0
Thumbs Up
Thumbs Down

Alasan Penutupan Masjid di Prancis

Republika Online
Republika Online - Wed, 21 Oct 2020 11:33
Dilihat: 38
Alasan Penutupan Masjid di Prancis

PARIS--Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengecam pembunuhan yang menewaskan Samuel Paty, seorang guru sejarah di Conflans-Sainte-Honorine, barat laut Paris, yang ditemukan meninggal pada Jumat (16/10), dengan keadaan kepala terpenggal.

Dalam pidatonya pada Rabu (21/10), Macron menuduh kelompok Islam militan domestik terlibat dalam kasus ini, dan memerintahkan kelompok yang disebut sebagai Collective Cheikh Yassine itu untuk dibubarkan. Kelompok itu diketahui didirikan pada awal 2000-an oleh seorang pria yang menjadi salah satu pelaku pembunuhan Paty.

Saat ini kepolisian telah menangkap tujuh orang tersangka, dua diantaranya masih dibawah umur dan merupakan salah satu murid korban. Penyelidik terus mempelajari motif pelaku, yang diketahui tinggal di kota Evreux di Normandia, mulai bagaimana dia mengatur pertemuannya dengan Paty, hingga apakah pemenggalan itu telah direncanakan sebelumnya.

Di kesempatan yang sama, Macron menginstruksikan Masjid Pantin, sebuah masjid di pinggiran timur laut Paris, untuk ditutup. Penutupan itu lakukan setelah diketahui, salah satu jamaahnya, yang merupakan wali murid di tempat Paty mengajar, sempat menyampaikan keluhan di media sosial dan mengatakan bahwa Paty telah meminta putrinya, dan beberapa murid beragama Islam lain untuk meninggalkan kelas.

Saat ini sebuah tanda yang bertuliskan bahwa masjid ditutup selama enam bulan, sekaligus hukuman enam bulan penjara bagi pelanggar, terpasang di pintu masuk masjid. Pihak berwenang mengatakan, masjid ini telah lama memiliki imam yang mengikuti paham Salafi, dan merupakan rumah dari seorang pengungsi Pakistan berusia 18 tahun yang tiga minggu sebelumnya melakukan penyerangan dan melukai dua orang.

Adapun keterkaitan antara penutupan masjid dengan pembubaran kelompok Collective Cheikh Yassine, kata Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin, adalah karena kelompok tersebut membantu menyebarkan 'kritik' yang ditujukan untuk korban.

Disisi lain, lebih dari 1.000 orang berkumpul di bawah guyuran hujan gerimis untuk menghormati kematian Samuel Paty yang tewas dipenggal pada hari Jumat (16/10). Saat kejadian, Paty dilaporkan baru saja meninggalkan sekolah tempatnya mengajar, di Conflans-Sainte-Honorine, barat laut Paris.

Sebuah acara peringatan nasional jugs akan diadakan pada Rabu malam untuk memberikan penghormatan kepada Paty di halaman universitas Sorbonne, simbol berusia berabad-abad dari "semangat Pencerahan" dan "forum untuk mengekspresikan ide dan kebebasan", kata kepresidenan Prancis.

Presiden Prancis saat ini tengah giat mengobarkan perang terhadap gerakan yang dia sebut "separatisme", merujuk pada ekstremisme Islam yang menurut pihak berwenang telah menciptakan dunia paralel di negara itu yang melawan nilai-nilai Prancis.









Berita Terkait
  • Penutupan Masjid di Prancis Membuat Sedih Warga Muslim
  • Muslim Prancis Ingin Ada Banyak Masjid di Negaranya
  • Prancis Tutup 20 Masjid yang Dinilai Terkait Radikalisme
Berita Lainnya
  • Erdogan: Turki akan Lanjutkan Pencarian Energi di Laut Hitam
  • Menyasar Akselerasi Inklusi Keuangan Via Keamanan Digital

Alasan Penutupan Masjid di Prancis

Alasan Penutupan Masjid di Prancis

Alasan Penutupan Masjid di Prancis

Alasan Penutupan Masjid di Prancis

Alasan Penutupan Masjid di Prancis

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
harian pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya