0
Thumbs Up
Thumbs Down

Bahaya! Danau di Afrika Berisiko Meledak

okezone
okezone - Fri, 04 Dec 2020 07:55
Dilihat: 55
Bahaya! Danau di Afrika Berisiko Meledak

Di AFRIKA bagian tengah terdapat danau yang berpotensi meledak. Tetapi memanfaatkannya sebagai sumber energi dapat membantu mencegah bencana.

Danau Kivu adalah salah satu perairan paling aneh di Afrika yang menjadikannya subyek menarik bagi para ilmuwan. Di satu sisi, danau tersebut menyimpan potensi bahaya, tapi di sisi lain merupakan sumber kemakmuran bagi jutaan orang yang tinggal di sekitarnya.

Kivu tidak seperti kebanyakan danau air dalam. Biasanya ketika air pada permukaan danau mendingin-misalnya oleh suhu musim dingin atau aliran sungai yang membawa lelehan salju-air yang dingin dan padat itu tenggelam, sedangkan air yang lebih hangat dan kurang padat naik dari bawah danau yang lebih dalam. Proses ini, yang dikenal sebagai konveksi, umumnya membuat permukaan danau lebih hangat daripada air di bawahnya.

Tetapi di Danau Kivu, ada kondisi-kondisi tertentu yang saling mempengaruhi sehingga memblokir pencampuran ini. Akibatnya, sifat danau menjadi tidak terduga dengan konsekuensi yang mengejutkan.

Baca Juga: Topan Idai Terjang Bagian Selatan Afrika, Tewaskan Lebih dari 100 Jiwa

Terletak di perbatasan antara Rwanda dan Republik Demokratik Kongo, Kivu adalah salah satu dari serangkaian danau yang melapisi Rift Valley (Lembah Celah) Afrika Timur-tempat lempengan benua Afrika perlahan-lahan terbelah oleh kekuatan tektonik.

Tekanan yang dihasilkan menipiskan kerak bumi dan memicu aktivitas vulkanis, menciptakan mata air panas di bawah Kivu yang menyuplai air panas, karbon dioksida, dan metana ke lapisan dasar danau.

Mikroorganisme menggunakan sebagian CO2, serta bahan organik yang tenggelam dari atas, untuk menciptakan energi serta menghasilkan tambahan metana sebagai produk sampingan.

Gas-gas ini biasanya akan menggelembung keluar dari air. Namun, kedalaman Kivu yang luar biasa, yang mencapai lebih dari 460 meter pada titik terdalamnya, menciptakan begitu banyak tekanan sehingga mereka tetap larut berada dalam air.

Campuran air dan larutan gas ini lebih padat daripada air biasa, sehingga mencegahnya naik. Air di dalam juga lebih asin karena sedimen yang turun dari lapisan atas danau dan dari mineral di mata air panas, yang meningkatkan kepadatan.

Baca Juga: 7 Fakta Ini Membuktikan Ethiopia Negara Anti-Mainstream


Hasilnya, kata ahli limologi Sergei Katsev dari University of Minnesota Duluth, adalah danau dengan beberapa lapisan air dengan kepadatan yang sangat berbeda. Pemisahnya hanyalah lapisan transisi tipis.

Sumber: okezone

Bahaya! Danau di Afrika Berisiko Meledak

Bahaya! Danau di Afrika Berisiko Meledak

Bahaya! Danau di Afrika Berisiko Meledak

Bahaya! Danau di Afrika Berisiko Meledak

Bahaya! Danau di Afrika Berisiko Meledak

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya