0
Thumbs Up
Thumbs Down

Antisipasi Lonjakan Tagihan, Begini Strategi PLN

wartaekonomi
wartaekonomi - Sat, 06 Jun 2020 19:24
Dilihat: 279
Bogor

Guna mengatasi lonjakan tagihan drastis akibat pencatatan rata-rata 3 bulan terakhir, PLN mengaku menyiapkan skema perlindungan untuk pelanggan.

Dengan skema ini, lonjakan yang melebihi 20% akan ditagihkan pada bulan Juni sebesar 40% dari selisih lonjakan, dan sisanya dibagi rata tiga bulan pada tagihan berikutnya.

"Langkah ini sudah dipersiapkan jauh-jauh hari oleh PLN, dengan mempertimbangkan adanya keluhan pada sebagian pelanggan di unit-unit pembayaran PLN termasuk keluhan yang disampaikan melalui media ataupun media sosial," ungkap Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan Bob Saril.

Baca Juga: PLN Sambung Listrik 10,3 Juta VA untuk Pertamina EP

Baca Juga: Pemerintah Bilang Tak Bakal Naikkan Tarif Listrik Juli hingga September. Begini Penjelasannya

Bob menambahkan, "Skema ini diberikan sebagai bentuk upaya PLN dalam memberikan jalan keluar terbaik bagi Konsumen yang tagihannya melonjak pada bulan Juni 2020, sehingga konsumen tidak terkejut dengan tagihan listrik listrik selama masa PSBB. Selanjutnya Konsumen dapat menyelesaikan seluruh kewajibannya di masa produktif setelah penerapan PSBB berangsur berakhir."

Skema tersebut dipersiapkan setelah mengevaluasi pelaksanaan penagihan listrik pada bulan Mei yang juga mengakibatkan munculnya pengaduan pada sebagian pelanggan. Untuk mengatasi pengaduan tersebut, PLN juga menambah posko pengaduan.

Sebagai bentuk pelayanan terhadap pelanggan, merespon isu kenaikan tagihan listrik yang dialami oleh sebagian warga menyusul diberlakukannya PSBB akibat pandemi virus corona atau covid-19. Sejak Bulan Mei, PLN telah membuka Posko Informasi Tagihan Listrik di Kantor Pusat PLN, Jakarta.

Untuk meminta bantuan 24 jam, pelanggan dapat menghubungi telepon (kode area) 123, Twitter, Facebook, Instagram, surel (pln123@pln.co.id, hingga aplikasi PLN Mobile.

Lebih lanjut Bob menyebutkan, lonjakan tagihan yang dialami sebagian pelanggan tidak disebabkan oleh kenaikan tarif ataupun subsidi silang antara pelanggan golongan tertentu dengan golongan yang lain.

"Lonjakan pada sebagian pelanggan tersebut terjadi semata-mata karena pencatatan rata-rata rekening sebagai basis penagihan pada tagihan bulan Mei, pada bulan Juni ketika dilakukan pencatatan meter aktual selisihnya cukup besar. Itulah yang menyebabkan adanya lonjakan. Oleh karena itu, berdasarkan pengalaman penagihan pada bulan Mei, kami siapkan skema perlindungan lonjakan ini pada tagihan bulan Juni," pungkas Bob Sahril.

Penulis: ***

Editor: Tanayastri Dini Isna


Foto: PLN

Sumber: wartaekonomi

Antisipasi Lonjakan Tagihan, Begini Strategi PLN

Antisipasi Lonjakan Tagihan, Begini Strategi PLN

Antisipasi Lonjakan Tagihan, Begini Strategi PLN

Antisipasi Lonjakan Tagihan, Begini Strategi PLN

Antisipasi Lonjakan Tagihan, Begini Strategi PLN

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya