0
Thumbs Up
Thumbs Down

Berkah Kalung Fatimah untuk Kebutuhan Hingga Bebaskan Budak

Republika Online
Republika Online - Tue, 25 Feb 2020 23:59
Dilihat: 24
Berkah Kalung Fatimah untuk Kebutuhan Hingga Bebaskan Budak

Fatimah merupakan putri kesayangan Rasulullah SAW. Meski sederhana dan sesekali kekurangan tetapi sama sekali tidak pernah meminta-minta.

Bahkan, Fatimah pernah menjual kalung kesayangannya. Suatu hari, kepada Rasulullah SAW datang seorang tamu ibnu sabil yang kehabisan bekal. Karena di rumahnya tidak ada sesuatu yang layak untuk diberikan, maka nabi meminta Bilal agar mengantar tamu itu ke rumah Fatimah.

Di rumah putri nabi itu juga tidak ada sesuatu, maka dengan hati tulus dan ikhlas, Fatimah memberinya kalung hadiah pernikahannya dengan Ali. ''Ambillah kalung ini dan juallah! Mudah-mudahan harganya cukup memenuhi keperluanmu!'' kata Fatimah.

''Berapa hendak kamu jual kalung itu?'' tanya Ammar bin Yasir.

''Aku akan menjualnya dengan tukaran roti dan daging sekadar untuk mengenyangkan perutku, sebuah baju penutup tubuhku, dan uang satu dinar untuk menemui istriku,'' kata si tamu.

Ammar berkata, ''Baiklah, aku membeli kalung itu dengan harga 20 dinar, ditambah 200 dirham, ditambah sebuah baju, serta seekor unta agar kamu dapat menemui istrimu.''

Setelah itu Ammar berkata kepada budaknya, Asham. ''Wahai Asham, pergilah sekarang menghadap Rasulullah. Katakan bahwa aku menghadiahkan kalung ini dan juga kamu kepadanya. Jadi, mulai hari ini kamu bukan budakku lagi, tetapi budak Rasulullah.''

Ternyata Rasulullah pun berbuat sebagaimana Ammar. Dia menghadiahkan kalung itu dan juga Asham kepada Fatimah.

Fatimah sangat bahagia menerima hadiah dari ayahandanya, sekalipun dia tahu bahwa kalung ini semula memang miliknya. Dia sadar, ternyata kebaikannya yang sekadar memberi kalung mendapat balasan berlebih dari Tuhan, yaitu dengan ditambah seorang budak. Lalu Fatimah berkata kepada Asham, ''Wahai Asham, kamu sekarang bebas dari perbudakan dan menjadi manusia merdeka, aku melakukan semua ini karena Allah semata.''

''Mengapa kamu tertawa seperti itu,'' tanya Fatimah yang merasa heran melihat Asham tertawa terbahak-bahak.

''Aku tertawa karena kagum dan takjub akan berkah kalung yang beriwayat ini. Dia telah mengeyangkan orang yang lapar. Dia telah menutup tubuh orang yang telanjang. Dia telah memenuhi hajat seorang yang fakir dan akhirnya ia telah membebaskan seorang budak,'' jawab Asham.


Berita Terkait
  • Fatimah bint Yahya, Ahli Fiqih yang Berfatwa di Balik Tirai
  • Sejarah Bertaburan Muslimah Cerdik Pandai, Fatimah Contohnya
  • Fatimah Al-Falimbani: Ulama Hadis Perempuan yang Terlupakan
Berita Lainnya
  • Arsul Sani: Salam Pancasila tak Bisa Gantikan Salam Agama
  • Pasien Diduga Corona di RSHS Pernah Pergi ke Thailand

Berkah Kalung Fatimah untuk Kebutuhan Hingga Bebaskan Budak

Berkah Kalung Fatimah untuk Kebutuhan Hingga Bebaskan Budak

Berkah Kalung Fatimah untuk Kebutuhan Hingga Bebaskan Budak

Berkah Kalung Fatimah untuk Kebutuhan Hingga Bebaskan Budak

Berkah Kalung Fatimah untuk Kebutuhan Hingga Bebaskan Budak

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya