0
Thumbs Up
Thumbs Down

AS dan Eropa Tidak Jadikan Nasi Sebagai Makanan Pokok, Ini Alasannya

okezone
okezone - Wed, 29 Jun 2022 13:22
Dilihat: 46
AS dan Eropa Tidak Jadikan Nasi Sebagai Makanan Pokok, Ini Alasannya

JAKARTA - Makanan pokok adalah makanan yang menjadi bagian dominan dari sebuah negara. Makanan pokok dimakan secara teratur-bahkan setiap hari-dan memasok sebagian besar kebutuhan energi dan nutrisi seseorang.

Makanan pokok bervariasi dari satu tempat ke tempat lain, tergantung pada sumber makanan yang tersedia. Sebagian besar makanan pokok adalah makanan nabati yang murah. Mereka biasanya penuh kalori untuk energi. Biji-bijian sereal dan umbi-umbian adalah makanan pokok yang paling umum.

Dikutip National Geographic, ada lebih dari 50.000 tanaman yang dapat dimakan di dunia, tetapi hanya 15 di antaranya yang menyediakan 90 persen asupan energi makanan dunia. Beras, jagung, dan gandum membuat dua pertiga dari ini. Makanan pokok lainnya termasuk millet dan sorgum, lalu umbi-umbian seperti kentang, singkong, ubi, dan talas, serta produk hewani seperti daging, ikan, dan susu.

Baca juga: 7 Makanan Pokok Masyarakat Indonesia Selain Nasi, Ada Favoritmu?

Makanan pokok secara tradisional tergantung pada tanaman apa yang asli dari suatu daerah. Namun, dengan perbaikan di bidang pertanian, penyimpanan makanan, dan transportasi, beberapa bahan makanan pokok berubah. Misalnya, di pulau-pulau Pasifik Selatan, akar dan umbi-umbian seperti talas adalah makanan pokok tradisional. Namun, sejak 1970, konsumsi mereka turun.

Baca juga: Mengenal Makanan Pokok Beberapa Daerah di Indonesia, Pernah Coba?

Makanan yang khusus untuk satu daerah menjadi populer di daerah di mana mereka tidak tumbuh secara tradisional. Quinoa, misalnya, adalah tanaman seperti biji-bijian yang tumbuh tinggi di Pegunungan Andes Amerika Selatan. Saat ini, quinoa sangat populer di luar Amerika Latin.


Beras adalah makanan pokok bagi lebih dari 3,5 miliar orang di seluruh dunia, terutama di Asia, Amerika Latin, dan sebagian Afrika. Beras telah dibudidayakan di Asia selama ribuan tahun. Para ilmuwan percaya bahwa orang pertama kali menjinakkan beras di India atau Asia Tenggara. Beras tiba di Jepang sekitar 3.000 tahun yang lalu. Portugis kemungkinan besar memperkenalkannya ke Amerika Selatan pada abad ke-16.

Sumber: okezone

AS dan Eropa Tidak Jadikan Nasi Sebagai Makanan Pokok, Ini Alasannya

AS dan Eropa Tidak Jadikan Nasi Sebagai Makanan Pokok, Ini Alasannya

AS dan Eropa Tidak Jadikan Nasi Sebagai Makanan Pokok, Ini Alasannya

AS dan Eropa Tidak Jadikan Nasi Sebagai Makanan Pokok, Ini Alasannya

AS dan Eropa Tidak Jadikan Nasi Sebagai Makanan Pokok, Ini Alasannya

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya