0
Thumbs Up
Thumbs Down

Aksi AS ini bakal Bikin Amarah Korea Utara Meledak!

genpi
genpi - Sun, 01 Aug 2021 01:20
Dilihat: 49

GenPI.co - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Departement of Justice/ DoJ) pada hari Jumat (30/7) lalu mengumumkan penyitaan sebuah kapal tanker seberat 2.734 ton

Kapal tersebut dikatakan dimiliki dan dioperasikan oleh seorang warga negara Singapura dan digunakan untuk melakukan pengiriman produk minyak bumi ke Korea Utara.

Aktivitas pengiriman tersebut melanggar sanksi internasional diberlakukan terhadap negeri terisolir itu.

Pernyataan DoJ mengungkap, M/T Courageous disita oleh otoritas Kamboja pada Maret 2020 sesuai dengan surat perintah AS, yang telah digunakan untuk melakukan pengiriman langsung ke pelabuhan Nampo Korea Utara.

"Tuduhan pidana konspirasi untuk menghindari sanksi ekonomi terhadap DPRK dan konspirasi pencucian uang sedang menunggu terhadap pemilik dan operator Courageous, Kwek Kee Seng, seorang warga negara Singapura yang masih buron," beber pernyataan itu.

DPRK adalah akronim dari Democratic People's Republic of Korea, nama resmi dari Korea Utara.

Pernyataan itu tidak mengatakan mengapa tuduhan terhadap Kwek belum diajukan lebih dari setahun setelah kapal itu disita.

Namun disebutkan bahwa pengadilan federal New York telah memasukkan keputusan perampasan terkait kapal itu pada hari Jumat.

Korea Utara adalah subyek PBB dan sederet sanksi internasional atas senjata nuklir dan program rudal balistiknya. Sanksi tersebut membatasi impor minyak dan barang-barang lainnya.

Pernyataan DoJ menuduh bahwa selama periode empat bulan antara Agustus dan Desember 2019, M/T Courageous secara ilegal berhenti mengirimkan informasi

Selama waktu itu pula citra satelit menunjukkan bahwa mereka mentransfer minyak senilai lebih dari $1,5 juta ke kapal Korea Utara, Saebyol.

Pernyataan itu mengatakan pembayaran untuk menyewa Courageous dan minyak dilakukan dengan menggunakan dolar melalui bank-bank AS tanpa disadari, yang melanggar hukum negara adidaya itu dan resolusi PBB.

"Kwek dan rekan konspiratornya di luar negeri berusaha menyembunyikan transaksi penghindaran sanksi ini dengan, antara lain, menggunakan perusahaan depan untuk menyamarkan sifat transaksi," katanya.

Itu tidak menyebutkan rekan konspirator.

Korea Utara telah menolak seruan AS untuk kembali bernegosiasi mengenai program senjatanya dan telah lama berusaha mencabut sanksi yang melumpuhkan ekonominya.(*)

Tonton Video viral berikut:

Sumber: genpi

Aksi AS ini bakal Bikin Amarah Korea Utara Meledak!

Aksi AS ini bakal Bikin Amarah Korea Utara Meledak!

Aksi AS ini bakal Bikin Amarah Korea Utara Meledak!

Aksi AS ini bakal Bikin Amarah Korea Utara Meledak!

Aksi AS ini bakal Bikin Amarah Korea Utara Meledak!

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya