0
Thumbs Up
Thumbs Down

Anggota DPR dari PKS Minta Presiden Prancis Minta Maaf, 'Biar Tidak Terulang!'

wartaekonomi
wartaekonomi - Thu, 29 Oct 2020 03:10
Dilihat: 46
Jakarta

Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf buka suara soal tindakan Presiden Prancis, Emmanyel Macron setelah guru Prancis yang menayangkan kartun Nabi Muhammad di kelas terbunuh.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, dalam beberapa hari terakhir Presiden termuda Prancis tersebut telah bersikap agresif terhadap Islam melalui tudingan muslim separatisme-nya dan menggambarkan Islam sebagai agama yang mengalami krisis di seluruh dunia.

"Bukan kali ini saja Perancis melakukan tindakan agresif terhadap Islam maupun komunitas muslim, baik dalam skala perorangan maupun Negara. Maka sudah sepatutnya umat Islam di seluruh dunia marah dan mengecam sikap permusuhan yang ditunjukan secara eksplisit oleh Macron," tegas Bukhori di Jakarta.

Baca Juga: Waspada! Ada Dugaan Buzzer Tunggangi Isu Boikot Produk Prancis

Baca Juga: Dubes Prancis Rilis Pembelaan, Warganet Terang-Terangan Balas: Semua Umat Islam Marah!

Politikus PKS ini menambahkan, ia sangat mendukung tindakan warganet, masyarakat Arab yang melakukan boikot, maupun segenap muslim di seluruh dunia yang merasa terusik sehingga memutuskan berdiri untuk membela kemuliaan Nabi Muhammad.

"Ilustrasi Nabi Muhammad melalui gambar sangat mengusik rasa keagamaan umat Islam mengingat dalam tradisi Islam hal tersebut secara jelas dilarang. Karena itu, jika ia (red, Macron) memang berkomitmen untuk menghormati segala perbedaan dalam semangat perdamaian, semestinya ia juga mampu menghormati prinsip kebebasan berkeyakinan sebagai sebuah nilai universal," ujarnya.

Lebih lanjut, alumni Universitas Islam Madinah Arab Saudi ini mengingatkan agar Presiden Perancis tersebut segera meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka mengantisipasi terjadinya proses radikalisasi terselubung dan meruncingnya polarisasi di tengah masyarakat Perancis dan global.

"Saya khawatir sikap permusuhan oleh Macron ini akan memicu bahaya di kemudian hari jika tidak diantisipasi. Artinya, sangat potensial isu ini menjadi tunggangan oleh segelintir kelompok radikal untuk menciptakan kekacauan di tengah masyarakat sehingga bisa berakibat pada timbulnya lebih banyak korban. Sebelum segalanya menjadi lebih buruk, Ia harus meminta maaf dan memastikan penghinaan ini tidak terulang di waktu mendatang," tegasnya

Di sisi lain, Bukhori juga menyoroti fenomena Prancis sebagai negara di Eropa yang menyumbang persentase tertinggi angka kelahiran bayi di luar pernikahan berdasarkan temuan Eurostat pada 2018. Ia menilai sistem sekularisme Perancis yang menyudutkan peran agama dalam kehidupan masyarakat telah memberikan efek buruk bagi wacana pembentukan institusi keluarga yang utuh.

"Nyatanya dibalik slogan kebebasan yang gigih mereka dengungkan, terdapat banyak bayi yang lahir dari buah perkawinan yang tidak sah. Alhasil, kebebasan anak untuk berhak memiliki orang tua yang utuh dan bertanggung jawab terkorbankan," pungkasnya.

Penulis: Redaksi

Editor: Tanayastri Dini Isna


Foto: (Foto/Reuters)

Sumber: wartaekonomi

Anggota DPR dari PKS Minta Presiden Prancis Minta Maaf, 'Biar Tidak Terulang!'

Anggota DPR dari PKS Minta Presiden Prancis Minta Maaf, 'Biar Tidak Terulang!'

Anggota DPR dari PKS Minta Presiden Prancis Minta Maaf, 'Biar Tidak Terulang!'

Anggota DPR dari PKS Minta Presiden Prancis Minta Maaf, 'Biar Tidak Terulang!'

Anggota DPR dari PKS Minta Presiden Prancis Minta Maaf, 'Biar Tidak Terulang!'

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya