0
Thumbs Up
Thumbs Down

Astronom Temukan Bintang Kuno di Sekitar Bima Sakti

Republika Online
Republika Online - Sat, 01 Aug 2020 17:57
Dilihat: 75
Astronom Temukan Bintang Kuno di Sekitar Bima Sakti

NEW YORK -- Astronom kembali mengungkap soal misteri tata surya. Kali ini, para pakar tata surya mengungkap adanya bintang kuno yang masih tersisa di sekitar galaksi bima sakti.

Dilansir dari BGR pada Sabtu (1/8), sebelum galaksi bima sakti tercipta, sebenarnya sempat terdapat sebuah sistem tata surya kuno. Tapi, sistem itu kemudian hilang karena adanya ledakan besar yang selanjutnya membentuk galaksi bima sakti.

Tapi ternyata, saat ini masih terdapat beberapa bintang kuno yang tersisa. Bintang-bintang yang sangat tua itu saat ini berada di sekitar tepian galaksi. Kumpulan bintang ini sangat menarik karena usianya jauh lebih tua dari bima sakti.

Pimpinan studi, Zhen Wan mengatakan, temuan ini diungkap lewat pengukuran kadar hidrogen dan helium. "Bintang kuno ini memiliki kandungan logam yang sangat rendah sehingga sangat timpang dengan kandungan pada bintang lainya," kata Zhen Wan.

Rendahnya kadar logam itu pun sekaligus menunjukan bahwa bintang itu berusia sangat tua. Uniknya, astronom tak menemukan kumpulan bintang lain yang komposisinya mirip dengan bintang kuno ini.

Temuan ini pun sekaligus melengkapi catatan eksplorasi yang tengah dilakukan oleh para astronom. Karena, saat ini para astronom ingin memperdalam soal awal mula terbentuknya bintang dan galaksi pertama di alam semesta.

Dilansir dari IFL Science pada Juni, kajian ini sendiri dilakukan dengan bantuan Hubble Space Telescope (HST). Pendalaman ini pun mencakup galaksi yang terbentuk pada 500 juta hingga 1 miliar tahun setelah big bang.

Pengamatan yang dilakukan oleh European Space Agency itu dimaksudkan untuk mengetahui secara pasti kapan bintang dan galaksi pertama terbentuk pada alam semesta. Pengamatan itu pun menduga bahwa bintang dan galaksi sebenarnya sudah terbentuk jauh lebih dahulu dari yang selama ini diduga.

Kunci dari pendalaman ini adalah dengan mengamati bintang-bintang yang disebut dengan Population III. Bintang ini merupakan sisa dari big bang dan terdiri dari gas primordial seperti hidrogen, helium dan lithium dan sama sekali tak mengandung oksigen, nitrogen, karbon dan besi.

Dari situ, para astronom menyimpulkan bahwa itu bukanlah bintang yang pertama terbentuk. Oleh karena itu, diperlukan pengamatan lebih lanjut soal bintang dan galaksi pertama yang terbentuk.


Pengamatan ini sendiri dipimpin oleh Rachana Bhatawdekar dari European Space Agency. Menurutnya, misi ini didukung oleh Hubble's Wide Field Camera 3 dan Advanced Camera for Survey .

Berita Terkait
  • Timnas U-16 Kembali Jalani TC pada 9 Agustus
  • Timnas U-16 Petik Pelajaran dari Imbang Lawan Bina Taruna
  • Protokol Pencegahan Covid-19 di TC Timnas Bakal Jadi Rujukan
Berita Lainnya
  • Tak Ada Jamaah Haji yang Terdeteksi Kasus Covid-19
  • Dana White Ungkap Kemungkinan McGregor Kembali ke UFC

Astronom Temukan Bintang Kuno di Sekitar Bima Sakti

Astronom Temukan Bintang Kuno di Sekitar Bima Sakti

Astronom Temukan Bintang Kuno di Sekitar Bima Sakti

Astronom Temukan Bintang Kuno di Sekitar Bima Sakti

Astronom Temukan Bintang Kuno di Sekitar Bima Sakti

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya