0
Thumbs Up
Thumbs Down

Babak Baru 'Dualisme' Demokrat, Krisis Moral Politik

Republika Online
Republika Online - Sat, 25 Sep 2021 14:02
Dilihat: 41
Babak Baru 'Dualisme' Demokrat, Krisis Moral Politik

JAKARTA -- Politikus partai Demokrat Rachland Nashidik mengkritik, tindakan Yusril Ihza Mahendra yang menjadi pengacara bagi Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB). Yusril baru-baru ini didapuk membantu kubu Moeldoko dalam Judicial Review terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/RT) Demokrat.

Rachland mempertanyakan Yusril yang seolah mengaku netral dalam skandal pembegalan Partai Demokrat oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Dia sulit menerima alasan Yusril membantu Moeldoko hanya karena peduli pada demokratisasi dalam tubuh partai politik.

"Skandal hina pengambilalihan paksa Partai Demokrat oleh unsur Istana, yang pada kenyataannya dibiarkan saja oleh Presiden, pada hakikatnya adalah sebuah krisis moral politik. Dan orang yang mengambil sikap netral dalam sebuah krisis moral, sebenarnya sedang memihak pada si kuat dan si penindas," kata Rachland dalam keterangannya yang diterima Republika, Jumat (24/9).

Rachland meragukan keberpihakan Yusril terhadap keadilan. Dia menganggap, Yusril sengaja membela Moeldoko dengan dalih keadilan padahal punya motif lain.

"Padahal sebagai advokat, Yusril sebenarnya bisa menolak menjadi Kuasa Hukum Moeldoko tanpa berakibat pupusnya akses Moeldoko pada keadilan," ujar Rachland.

Rachland menyebut, Moeldoko sebenarnya mampu menyewa pengacara lain ketimbang Yusril. "Moeldoko bukan orang miskin. Duitnya mampu membeli jasa advokat lain," lanjut Rachland.

Oleh karena itu, Rachland menuding, keberpihakan Yusril pada Moeldoko tak bisa lagi ditutupi dengan dalih 'mencari keadilan'.

Dia menilai, perjuangan Yusril mencari keadilan sudah keluar jalur. "Tak bisa lain, klaim netralitas Yusril adalah tabir asap yang sia-sia menutupi pemihakannya pada KSP Moeldoko. Alih-alih kampiun demokrasi, seperti klaimnya sendiri, Yusril dalam kasus ini justru adalah kuku-kuku tajam dari praktik politik yang menindas," sindir Rachland.


Berita Terkait
  • Demokrat AHY Anggap Judicial Review AD/RT Partai Mengada-ada
  • Demokrat Tantang Yusril Gugat AD/ART Semua Parpol
  • Demokrat Sindir Pengacara Kubu Moeldoko Yusril Ihza Mahendra
Berita Lainnya
  • Babak Baru 'Dualisme' Demokrat, Krisis Moral Politik
  • In Picture: Wisuda Secara Hybrid di Tengah Pandemi (2)

Babak Baru 'Dualisme' Demokrat, Krisis Moral Politik

Babak Baru 'Dualisme' Demokrat, Krisis Moral Politik

Babak Baru 'Dualisme' Demokrat, Krisis Moral Politik

Babak Baru 'Dualisme' Demokrat, Krisis Moral Politik

Babak Baru 'Dualisme' Demokrat, Krisis Moral Politik

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya