0
Thumbs Up
Thumbs Down

Akademisi Kritisi Kritik Adian kepada Menteri BUMN

Republika Online
Republika Online - Wed, 08 Jul 2020 18:04
Dilihat: 44
Akademisi Kritisi Kritik Adian kepada Menteri BUMN

JAKARTA - Akademisi Universitas Warmadewa, Dr. I Wayan Suka Wirawan, SH., MH mengomentari kritikan politikus PDIP Adian Napitupulu terhadap kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir. Khususnya, terkait kritikan Adian soal pengangkatan direksi dan komisaris di perusahaan pelat merah tersebut.

I Wayan menilai kritikan yang dilayangkan Adian inkonsisten. Wayan menegaskan, awalnya Adian mengkritik pengangkatan beberapa pensiunan sebagai Direksi atau Komisaris BUMN oleh Menteri BUMN. Namun, pada kesempatan lain, juga mengritik pengangkatan Direksi atau Komisaris BUMN oleh milenial.

"Lalu jika baik kaum tua, dalam hal ini pensiunan, maupun kaum muda atau milenial tidak tepat mengisi jabatan Direksi atau Komisaris BUMN, lalu siapa yang kompeten, dan dengan kriteria-kriteria versi dia? Apa kompetensi ini diukur menurut pikiran Adian? Inilah yang tidak pernah dikemukakan secara jelas dan terang (clara et distincta) oleh Adian, kecuali, dalam penglihatannya, mencoba menghubungkan kriteria kompetensi itu dengan sesuatu yang lain, yaitu dengan sejarah perjuangan dan sukses politik, dan berdasarkan kriteria inilah kompetensi itu ingin dirumuskan, ditentukan, diputuskan," kata Wayan di Jakarta, Rabu (8/7).

Masih menurut Wayan, Adian melupakan cara kerja hukum dalam memutuskan, atau setidaknya mengompromikan penyelesaian masalah-masalah termasuk problema-problema hukum dalam kasus-kasus spesifik. "Penentuan makna istilah "kompeten", misalnya, dan dari sini keputusan mengenai siapa yang kompeten ditentukan, bagaimanapun, dalam dirinya sendiri kabur & mengandung kontradiksi-kontradiksi," kata I Wayan.

"Lepas dari fakta bahwa mungkin saja terdapat kriteria objektif bahwa seseorang memang kompeten baik dalam banyak bidang atau hanya pada bidang tertentu, kompetensi adalah istilah bersifat evaluatif sehingga dengan sendirinya bermakna kabur termasuk dalam transformasinya sebagai norma-norma hukum," tambay dua.

Dia menjabarkan, melalui norma-norma yang terkandung dalam peraturan-peraturannya, dan sejalan dengan sifatnya yang kompromistis, hukum menengahi persoalan tersebut termasuk dengan menetapkan siapa yang berwenang menentukan orang yang kompeten, bahkan paling kompeten.

"Namun, dan ini penting untuk dipahami semua pihak, siapa pun yang oleh hukum ditetapkan berwenang menentukan siapa yang paling kompeten, keabsahan pelaksanaan kewenangan ini tidak terletak pada pernyataan bahwa benar orang yang ditetapkan itu paling kompeten," kata dia.

Menurut dia, itu semua terletak pada pernyataan bahwa ; benar terdapat pejabat tertentu yang berwenang untuk menilai dan menetapkan seseorang sebagai kompeten.

Akan tetapi, kata dia, publik tentu perlu mengapresiasi sikap kritis wakilnya karena melalui kritik itulah urat nadi demokrasi benar-benar hidup dan terus bertahan. Namun di sisi lain, publik juga berkepentingan untuk mengingatkan wakilnya bahwa satu-satunya alasan sah suatu kritik adalah kepentingan publik itu sendiri, bukan yang lainnya, sehingga roh suatu kritik termasuk argumen tentang makna berikut kriteria kompetensi benar-benar dimaksudkan untuk menemukan 'the most competent candidate'.

"Bukankah kritik itu adalah cara lain untuk mengawal kebenaran daripada puji-pujian? Seseorang boleh saja berdebat mengenai kompetensi, tetapi meminjam istilah 'quot homines tot sententiae', perbedaan pandangan mengenai kompetensi bagaimanapun merupakan diskursus yang mustahil tuntas, dan dalam situasi inilah, hukum tidak mungkin di lihat dengan mengabaikan 'batas-batas justifikasi deduksi'," lanjutnya.


Berita Terkait
  • Erick Thohir Sambangi KPK
  • Kementerian BUMN Kirim 100 Ribu Tablet Obat Avigan ke Jatim
  • Ini Alasan Erick Thohir Isi BUMN dengan Direksi Muda
Berita Lainnya
  • Wishnutama Imbau K/L dan Himbara Gelar Rapat di Hotel
  • In Picture: Bone Collector ini mencari Korban Perang Bosnia

Akademisi Kritisi Kritik Adian kepada Menteri BUMN

Akademisi Kritisi Kritik Adian kepada Menteri BUMN

Akademisi Kritisi Kritik Adian kepada Menteri BUMN

Akademisi Kritisi Kritik Adian kepada Menteri BUMN

Akademisi Kritisi Kritik Adian kepada Menteri BUMN

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya