0
Thumbs Up
Thumbs Down

Banyak Korban Berjatuhan, UU ini Darurat Revisi

genpi
genpi - Sun, 21 Feb 2021 16:50
Dilihat: 39

GenPI.co - Pakar komunikasi Ade Armando menilai bahwa Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sudah banyak memakan korban sejak awal pengesahannya.

"Niat awalnya memang baik, yaitu berusaha mencegah kecurangan transaksi dan kejahatan elektronik serta mengendalikan internet agar tidak digunakan untuk menyebarkan materi yang merugikan. Tapi, habis disahkan, langsung banyak korban berjatuhan," katanya dalam kanal YouTube CokroTV, Rabu (17/2).

BACA JUGA: Pakar Top Beber Pasal Karet UU ITE, Korbannya Guru Hingga Vokalis

Ade pun menyebutkan kasus Prita Mulyasari sebagai salah satu korban paling terkenal dari UU ITE. Seperti diketahui, Prita digugat dengan tuduhan pencemaran nama baik oleh Rumah Sakit Omni.

Dosen Universitas Indonesia itu memaparkan bahwa sejak periode awal pemerintahan, Presiden Jokowi sudah berinisiatif mengubah UU ITE.

"Namun, karena saat itu revisinya hanya untuk mengurangi ancaman pidana, UU ITE pun terus mengancam demokrasi Indonesia," ujarnya.

Menurut Ade, upaya Presiden Jokowi untuk kembali merevisi UU ITE merupakan salah satu bentuk kepedulian mantan wali kota Solo itu kepada suara rakyat Indonesia.

"Dia memahami kegalauan masyarakat atas nasib kebebasan berbicara. Padahal, kebebasan berbicara merupakan elemen vital demokrasi," paparnya.

BACA JUGA: Rocky Gerung Gembira, Kabinet Jokowi Gontok-gontokan

Ade mengaku dirinya sangat setuju jika UU ITE direvisi. Dia pun memaparkan bahwa ada beberapa aturan yang bermasalah dalam UU ITE, salah satunya Pasal 27 ayat 3.

"Pasal itu menyatakan bahwa setiap pengguna internet tidak boleh menyebarkan konten yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. Sepintas, pasal ini baik. Tapi, definisinya tidak jelas, jadi bikin banyak penafsiran," jelas dia.

Hal itu terjadi dalam kasus Prita. Sebenarnya, Prita hanya menuliskan keluhan atas pelayanan RS Omni yang merugikan dia.

"Dia menulis email dan menyarankan kepada teman-temannya agar mereka berhati-hati. Tapi, karena Pasal 27 ayat 3 itu, pengadilan memenuhi gugatan RS Omni karena hanya disebutkan pencemaran nama baik tanpa menyebut kondisi seperti apa yang membuat sebuah pernyataan negatif," tuturnya.(*)

BACA JUGA: Soal Munarman di Acara Baiat, Ucapan Eks Kabais TNI Mengejutkan

Jangan lewatkan video populer ini:

Sumber: genpi

Banyak Korban Berjatuhan, UU ini Darurat Revisi

Banyak Korban Berjatuhan, UU ini Darurat Revisi

Banyak Korban Berjatuhan, UU ini Darurat Revisi

Banyak Korban Berjatuhan, UU ini Darurat Revisi

Banyak Korban Berjatuhan, UU ini Darurat Revisi

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya