0
Thumbs Up
Thumbs Down

Antisipasi LCS, KSAL akan Pindahkan Guspurla ke Natuna

Republika Online
Republika Online - Tue, 24 Nov 2020 02:15
Dilihat: 61
Antisipasi LCS, KSAL akan Pindahkan Guspurla ke Natuna

JAKARTA -- Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Yudo Margono, berencana memindahkan Gugus Tempur Laut (Guspurla) Komando Armada (Koarmada) I dari Jakarta ke Natuna, Kepulauan Riau, secara permanen. Itu dilakukan untuk merespons situasi Laut China Selatan (LCS) saat ini dan ke depan.

"Ke depan saya beri kebijakan komandan Guspurla nantinya akan pindah ke Natuna," ungkap Yudo usai apel gelar pasukan di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/11).

Dia menjelaskan, hal tersebut dilakukan untuk merespons kerawanan ancaman dari luar negeri, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia dengan luar negeri yang ada di perairan seperti di LCS yang tengah memanas. Menurut Yudo, dengan dipindah ke Natuna, maka operasi yang dilakukan oleh Guspurla Koarmada I akan lebih efektif ketimbang berada di Jakarta.

Prajurit Korps Marinir TNI AL melakukan infiltrasi di Pantai Todak Dabo Singkep, Kepulauan Riau.- (ANTARA /Muhammad Adimaja)

"Wilayah operasinya di Laut Natuna, sehingga akan lebih efektif apabila satuan Guspurla akan kita tempatkan di Natuna," kata mantan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I tersebut.

Sebelumnya, Koarmada I TNI AL telah menyiagakan empat kapal perang Indonesia (KRI) di Natuna, Kepulauan Riau, untuk mengantisipasi meluasnya dampak naiknya tensi di LCS. Kapal-kapal berjenis Fregat dan Korvet, kapal antikapal selam, tersebut akan melakukan patroli rutin di perairan Laut Natuna Utara.

"Kita menyiagakan empat KRI di Natuna, yang pertama adalah patroli rutin, karena Laut Natuna Utara itu wilayah kita," jelas Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I TNI AL, Letkol Laut Fajar Tri Rohadi, saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat, Jumat (19/6).

Jumlah tersebut bertambah jika dibandingkan dengan kegiatan rutin, yakni biasanya hanya dua hingga tiga kapal yang berpatroli. Menurut Fajar, di dalam setiap kapal tersebut juga bersiagakan 100 orang personel TNI AL. Selain itu, ada juga pasukan TNI lainnya yang terintegrasi bersiaga di sekitar sana.

"Ada psukan di satuan TNI terintegrasi. Satu KRI rata 100 (personel). Iya (jadi total personel yang ikut berpatroli di kapal ada 400 orang)," ujar dia.

Dia mengatakan, pihaknya akan terus melindungi kedaulatan dan kepentingan NKRI di wilayah tersebut. Menurutnya, peningkatan kesiagaan di wilayah Laut Natuna Utara itu sudah menjadi hal yang pasti dan sudah dilaksanakan sejak lama. TNI AL, dalam hal ini Koarmada I, akan terus menyiagakan unsur KRI di Natuna.

"TNI AL dalam hal ini Koarmada I terus menyiagakan unsur KRI di Natuna dan antisipasi meluasnya dampak naiknya tensi di Laut Cina Selatan," katanya.


Berita Terkait
  • Dubes AS Temui Moeldoko, Ini Kata Kim
  • KTT ASEAN akan Bahas Ketegangan Regional dan Ekonomi
  • Sandiaga: Indonesia Bisa Turunkan Tensi AS-Cina Soal LCS
Berita Lainnya
  • Pengelolaan Pasar Baru Masuk Tahap Lelang
  • Bisakah Menunda Rencana Libur Akhir Tahun?

Antisipasi LCS, KSAL akan Pindahkan Guspurla ke Natuna

Antisipasi LCS, KSAL akan Pindahkan Guspurla ke Natuna

Antisipasi LCS, KSAL akan Pindahkan Guspurla ke Natuna

Antisipasi LCS, KSAL akan Pindahkan Guspurla ke Natuna

Antisipasi LCS, KSAL akan Pindahkan Guspurla ke Natuna

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya