0
Thumbs Up
Thumbs Down

Afghanistan Ampun-ampunan, 1.600 Anak-anak Meninggal di Mana-mana

genpi
genpi - Sat, 08 May 2021 11:22
Dilihat: 73

GenPI.co - Data terbaru menunjukkan dalam lima tahun terakhir, 40 persen dari semua korban serangan udara sipil di Afghanistan adalah anak-anak.

Data yang diterbitkan pada hari Kamis (6/5/2021) lalu oleh Action on Armed Violence (AOAV) melaporkan dari 3.977 kematian yang disebabkan antara tahun 2016 dan 2020, hampir 1.600 adalah anak-anak.

BACA JUGA: Mencekam, Situasi Venezuela Ambyar, Semua Warga Disiksa Habis

"Sayangnya, angka-angka ini tidak mengejutkan," kata Direktur negara Afghanistan di Save the Children International, Chris Nyamandi dalam keterangannya, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (8/5/2021).

Lebih lanjut, menurutnya, Afghanistan telah menjadi negara paling mematikan bagi anak-anak selama bertahun-tahun.

Menjelang keberangkatan pasukan pimpinan AS yang diperkirakan akhir tahun ini, korban dari serangan udara koalisi internasional meningkat lebih dari tiga kali lipat dari 247 pada 2017 menjadi 757 pada 2019, demikiann menurut data (PDF) dari Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA).

Kekhawatiran badan PBB atas serangan udara pada struktur dan untuk mendukung operasi darat Afghanistan yang diangkat pada tahun 2018 tidak dihiraukan.

Nyamandi menambahkan selama 14 tahun terakhir lima anak tewas atau cacat di Afghanistan setiap hari.

"Ini adalah angka yang sangat menyayat hati ketika Anda menyadari bahwa mereka adalah anak-anak dengan masa depan, keluarga, anak-anak yang bersekolah dan hanya ingin menjalani hidup mereka dengan aman," katanya.

Sementara, Direktur eksekutif Action on Armed Violence, Iain Overton, menerangkan pada 2018-19 militer AS menjatuhkan lebih banyak amunisi di Afghanistan daripada pada puncak pemboman pada 2011 atau tingkat lebih dari 20 per hari. Pengeboman besar seperti itu mengakibatkan tahun paling mematikan dari serangan udara untuk anak-anak di Afghanistan yang tercatat.

Pada tahun 2018 terjadi peningkatan 85 persen dari tahun sebelumnya, sehingga terjadi empat korban anak setiap tiga hari. Mayoritas korban anak-anak ini, 57 persen, disebabkan oleh pasukan internasional pimpinan Amerika Serikat.

BACA JUGA: Situasi Venezuela Mendidih Ibarat di Neraka, Dunia Bisa Binasa

Tentara Nasional Afghanistan menyatakan bahwa selama bertahun-tahun mereka telah meningkatkan upaya untuk menghindari korban sipil selama operasi militer. Dikatakan pejuang Taliban bersembunyi di rumah penduduk setempat dan menyandera sebagai tameng manusia.

Komandan militer menuduh Taliban menyebarkan rumor korban sipil yang disebabkan oleh pasukan Afghanistan.(*)

Jangan lewatkan video populer ini:

Sumber: genpi

Afghanistan Ampun-ampunan, 1.600 Anak-anak Meninggal di Mana-mana

Afghanistan Ampun-ampunan, 1.600 Anak-anak Meninggal di Mana-mana

Afghanistan Ampun-ampunan, 1.600 Anak-anak Meninggal di Mana-mana

Afghanistan Ampun-ampunan, 1.600 Anak-anak Meninggal di Mana-mana

Afghanistan Ampun-ampunan, 1.600 Anak-anak Meninggal di Mana-mana

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya