0
Thumbs Up
Thumbs Down

BMKG Beri Alarm Bahaya di Indonesia, Petani Mohon Waspada

genpi
genpi - Sat, 13 Aug 2022 23:59
Dilihat: 40
BMKG Beri Alarm Bahaya di Indonesia, Petani Mohon Waspada

GenPI.co - Kondisi cuaca di Indonesia tahun ini diprediksi bakal terjadi musim kemarau basah.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

Dia meminta para petani tembakau terus memantau kondisi cuaca di musim kemarau basah tahun ini, karena meskipun kemarau tetapi masih sering hujan.

"Itulah sebabnya BMKG bersama anggota Komisi V DPR RI bapak Sudjadi dan Pemkab Temanggung berupaya menyampaikan berbagai hal yang perlu diketahui petani tembakau terkait cuaca dan iklim agar tidak gagal panen," katanya di Temanggung, Sabtu.

Ia menyampaikan hal tersebut pada pembukaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) operasional BMKG Komoditas Tembakau di Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung.

Dwikorita mengatakan dengan memantau informasi cuaca yang dikeluarkan BMKG bisa diketahui perkiraan enam hari ke depan tentang cuaca, kelembaban, dan angin.

"Jangan sampai mau menjemur tembakau malah udara kencang, udara lembab, tidak bisa kering malah terbang ditiup angin. Ini semua akan dibahas dalam diskusi SLI juga praktik di lapangan agar para petani bisa berdaya menyikapi kondisi saat ini," katanya.

Ia berharap dengan SLI ini para petani tembakau paham dan mampu membaca cuaca dan pihaknya akan melengkapi informasinya secara digital. Jadi pertanian cerdas agar tahu dari informasi digital, bisa tahu kondisi cuaca enam hari ke depan, setiap harinya seperti apa, bahkan setiap jam atau tiga jam seperti apa.

Dengan demikian, para petani bisa menyusun perencanaan kapan mulai menanam, bagaimana pola tanamnya, kapan mulai memanen dan diharapkan dapat menghindari terjadinya gagal panen akibat cuaca ekstrem, karena bisa dideteksi secara dini untuk mengantisipasinya.

Bupati Temanggung M. Al Khadziq dalam sambutan tertulis yang disampaikan Sekda Kabupaten Temanggung Hary Agung Prabowo mengatakan SLI merupakan upaya BMKG untuk mendukung ketahanan pangan nasional yang menjadi program dari Presiden Joko Widodo supaya bangsa Indonesia tetap menyediakan pangan.

Ia menyebutkan pada kesempatan ini SLI diikuti 25 petani, yakni dari Desa Wonosari 10 orang, Desa Pandemulyo 5 orang, Wonotirto 5 orang, dan Desa Pagergunung 5 orang.

Khadziq berharap pelaksanaan SLI operasional pendamping komoditas tembakau yang dilaksanakan di Desa Wonosari ini dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani dalam memantapkan informasi iklim guna melakukan antisipasi dampak fenomena iklim ekstrem terhadap komoditas tembakau.

Jangan sampai ketinggalan! Kamu sudah lihat video ini ?

Sumber: genpi

BMKG Beri Alarm Bahaya di Indonesia, Petani Mohon Waspada

BMKG Beri Alarm Bahaya di Indonesia, Petani Mohon Waspada

BMKG Beri Alarm Bahaya di Indonesia, Petani Mohon Waspada

BMKG Beri Alarm Bahaya di Indonesia, Petani Mohon Waspada

BMKG Beri Alarm Bahaya di Indonesia, Petani Mohon Waspada

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya