0
Thumbs Up
Thumbs Down

AS Izinkan Warganya Cantumkan Israel Sebagai Tempat Lahir

Republika Online
Republika Online - Fri, 30 Oct 2020 22:25
Dilihat: 42
AS Izinkan Warganya Cantumkan Israel Sebagai Tempat Lahir

WASHINGTON -- Warga AS yang lahir di Yerusalem akan diizinkan mencantumkan Israel sebagai tempat kelahiran mereka di paspor dan dokumen lainnya. Kebijakan ini diumumkan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Kamis (29/10) waktu setempat, dilansir di Middle East Eye, Jumat (30/10).

Pompeo mengatakan, keputusan itu sejalan dengan apa yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada 2017. Gedung Putih saat itu membalikkan kebijakan AS selama beberapa dekade dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Seperti yang dinyatakan Presiden dalam proklamasinya, AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan pusat pemerintahannya, tetapi tidak mengambil posisi di perbatasan kedaulatan Israel di Yerusalem," kata dia.

Sebab untuk masalah tersebut, tetap tunduk pada status akhir negosiasi antara kedua pihak. Namun, kebijakan pencantuman Israel sebagai tempat lahir bagi warga AS yang lahir di Yerusalem disebut untuk menopang dukungan bagi Presiden Donald Trump di antara orang-orang Kristen evangelis dan pendukung Israel lainnya hanya beberapa hari sebelum pemilihan 3 November.

Israel merebut dan menduduki Yerusalem Timur dalam Perang Timur Tengah 1967 bersama dengan seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza, wilayah yang dicari Palestina sebagai bagian dari negara masa depan mereka. Israel menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibu kota bersatu, abadi, sementara Palestina menginginkan ibu kota mereka sendiri di Yerusalem Timur.

Komunitas internasional telah menyatakan status Yerusalem harus disepakati dalam penyelesaian antara Israel dan Palestina, dan 128 negara mengutuk keputusan AS dalam pemungutan suara Majelis Umum PBB pada akhir 2018. Sejak Trump bertempat tinggal di Gedung Putih pada Januari 2017, AS telah berulang kali mempromosikan kepentingan Israel dengan mengorbankan Palestina.

Awal tahun ini, Trump meluncurkan apa yang disebut "kesepakatan abad ini" untuk menangani konflik Israel-Palestina. Para penentang menganggapnya sebagai pengalihan atas pencaplokan pemukiman Israel yang dianggap ilegal di Tepi Barat yang diduduki, serta petak Lembah Yordania yang strategis.

Rencana itu juga menyebut Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan menolak hak warga Palestina kembali ke rumah leluhur mereka di tempat yang sekarang disebut Israel. Aneksasi wilayah pendudukan adalah ilegal di bawah hukum internasional, dan Palestina sangat menolak kesepakatan itu.


Berita Terkait
  • Warga AS Dipersilahkan Isi Israel Sebagai Tempat Kelahiran
  • Umat Kristen Israel Kecam Pernyataan Macron yang Hina Islam
  • Israel Tangkap Wakil Direktur Wakaf Islam Yerusalem
Berita Lainnya
  • AS Izinkan Warganya Cantumkan Israel Sebagai Tempat Lahir
  • In Picture: Sistem Buka Tutup Satu Arah Menuju Puncak Masih Diberlakukan

AS Izinkan Warganya Cantumkan Israel Sebagai Tempat Lahir

AS Izinkan Warganya Cantumkan Israel Sebagai Tempat Lahir

AS Izinkan Warganya Cantumkan Israel Sebagai Tempat Lahir

AS Izinkan Warganya Cantumkan Israel Sebagai Tempat Lahir

AS Izinkan Warganya Cantumkan Israel Sebagai Tempat Lahir

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya