Demonstran Hong Kong Kembali Pecah

Adu Lempar Molotov dan Gas Air Mata, Bentrokan Polisi-Demonstran Hong Kong Kembali Pecah

Adu Lempar Molotov dan Gas Air Mata, Bentrokan Polisi-Demonstran Hong Kong Kembali Pecah

Adu Lempar Molotov dan Gas Air Mata, Bentrokan Polisi-Demonstran Hong Kong Kembali Pecah

Adu Lempar Molotov dan Gas Air Mata, Bentrokan Polisi-Demonstran Hong Kong Kembali Pecah

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya