0
Thumbs Up
Thumbs Down

Bikin Ngeri, Masker Scuba Ternyata Beneran Gak Aman Dipakai, Buang Jauh-jauh!

wartaekonomi
wartaekonomi - Sun, 20 Sep 2020 04:44
Dilihat: 43
Jakarta

PT Kereta Api Indonesia dan PT Kereta Commuterline Indonesia telah resmi melarang penumpang kereta api jarak jauh dan KRL Commuterline, untuk tidak memakai masker scuba. Masker jenis ini dinilai tak efektif mencegah penularan Covid-19.

Dr. Adam Prabata, kandidat PhD di Kobe University, Jepang sepakat dengan pelarangan tersebut. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun tidak merekomendasikan penggunaan masker kain dari bahan elastis, untuk semua situasi di luar rumah. Tak cuma di kereta api saja.

Adam menjelaskan, masker scuba memang tak ampuh mencegah Covid karena berbahan dasar neoprene. Neoprene merupakan bahan kain sintetik elastis, yang sering digunakan sebagai pakaian olahraga.

Baca Juga: Dear Penumpang KRL, Mulai Senin Wajib Pakai Masker Jenis Ini!

"Badan Kesehatan Dunia (WHO) tidak merekomendasikan masker yang bersifat elastis, termasuk neoprene yang merupakan kain masker scuba, sebagai bahan masker. Sebab, material jenis ini akan mengalami pembesaran pori bila direnggangkan, dan cenderung terdegradasi seiring waktu. Sehingga, filtrasi masker menjadi tidak efektif," jelas Adam via akun Instagramnya.

Dokter yang aktif memberikan edukasi seputar Covid ini juga mengatakan, masker scuba yang dijual di pasaran, mayoritas hanya terdiri dari 1 lapis kain.

Padahal, menurut WHO, masker kain minimal harus terdiri dari 3 lapis atau lebih. Tergantung jenis kainnya.

"Agar efektif, masker kain harus memiliki filtrasi minimum 70 persen. Faktanya, tidak ada bahan kain 1 lapis untuk masker, yang mampu mencapai filtrasi 70 persen," terang Adam.

Baca Juga: Masker Scuba dan Buff Tak Efektif Cegah Penularan Corona, Begini Kata Dokter RS UGM

Meski begitu, masker kain tetap direkomendasikan untuk saat ini. Sebab, masker tersebut dapat mencegah penularan Covid dari pasien yang tidak atau belum bergejala. Selain itu, juga untuk mencegah diri sendiri dari menulari orang lain.

Karena bisa saja, kita telah terinfeksi Covid, tapi tidak atau belum bergejala.

"Masker kain yang baik harus terdiri dari 3 lapis. Lapisan dalamnya harus berbahan dasar katun, supaya dapat menyerap air. Sementara lapisan tengah yang merupakan filtrasi droplet, bisa terbuat dari bahan dasar katun atau polypropilene. Sedangkan lapisan luar yang tidak menyerap air, bisa terbuat dari bahan polypropilene, polyester, dan bahan sintetik lainnya," pungkas Adam.

Penulis: Redaksi

Editor: Annisa Nurfitriyani


Foto: Sufri Yuliardi

Sumber: wartaekonomi

Bikin Ngeri, Masker Scuba Ternyata Beneran Gak Aman Dipakai, Buang Jauh-jauh!

Bikin Ngeri, Masker Scuba Ternyata Beneran Gak Aman Dipakai, Buang Jauh-jauh!

Bikin Ngeri, Masker Scuba Ternyata Beneran Gak Aman Dipakai, Buang Jauh-jauh!

Bikin Ngeri, Masker Scuba Ternyata Beneran Gak Aman Dipakai, Buang Jauh-jauh!

Bikin Ngeri, Masker Scuba Ternyata Beneran Gak Aman Dipakai, Buang Jauh-jauh!

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya