0
Thumbs Up
Thumbs Down

BPS: Biaya Sensus Penduduk Kita Lebih Murah dari Australia

Republika Online
Republika Online - Sun, 16 Feb 2020 11:08
Dilihat: 41
BPS: Biaya Sensus Penduduk Kita Lebih Murah dari Australia

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut biaya Sensus Penduduk 2020 (SP2020) jauh lebih murah dibandingkan biaya sensus penduduk yang dilakukan pemerintah Australia. SP2020 diketahui menelan dana Rp 4 triliun.

Deputi Bidang Statistik Sosial di BPS, Margo Yuwono, mengatakan, biaya SP2020 per kepala adalah Rp 14 ribu. Angka itu didapat dari total biaya Rp 4 triliun dibagi dengan total jumlah penduduk Indonesia.

"Nah, dengan cara yang sama, jumlah anggarannya berapa dibagi jumlah penduduknya (Australia), biayanya Rp 1,4 juta," kata Margo kepada wartawan di Gedung BPS, Jakarta, Sabtu (15/2).

Perbandingan itu, kata Margo, dia dapatkan setelah melihat biayanya di situs web Australia. "Tapi ini gambaran kasar, ya," ucapnya.

Meski demikian, Margo tak menyebutkan sensus Australia yang dimaksud dan total biayanya. Adapun sensus penduduk terakhir yang dilakukan pemerintah Australia dilakukan pada Agustus 2016.

Mengutip laman Biro Statistik Australia (ABS) yang dipublikasikan pada Desember 2016, sensus itu menelan biaya 500 juta dolar AS (sekitar Rp 6,84 triliun nilai kurs saat ini). Jika dibagi jumlah penduduknya saat itu yang berjumlah 23,4 juta jiwa, maka biaya sensus per kepala di Australia adalah sekitar Rp 292 ribu.

Sekretaris Utama BPS, Adi Lumaksono, mengatakan biaya SP2020 sebesar Rp 4 triliun itu hampir setengahnya dihabiskan untuk upah petugas sensus yang mendatangi penduduk. "Separuh biaya mengalir ke petugas, bukan ke BPS," ucapnya.

SP2020 secara daring dimulai sejak 15 Februari - 31 Maret 2020. Sedangkan sensus tatap muka oleh petugas BPS bakal berlangsung mulai dari 1 Juli - 31 Juli 2020.

Dalam SP2020, BPS menggunakan metode kombinasi (combine method) dengan basis data dasar dari data administrasi pendudukan dari Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Sensus kali ini diharapkan bakal menghasilkan satu data kependudukan.

Data penduduk yang dihasilkan melalui SP2020 merupakan data dasar yang dapat digunakan untuk membuat kebijakan di berbagai bidang seperti pangan, pendidikan, kesehatan, perumahan, dan lain sebagainya.

Dalam melaksanakan SP2020 secara daring, BPS telah mendapat dukungan dari Badan Siber dan Sandi Negara, Institut Teknologi Bandung, Biro Statistik Australia, dan Kementerian Kominfo guna menguatkan jaringan komunikasi dan internet dan keamanan data.


Berita Terkait
  • BPS: Pendaftaran Online Sensus 2020 Sudah Dimulai
  • Begini Cara Ikut Sensus Penduduk Online
  • BPS Bakal Rekrut 390 Ribu Petugas Sensus pada April
Berita Lainnya
  • Thailand Temukan Enam Kasus Baru Virus Corona
  • Arena Bermain di IBF 2020 Bisa Tampung 400 Anak

BPS: Biaya Sensus Penduduk Kita Lebih Murah dari Australia

BPS: Biaya Sensus Penduduk Kita Lebih Murah dari Australia

BPS: Biaya Sensus Penduduk Kita Lebih Murah dari Australia

BPS: Biaya Sensus Penduduk Kita Lebih Murah dari Australia

BPS: Biaya Sensus Penduduk Kita Lebih Murah dari Australia

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya