0
Thumbs Up
Thumbs Down

BMKG: Musim Kemarau Diperkirakan Berlanjut 2-3 Bulan

Republika Online
Republika Online - Wed, 21 Aug 2019 01:29
Dilihat: 41
BMKG: Musim Kemarau Diperkirakan Berlanjut 2-3 Bulan

JAKARTA -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprakirakan awal musim hujan akan jatuh pada akhir November hingga awal Desember 2019. Musim kemarau yang terjadi saat ini diperkirakan akan masih berlanjut dalam dua atau tiga bulan ke depan.

"Puncak kemarau di bulan Agustus-September. Itu adalah puncak dan tidak berarti kemarau langsung berhenti, kita masih akan menghadapi September-Oktober, kekeringan dan hujan sedikit masih akan terus kita hadapi dua hingga tiga bulan ke depan," kata Kepala Subbidang Analisa dan Informasi lklim BMKG Adi Ripaldi dalam konferesi pers terkait kekeringan di kantor ACT Jakarta, Selasa (20/8).

Dia menjelaskan saat ini sekitar 92 persen wilayah Indonesia mengalami kemarau. Bahkan, terdapat beberapa wilayah yang mengalami hari tanpa hujan ekstrem, yaitu tidak ada hujan hingga lebih dari 60 hari seperti di seluruh Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Berdasarkan pantauan BMKG hingga Awal Agustus 2019, beberapa wilayah sudah mengalami kekeringan meteorologi level ekstrem. "Di mana, tercatat ada daerah yang sudah Iebih dari 60 hari tidak ada hujan, bahkan Iebih Iebih dari 90 hari tidak ada hujan," kata dia.

Ia mengatakan kondisi ini tentu akan memiliki dampak lanjutan terhadap kekeringan pertanian dan kekurangan air bersih masyarakat. Selain itu, ancaman gagal panen bagi wilayah-wilayah pertanian tadah hujan semakin tinggi.

Adi mencontohkan di wilayah Jakarta Utara juga sudah mengalami kekeringan pada Juli dan Agustus sehingga memengaruhi kualitas air sumur yang menjadi tidak bagus. Dia menambahkan kondisi kemarau pada 2019 lebih kering dibanding kemarau 2018.

Menurut dia, hal tersebut disebabkan adanya siklus iklim El Nino pada akhir 2018 yang membuat kemarau lebih kering. Kendati demikian, dia menyatakan kemarau 2019 tidak separah pada kekeringan di musim kemarau 2015.

Adi mengatakan sebenarnya BMKG sudah menginformasikan kepada seluruh daerah yang berpotensi terdampak kekeringan atau pernah mengalami kekeringan pada 2018 bahwa kemarau 2019 akan lebih parah dari sebelumnya. Namun, Adi mengatakan pemerintah daerah maupun masyarakat tidak mengantisipasi hal tersebut.


Berita Terkait
  • ACT Telah Bangun 1.400 Sumur Wakaf
  • 1.644 Ha Sawah Terancam Kekeringan di Karawang
  • ACT Berkolaborasi dengan BKMG Bantu Daerah Kekeringan
Berita Lainnya
  • Jokowi Dukung Menristekdikti Datangkan Rektor Asing
  • Bertahun-tahun Warga Lembor Kekurangan Air Bersih

BMKG: Musim Kemarau Diperkirakan Berlanjut 2-3 Bulan

BMKG: Musim Kemarau Diperkirakan Berlanjut 2-3 Bulan

BMKG: Musim Kemarau Diperkirakan Berlanjut 2-3 Bulan

BMKG: Musim Kemarau Diperkirakan Berlanjut 2-3 Bulan

BMKG: Musim Kemarau Diperkirakan Berlanjut 2-3 Bulan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya