0
Thumbs Up
Thumbs Down

Asal Mula Syariat Azan dan Manfaat Spiritual di Baliknya

Republika Online
Republika Online - Fri, 08 Nov 2019 23:59
Dilihat: 20
Asal Mula Syariat Azan dan Manfaat Spiritual di Baliknya

Sejak perintah shalat diturunkan, sampai Rasulullah SAW wafat, perbaikan tata tertib shalat selalu dilakukan hingga sempurna. Sejak shalat setengah malam yang ditentukan dalam surah Al-Muzammil, kemudian dikurangi sampai Rasulullah SAW melaksanakan Isra dan Miraj, waktunya pun diubah menjadi lima kali sehari semalam.

Setelah Hijrah, mulailah dibangun masjid dan mulai pula diadakan shalat berjamaah. Begitu pula tata cara pelaksanaannya. Sejak saat itu, muncul kebutuhan kedisiplinan waktu terkait tanda masuknya waktu shalat. Kebutuhan ini dijawab Rasulullah SAW dengan cara yang berbeda dari kaum lain yang menggunakan lonceng. Maka lahirlah azan.

Abdullah bin Zaid RA bermimpi tentang lafaz-lafaz Azan (sebagaimana termuat dalam hadits Abu Daud (499) (I/241), at-Tirmidzi (189) (I/358), Ibnu Majah (706) (I/389) dan Shahih Muslim (835) (2/298). Kemudian dikukuhkan oleh wahyu Alquran dalam surah al-Jumah ayat 9 dan surah al-Maidah ayat 58 (diterangkan oleh Imam Muslim dikitab Shahih-nya (850) (2/311).

Bacaan dalam Azan, jika diperhatikan, seluruhnya adalah pernyataan akidah Islam, sebagai salah satu syiar Islam yang paling nyata. Kalimat demi kalimat di dalam azan sangat berisi dan penuh hikmah. Tiada satupun ulama berbeda pendapat. Lafaz azan mengajak umat Islam, secara bersamaan, segera menyahut panggilan Tuhan semesta alam, membesarkan dan mengagungkan-Nya.

Lafaz azan adalah pernyataan besar yang semestinya mempengaruhi jiwa, jalan berpikir dan tingkah laku seorang mukmin. Sudah semestinya manusia memahami dengan sepenuh hati sehingga membangkitkan motivasi, keinsyafan, dan rasa cinta yang mendalam kepada Ilahi Rabbi.

Semua ulama menyetujui keutamaan dan kebaikan azan. Garis-garis pokok semacam inilah yang penting saat ini, untuk mempertautkan ukhuwah Islamiyah. Apalagi, pada hakikatnya umat Islam itu satu dan keelokannya tampak nyata dari adanya persatuan dan persaudaraan.

Pertanyaannya, sejauh manakah nilai-nilai azan itu telah membentuk pribadi sebagai Muslim? Gema seruan azan mestinya mampu mendatangkan pengaruh positif di tengah masyarakat Islam. Perbaikan harus dimulai dari diri masing-masing


Berita Terkait
  • Lakum Dinukum Waliyadin
  • JK: Pengeras Suara Jadi Kelemahan Masjid di Indonesia
  • Azan Berkumandang di Stadion Wembley
Berita Lainnya
  • Viola Davis Ikut Tanggapi Martin Scorsese
  • Dompet Dhuafa Ajak Sumbang Sepatu Layak Pakai di EJM 2019

Asal Mula Syariat Azan dan Manfaat Spiritual di Baliknya

Asal Mula Syariat Azan dan Manfaat Spiritual di Baliknya

Asal Mula Syariat Azan dan Manfaat Spiritual di Baliknya

Asal Mula Syariat Azan dan Manfaat Spiritual di Baliknya

Asal Mula Syariat Azan dan Manfaat Spiritual di Baliknya

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya