0
Thumbs Up
Thumbs Down

BEM UGM: Kasus UAS Bukan Kali Pertama

Republika Online
Republika Online - Sat, 12 Oct 2019 07:11
Dilihat: 30
BEM UGM: Kasus UAS Bukan Kali Pertama

JAKARTA - Presiden Badan Eksekutif Manusia (BEM) UGM, M Atiatul Muqtadir, angkat bicara mengenai penolakan Ustaz Abdul Somad di kampusnya. Menurut pria yang akrab dipanggil Fathur tersebut mengatakan penoakan yang dilakukan Rektorat UGM seperti itu bukan pertama kali terjadi.

''Penolakan pembicara di kampus bukan yang pertama kali di UGM. Bukan hanya Maskam (Masjid Kampus) UGM di beberapa seminar maupun pelatihan kepemimpinan di UGM 'seleksi' pembicara marak terjadi,'' kata Fathur dalam ciutannya di Twitter, kemarin.

Menurut Fathur tindakan yang dilakukan Rektorat UGM yang meminta pembatalasan acara kurang bijak. Bahkan, cenderung merendahlan civitas akademika UGM.

''Jikapun UAS dipandang sebagai sosok yang kontroversial pelarangan bukanlah cara yang ditempuh oleh insan akademis. Melarang UAS dengan ketakutan atas 'pemikirannya tidak sesuai dengan jati diri' adalah bentuk merendahkan akal civitas akademika UGM yang tentu tidak akan menerima mentah-mentah tiap pemikiran,'' kata Fathur.

Menurut Fathur kebebasan akademik pada dasarnya mencakup bagaimana kampus menjadi tulang ruang dialektika dan diskusi sebagai salah satu unsur dari sebuah pendidikan.''Pembubaran diskusi baik karena tema ataupun pembicara adalah tindakan yang mengkhianati kampus sebagai ruang dialektika,'' katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan mantan ketua BEM UGM, Ali Zaenal Abidin, yang kini melanjutkan pendidikan jenjang S2 di Sydney Australia. Menurutnya, sebenarnya penolakan UGM terhadap pembicara seperti yang kini dikenakan kepada UAS, sudah sering dilakukan.

''Dari dulu memang seperti itu. Kalau tidak cocok (rektorat, red) minta agar dibatalkan. Jadi ini memang bukan kasus yang pertama,'' kata Ali.

Ali meneritakan pada tahun 2016 silam, saat dirinya menjabat sebagai BEM UGM, sebuah acara yang menghadirkan Ustaz Felix Siauw, juga diminta dibatalkan meskipun akhirnya berjalan. Selain itu seminar kebangsaan yang menghadirkan Sudirman Said danFerry Mursyidan Baldan juga diminta dibatalkan oleh pihak Rektorat UGM.

''Padahal semestinya kampus menjadi tempat bergumulnya perbedaan pendapat, diskusi, tesis, dan antitesis,'' ujar Ali.

Sebelumnya UGM meminta acara kuliah umum di Masjid Kampus UGM, Sabtu (12/10) dibatalkan Rektorat UGM menginformasi rencana pembatalan acara yang rencananya akan menghadirkan UAS tersebut, Rabu (8/10).

"Berkaitan dengan acara yang rencanya akan diselenggarakan tanggal 12 Ootober 2019, maka pimpinan Universitas meminta agar rencana tersebut dibatalkan,'' ujar Kepala Humas dan Protokol UGM, Iva Anani.



Berita Terkait
  • UAS Ceramah di UII Sabtu Siang Ini
  • Soal UAS, Masjid UGM dan Masjid UII Disilakan Berkoordinasi
  • Undang UAS, Rektor UII: Untuk Kebaikan Lebih Besar
Berita Lainnya
  • 59 Budayawan dan Seniman dapat Penghargaan dari Kemendikbud
  • Korban Demo Akbar Alam Sempat Mengunggah Status di Instagram

BEM UGM: Kasus UAS Bukan Kali Pertama

BEM UGM: Kasus UAS Bukan Kali Pertama

BEM UGM: Kasus UAS Bukan Kali Pertama

BEM UGM: Kasus UAS Bukan Kali Pertama

BEM UGM: Kasus UAS Bukan Kali Pertama

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya