0
Thumbs Up
Thumbs Down

Bappenas: Kesenjangan Gender Indonesia Masih Cukup Lebar

Republika Online
Republika Online - Mon, 28 Sep 2020 22:14
Dilihat: 121
Bappenas: Kesenjangan Gender Indonesia Masih Cukup Lebar

JAKARTA -- Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Subandi mengatakan kesenjangan gender di Indonesia masih cukup lebar. Kesenjangan akan lebih lebar pada kelompok masyarakat miskin.

"Kesenjangan gender di Indonesia menempati urutan 85 dari 153 negara, menurut data Global Gender Gap Report 2020 dari World Economic Forum," kata Subandi dalam sebuah webinar yang diikuti dari Jakarta, Senin (28/9).

Subandi mengatakan kesenjangan gender tersebut dilihat dari empat dimensi, yaitu akses pada pendidikan, kesehatan, partisipasi ekonomi, dan pemberdayaan politik. Di Indonesia, perempuan lebih tertinggal daripada laki-laki, yang terbesar terutama pada partisipasi ekonomi dan pemberdayaan politik.

Pada kelompok masyarakat miskin, kesenjangan antara laki-laki dan perempuan jauh lebih lebar. Kemiskinan pada perempuan jauh lebih tinggi daripada laki-laki pada semua kelompok umur dan semua wilayah.

"Umur harapan hidup perempuan yang lebih panjang juga menyebabkan perempuan mengalami periode kemiskinan yang lebih lama," jelasnya.

Menurut Subandi, tantangan perempuan miskin untuk dapat keluar dari kemiskinan juga lebih besar karena mereka memiliki akses dan sumber daya yang jauh lebih terbatas. Karena itu, perempuan miskin lebih memerlukan keberpihakan dalam bentuk kebijakan dan program yang bersifat afirmatif.

"Masih banyak perempuan miskin yang tidak terdata sehingga belum tercakup dalam program pelindungan sosial, perempuan yang menjadi pekerja migran yang bermasalah, perempuan yang melahirkan tidak di fasilitas kesehatan, perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, dan anak perempuan yang mengalami kekerasan seksual dan perkawinan anak," tuturnya.

Subandi mengatakan program penanggulangan kemiskinan di tingkat nasional dan daerah harus bisa mendorong peningkatan partisipasi dan kesejahteraan perempuan. Penting untuk menganalisis data lebih dan memahami konteks yang ada pada masing-masing daerah, apa saja faktor pendorong dan penghambat, dan apa saja tantangan dan peluang yang ada; sehingga bisa dirumuskan strategi dan intervensi yang tepat.

"Di sinilah arti penting memahami dimensi gender," ujarnya.

Berita Terkait
  • RI Tegaskan Vanuatu Bukan Wakil Papua
  • Bamsoet Ajak Lady Bikers Jadi Relawan Empat Pilar MPR RI
  • Indonesia-Thailand Gelar Pentas Virtual Sendratari Ramayana
Berita Lainnya
  • Agusrin Najamudin Masukan Gugatan ke Bawaslu Bengkulu
  • Dominic Thiem Susah Payah ke Babak Kedua French Open

Bappenas: Kesenjangan Gender Indonesia Masih Cukup Lebar

Bappenas: Kesenjangan Gender Indonesia Masih Cukup Lebar

Bappenas: Kesenjangan Gender Indonesia Masih Cukup Lebar

Bappenas: Kesenjangan Gender Indonesia Masih Cukup Lebar

Bappenas: Kesenjangan Gender Indonesia Masih Cukup Lebar

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya