0
Thumbs Up
Thumbs Down

Beberapa Jamaah Haji Khusus Minta Mundur Tahun Depan

Republika Online
Republika Online - Fri, 03 Apr 2020 20:50
Dilihat: 25
Beberapa Jamaah Haji Khusus Minta Mundur Tahun Depan

JAKARTA -- Direktur Utama PT Patuna Maker Jaya, Syam Refiadi mengatakan sampai saat ini pihaknya belum mengajukan surat pengajuan pengembalian biaya haji khusus kepada Kementerian Agama. Pasalnya, sampai hari ini, Arab Saudi pun masih belum mengeluarkan kebijakan mengenai ketentuan ibadah haji tahun 2020.

Syam menuturkan, dengan kondisi membingungkan ini ada beberapa jamaah yang memilih mengundurkan jadwal keberangkatan. Jamaah haji khusus ini meminta agar diberangkatkan tahun depan. "Ada beberapa yang sudah menyatakan batal berangkat minta tahun depan saja biar aman sekalian katanya," terang Syam kepada Republika.co.id, Jumat (3/4).

Permintaan calon jamaah ini pun ungkapnya, dipenuhi. Sehingga pihak travel harus mengambalikan uang milik calon jamaah tersebut. "Kami harus menanggung uang sendiri dulu untuk dikembalikan ke Jamaahnya," ungkap Syam.

Sedangkan Kementerian Agama sebelumnya mengatakan pengajuan pengembalian Bipih Khusus bisa dilakukan ke Ditjen PHU. Hanya saja proses pengembaliannya dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) ke penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji Khusus (PIHK) akan dilakukan setelah ada kepastian dari Arab Saudi.

Kondisi ini menurutnya, berdampak kepada PIHK yang sudah membayar lunas namun uangnya tertahan. "Dampaknya PIHK yang sudah melunasi tertahan uang cashflownya," terang Syam.

Syam mengaku memahami tujuan Kemenag agar PIHK jangan sampai menggunakan uang jamaah tersebut untuk kepentingan yang belum jelas. Karena Pihak Hotel dan Menteri Haji Saudi masih menyarankan untuk tidak melakukan transaksi apapun.

"Jadi kekawatiran Kemenag beralasan juga namun kami ada sebagian uang untuk operasional, seperti bayar tiket dan komponen domestik lainnya," ungkap Syam.

Ia menuturkan, jika sebelum Ramadhan atau akhir Ramadhan visa Umroh dibuka tentunya Haji juga akan dibuka. Namun jika sampai akhir Ramadhan tidak ada visa umroh maka kemungkinan besar Haji pun akan batal ditahun 1441 H / 2020 M ini.

Syam menjelaskan, pihaknya telah menerima surat perpanjangan pelunasan Biaya Pelunasan Ibadah Haji Khusus dan Pelayanan Haji Khusus. Dalam surat tersebut tertulis bahwa perpanjangan waktu pelunasan sampai 31 April 2020.


Berita Terkait
  • Neymar Dikabarkan Sumbang Rp 15,8 Miliar Bantu Lawan Corona
  • Unicef: Jangan Ada Pengucilan Sosial, Stigma Akibat Covid-19
  • Pengemudi Gojek Soloraya Bagikan APD ke Tenaga Medis
Berita Lainnya
  • Istana Ungkap Alasan Presiden Pilih PSBB Dibanding Lockdown
  • BPS: Kunjungan Turis Asing pada Februari Anjlok 30,42 Persen

Beberapa Jamaah Haji Khusus Minta Mundur Tahun Depan

Beberapa Jamaah Haji Khusus Minta Mundur Tahun Depan

Beberapa Jamaah Haji Khusus Minta Mundur Tahun Depan

Beberapa Jamaah Haji Khusus Minta Mundur Tahun Depan

Beberapa Jamaah Haji Khusus Minta Mundur Tahun Depan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya