0
Thumbs Up
Thumbs Down

Begini, Cara Batan Mengelola Limbah Radioaktif

Republika Online
Republika Online - Fri, 10 Jul 2020 03:06
Dilihat: 75
Begini, Cara Batan Mengelola Limbah Radioaktif

JAKARTA -- Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) melakukan sejumlah metode pengelolaan limbah radioaktif. Batan melakukan kompaksi, insenerasi, evaporasi dan imobilisasi untuk mereduksi volume limbah. Pengolahan limbah juga dilakukan untuk mengurangi paparan radiasi dari limbah radioaktif agar tidak membahayakan manusia dan lingkungan.

"Pusat Teknologi Limbah Radioaktif adalah satu-satunya tempat pengelola limbah radioaktif di Indonesia," kata Kepala Bidang Pengelolaan Limbah Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Batan Hendro dalam seminar virtual Pengelolaan Limbah Radioaktif dan Limbah B3 di Instalasi Bahan Bakar Nuklir, Jakarta, Selasa (7/7).

Hendro menuturkan limbah radioaktif memiliki bentuk cair, padat dan aerosol. Di PTLR, belum ada penyimpanan lestari. Sampai saat ini yang ada adalah penyimpanan sementara.

Pengolahan limbah radioaktif dilakukan sesuai dengan bentuk limbahnya. Pada limbah radioaktif berbentuk padat, dilakukan upaya berupa kompaksi atau pemadatan, insenerasi atau pembakaran dan imobilisasi.

Pada proses kompaksi, limbah awal yang diterima dari penghasil limbah ditampung dalam drum. Selanjutnya, ditekan atau dipadatkan dengan compactor berkekuatan 600 kiloNewton sehingga beberapa drum bisa menjadi satu drum.

Kemudian, dilakukan imobilisasi dengan menggunakan bahan pengikat seperti semen dan bitumen. Imobilisasi berguna untuk mencegah pergerakan radionuklida dalam limbah ke lingkungan. Limbah yang diimobilisasi adalah konsentrat evaporasi, abu insenerator, limbah padat hasil pengkompaksian.

Pengolahan limbah cair dilakukan dengan cara antara lain evaporasi dan penukar ion. Pengolahan limbah radioaktif berbentuk gas dilakukan dengan cara pengkondisian (kondisioning) di mana gas akan melewati alat penyaring untuk menangkap zat-zat radioaktif agar tidak keluar ke atmosfer.


PTLR Batan juga melakukan pengelolaan limbah biologis berupa binatang percobaan berbadan kecil yakni kurang dari 7,5 kilogram dengan kandungan radionuklida berumur paro lebih dari 150 hari.

Berita Terkait
  • Batan akan Hasilkan Prototipe Bahan Bakar Reaktor Daya
  • Polisi Periksa 23 Saksi Kasus Paparan Radiasi di Perum Batan
  • Batan Kumpulkan 638 Drum Tanah dan Vegetasi Hasil Clean Up
Berita Lainnya
  • Apkasi Ajak Kaum Milenial Jadi Wirausaha Pancasilais
  • Begini, Cara Batan Mengelola Limbah Radioaktif

Begini, Cara Batan Mengelola Limbah Radioaktif

Begini, Cara Batan Mengelola Limbah Radioaktif

Begini, Cara Batan Mengelola Limbah Radioaktif

Begini, Cara Batan Mengelola Limbah Radioaktif

Begini, Cara Batan Mengelola Limbah Radioaktif

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya