0
Thumbs Up
Thumbs Down

Agus Mertayasa, Melampaui Keterbatasan dengan Lukisan

Nusabali
Nusabali - Sun, 06 Oct 2019 09:19
Dilihat: 28
Agus Mertayasa, Melampaui Keterbatasan dengan Lukisan
DENPASAR, .com
I Gede Agus Mertayasa, 21, tumbuh dengan kondisi yang kurang sempurna. Di atas kursi rodanya ratusan lukisan di atas kanvas sudah ia goreskan. Beberapa di antaranya sedang dipamerkan dalam Festival Kesenian Bali (FKB) Penyandang Disabilitas yang berlangsung di Art Center, Denpasar, Jumat (4/10/2019).

Lukisan Mertayasa yang dipamerkan sebagian besar bertemakan adat dan budaya Bali dan para Dewa dalam ajaran Hindu. Saat ditanya alasannya, sang ayahanda Ketut Sudana mengaku tidak tahu
"Saya juga tidak tahu, kebanyakan hasil lukisannya memang lebih banyak gambar para dewa-dewa. Mungkin dengan melukis seperti itu, perasaan dia bisa lebih nyaman dan tenang," tutur Sudana.

Sudana mengisahkan bakat kreatif yang dimiliki putranya sudah terlihat sejak ia kecil. "Mertayasa sudah mulai melukis sejak kecil. Setelah tamat SMP tahun 2014 dia mulai menekuni dan rutin melukisdi rumah," kenang dia sambil memperlihatkan sejumlah lukisan putranya semasa SMP.

Saat itu kemampuan Mertayasa mulai dilirik banyak pihak. Bahkan pertengahan tahun 2018 lalu ia berkesempatan menggelar pameran tunggal dengan dibantu Yayasan Bunga Bali di Desa Budaya Kesiman Kertalangu. "Meski anak saya tidak masuk dalam yayasan disabilitas, banyak pihak sudah membantu memberikan jalan agar karyanya bisa diikutkan dalam pameran ataupun festival," ungkap Sudana.


Ia juga bercerita putranya yang kelahiran 14 Agustus 1998 banyak belajar seni lukis dengan teman-teman sebayanya. "Ia tak aktif di komunitas lukis, tapi anak saya banyak belajar melukis dengan teman-temannya," tutur dia.
Selain dituangkan lewat kanvas atau kertas, lukisan Agus juga disablon di kaos. Namun untuk kaos yang ada karya lukisan Mertayasa belum dibuat dalam jumlah banyak."Belum dijual banyak, hanya saja kalau ada yang mesan baru kami buatkan," jelas dia.

Jika ada yang ingin memiliki salah satu karya putranya, Sudana tidak mematok harga. "Seikhlasnya saja, bahkan ada yang diberikan dengan cuma-cuma untuk hadiah pertemanan," kata dia. Sementara itu untuk kaos bergambar lukisan Mertayasa dapat dibeli seharga seratus ribu.

Soal Festival Kesenian Bali (FKB) bagi disabilitas, ia berharap ajang seperti ini terus diagendakan rutin setiap tahun. "Agar penyandang disabilitas juga berkesempatan memperlihatkan karya mereka ke hadapan publik. Mereka, seperti anak saya, juga banyak punya karya seni" kata Sudana.*has
Sumber: Nusabali

Agus Mertayasa, Melampaui Keterbatasan dengan Lukisan

Agus Mertayasa, Melampaui Keterbatasan dengan Lukisan

Agus Mertayasa, Melampaui Keterbatasan dengan Lukisan

Agus Mertayasa, Melampaui Keterbatasan dengan Lukisan

Agus Mertayasa, Melampaui Keterbatasan dengan Lukisan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya