0
Thumbs Up
Thumbs Down

Bukan Sekali, Faktanya Tsunami Sudah Beberapa Kali Terjang Jawa,

wartaekonomi
wartaekonomi - Sun, 27 Sep 2020 03:51
Dilihat: 44
Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan tsunami sebenarnya sudah beberapa kali terjadi di wilayah selatan Jawa. Catatan BMKG, setidaknya tsunami pernah tujuh kali di wilayah Selatan Jawa termasuk tahun 2006.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan demikian karena muncul laporan ahli Institut Teknologi Bandung (ITB) terkait potensi munculnya potensi ancaman Tsunami. Potensi ini disebut terjadi di wilayah zona megathrust selatan Pulau Jawa.

"Sudah beberapa kali terjadi tsunami. Bukti adanya peristiwa tsunami selatan Jawa dapat dijumpai dalam katalog tsunami Indonesia BMKG, di mana tsunami pernah terjadi diantaranya tahun 1840, 1859, 1921, 1921, 1994, dan 2006," kata Daryono, dalam keterangan resminya yang dikutip Minggu (27/9/2020).

Baca Juga: Selatan Jawa Bakal Dihantam Tsunami 20 Meter, BMKG: Jangan Panik, Tak Tahu Kapan Terjadi

Dia menjelaskan selain data itu, hasil paleotsunami juga membenarkan adanya jejak tsunami yang berulang terjadi di selatan Jawa pada masa lalu.

Menurutnya, beberapa kali selatan Jawa dilanda tsunami sebagai risiko yang harus dihadapi karena tinggal dan hidup di antara pertemuan batas lempeng tektonik.

"Sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, inilah risiko yang harus dihadapi. Apakah dengan kita hidup berdekatan dengan zona megathrust lantas kita selalu dicekam rasa cemas dan takut? Tidak perlu, karena dengan mewujudkan upaya mitigasi yang konkret maka kita dapat meminimalkan risiko," ujar Daryono

Terkait megathrust Selatan Jawa, merujuk buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun2017 disebutkan bahwa di Samudra Hindia Selatan Jawa terdapat 3 segmentasi megathrust. Ketiga segmentasi itu yakni Segmen Jawa Timur, segmen Jawa Tengah-Jawa Barat, dan Segmen Banten-Selat Sunda.

Ketiga segmen megathrust ini memiliki magnitudo tertarget M8,7.

Namun, jika skenario model dibuat dengan asumsi 2 segmen megathrust yang bergerak secara simultan maka magnitudo gempa yang dihasilkan bisa lebih besar dari 8,7.

Menyangkut ancaman tsunami 20 meter yang ramai belakangan ini, ia menekankan hal itu sebagai potensi skenario terburuk. Ia menyebut hal itu bukan ancaman yang terjadi dalam waktu dekat.

"Besarnya magnitudo gempa yang disampaikan tersebut adalah potensi skenario terburuk (worst case) bukan prediksi yang akan terjadi dalam waktu dekat, sehingga kapan terjadinya tidak ada satu pun orang yang tahu," ujarnya.

Penulis: Redaksi

Editor: Fajar Sulaiman


Foto: Viva

Sumber: wartaekonomi

Bukan Sekali, Faktanya Tsunami Sudah Beberapa Kali Terjang Jawa,

Bukan Sekali, Faktanya Tsunami Sudah Beberapa Kali Terjang Jawa,

Bukan Sekali, Faktanya Tsunami Sudah Beberapa Kali Terjang Jawa,

Bukan Sekali, Faktanya Tsunami Sudah Beberapa Kali Terjang Jawa,

Bukan Sekali, Faktanya Tsunami Sudah Beberapa Kali Terjang Jawa,

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya