0
Thumbs Up
Thumbs Down

Bonus Demografi, RI Perlu Belajar dari Jepang

okezone
okezone - Sun, 16 Feb 2020 20:18
Dilihat: 44
Bonus Demografi, RI Perlu Belajar dari Jepang

JAKARTA - Keberhasilan suatu negara dalam mengelola kelompok usia produktif bergantung pada kemampuan negara tersebut mempersiapkan generasinya agar dapat memanfaatkan celah kesempatan (window of opportunity) dari bonus demografi. Tidak semua negara berhasil memanfaatkan bonus demografi.

Jepang adalah salah satu yang sukses, namun Brasil dan Afrika Selatan dinilai gagal.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengingatkan soal bonus demografi yang akan dialami Indonesia pada 2030-2040. Diprediksi Indonesia akan mengalami masa bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun).

Baca Juga: Langkah Sri Mulyani Respons Gejolak Ekonomi Global Akibat Virus Korona

Pada bonus demografi tersebut, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64% dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa.

"Bonus demografi adalah tantangan sekaligus kesempatan besar. Bagaimana cara kita menghadapi masalah besar jika kita tidak mampu menyediakan lapangan kerja," ucap Jokowi.

Staf Khusus Presiden Jokowi Bidang Ekonomi Arif Budimanta mengungkapkan Indonesia harus bisa memanfaatkan momentum demografi karena kalau gagal mengkapitalisasi "momentum" yang ada, maka bonus demografi hanya akan menjadi bencana.

Baca Juga: Skema Penyaluran Dana BOS Diubah, Kemenkeu: Minimalisir Korupsi

Menurut Arief, Indonesia harus belajar dari kegagalan Brasil dan Afrika Selatan dalam mengkapitalisasi peluang bonus demografi.

"Periode bonus demografi di Brasil dimulai awal 1970-an dan berakhir pada 2018 yang lalu.

Brazil dianggap "gagal" mempersiapkan diri sejak awal periode bonus demografi dimulai," kata Arif dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (16/2/2020).

Resesi ekonomi yang terjadi di Brazil telah banyak mempengaruhi sektor formal sehingga pemerintah lebih memprioritaskan alokasi sumber daya untuk kebutuhan jaring pengaman sosial dan pensiun.


Hal tersebut mengakibatkan defisit anggaran yang sangat besar sehingga Brasil tidak mampu mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk penyediaan akses pendidikan yang berkualitas, infrastruktur, kesehatan dan penyediaan lapangan pekerjaan.

Sumber: okezone

Bonus Demografi, RI Perlu Belajar dari Jepang

Bonus Demografi, RI Perlu Belajar dari Jepang

Bonus Demografi, RI Perlu Belajar dari Jepang

Bonus Demografi, RI Perlu Belajar dari Jepang

Bonus Demografi, RI Perlu Belajar dari Jepang

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya